dongeon tower 61

2937 Kata
Dongeon tower 61 "Apa kamu yakin itu tidak masalah?" Setahuku melukai seorang kesatria suci adalah pelanggaran yang cukup berat. Kesatria suci adalah gelar yang diberikan oleh menara untuk para pemburu yang memiliki kontribusi lebih terhadap kesetiaannya untuk mengalahkan banyak monster, dan biasanya, kesatria suci memiliki level diatasi 100 dan itu akan membuatnya memiliki wewenang untuk memerintah dan mengamankan sesuatu wilayah. Aku sendiri tidak mengerti mekanisme yang ada, hanya saja apa yang ku tau adalah, setiap Hunter yang memilih untuk menjadi kesatria suci maka mereka akan kehilangan kesempatan untuk melakukan penjajahan dan melawan monster bos lantai yang mana itu akan memberi banyak keuntungan di kemudian hari, contohnya saja ketika kita mampu memberi kontribusi lebih saat mengalahkan bos lantai, maka saat di lantai berikutnya kita akan mendapatkan keuntungan. Seperti wilayah kekuasaan dan beberapa dari bonus yang akan diberikan oleh menara. Dan satu lagi. Diantar kami para pemburu, menara tentu saja memiliki beberapa warga di dalamnya, yang mana mereka adalah orang-orang terdahulu yang sudah lama tinggal di tempat ini. Dan orang-orang inilah yang akan memberi kita banyak hadiah. Lalu, luas satu lantai itu sama dengan luas satu benua, yang tentu saja dari ujung ke ujung akan memakan jarak tempuh yang tak terhitung, aku sendiri tidak tahu berapa jumlah pasti di dalam menara ini. Karena pada kenyataannya, ketika kita berada di dalam menara, kita seolah di kirim ke dunia lain. Yang mana itu memberikan kita kehidupan baru. Aku sendiri tidak menyangkal, dan itulah alasan kenapa aku sedikit menolak ketika kesatria suci tadi memaksa ku untuk menjadi bawahannya. Itu hanya akan membuatku terjebak di lantai ini. Sedangkan misi ku adalah menyelesaikan lantai agar di setiap lantai bisa menampung banyak orang dan orang-orang bisa selamat dari kehancuran dunia luar yang semakin hari semakin tidak terkendali. "Entah." Myne mengedikkan bahunya sembari melangkah dengan cepat. "itulah kenapa aku mengajakmu agar segera pergi dari tempat ini." "Jadi...." "Anggap saja itu adalah sebuah pengalihan. Kamu tentu tidak ingin terjebak di tepat ini buka" "Tentu saja." "Maka percepat langkah mu. Kita akan tersusul dan akan dalam masalah jika pria bodoh itu segera kembali." Huh, lagi-lagi aku terjebak dalam situasi yang tidak menguntungkan, aku memang berterima kasih pada Myne yang sudah membantu ku lepas dari pria bodoh tadi, tapi siapa uang menyangka jika situasi kita akan sesulit ini. Aku hanya diam dan mengikuti langkah Myne, dia berjalan membawaku ke sebuah jalanan yang cukup ramai. Dan dari sana aku bisa melihat kereta-kereta kuda yang berjejer untuk mencari pelanggan untuk berperan. "Kita harus bergegas!" Myne menarik tanganku, lalu setelahnya dia memilih satu kereta dan segera masuk ke dalam. "Urus biayanya, semakin cepat maka akan semakin bagus." Tunggu, apakah dia serius? Bahkan aku harus menanggung semua biaya ini hanya untuk kepergian kita? Dia memiliki sisi yang sulit untuk ditebak, bahkan dalam kondisi sulit sekalipun. Aku hanya mendengkus pelan dan akhirnya aku mengambil negosiasi dengan pemilik kereta, lalu setelah membicarakan harga, aku hanya menghela napas pelan saat mengetahui harga yang ditentukan tidak murah. "Baiklah, mari kita keluarkan uang lagi." Aku hanya bisa menggerutu, bahkan ketika Augus menggoda ku aku sama sekali tidak menanggapi ucapannya. Kami melakukan perjalanan setelah harga yang disepakati, tidak ada kendala apapun dalam perjalanan kali ini. Dan rasanya itu sedikit aneh. Dalam perjalanan aku dan Wayne sering melakukan perdebatan yang tidak penting. Seperti contohnya, siapa uang lebih kuat dari keserakahan ku atau kerakusan milikinya. Sebenarnya Myne juga salah satu pemburu yang dianugerahi dengan ego seperti ku. Namun bedanya dia hanya bisa menguasai satu ego saja dan skill kerakusan yang memiliki mekanisme yang sama dengan skill Gluttony milikku. Mereka, jika dibandingkan adalah dua senjata yang berada di satu jaman yang mana memiliki kesamaan keterampilan namun beda dalam bentuk. Jika dibandingkan, aku sendiri tidak tahu mana yang lebih baik. Augus sebagai kerakusan, ataukah kapak milik Myne sebagai keserakahan. Namun apapun itu. Aku yakin jika Keduanya pasti memiliki kelebihan dan juga kekurangan masing-masing. Selama perjalanan kami banyak menghabiskan perbincangan yang tidak terlalu penting. Hingga beberapa hari telah berlalu sejak kami berangkat dari kota terpencil itu. Ngomong-ngomong, selama perjalanan ini aku tidak bisa berbicara dengan Baldo dan yang lainnya lagi, karena aku meninggalkan kota secepat mungkin. Dan aku tidak memiliki kontak darinya. Yah, mereka juga mengembara dari kota ke kota lain, membantu menaklukkan monster di sana-sini, jadi suatu hari kita mungkin akan berpapasan sekali lagi. Ketika saatnya tiba, Aku akan dengan senang hati minum dan bertukar cerita dengan mereka. Mau bagaimanapun aku memiliki kisah yang indah saat bersama mereka. Bagaimana kerja sama kelompok mereka yang bagus dan tidak pernah merendahkan orang lain serta memperdulikan orang-orang di sekitarnya adalah suatu hal yang patut dihargai. Bahkan jika dibayangkan lagi, dia sangat pantas jika disebut sebagai seorang teman. "Myne, bagaimana menurutmu dengan bos lantai?" "Huh?" Mine mengangkat kepalanya sembari menatapku langsung, dari sana dia terlihat sedikit terkejut. "Apa maksudmu?" "Tidak, aku hanya bertanya, bagaimana menurutmu dengan bos lantai." "Hem, entahlah, memikirkannya saja aku tidak sanggup, kamu tahu, aku selalu ingin untuk ikut dalam Raid bos lantai, tapi aku tidak memiliki koneksi, dan tubuhku yang kecil selalu dianggap sebagai penghalang, jadi aku berpikir untuk tetap diam dan tidak akan ikut dalam Raid itu, mungkin sampai aku benar-benar kuat nantinya." "Jadi selama ini kamu tidak pernah tergabung dalam sebuah serikat." Dia menggeleng pelan. "Seperti yang aku katakan, mereka menganggap ku sebagai anak kecil. Dan itu merepotkan, aku tidak bisa mengakses banyak tempat karenanya." Aku mengerti sekarang, mungkin karena mereka menganggap Myne adalah anak kecil yang mana dia tidak memiliki banyak kekuatan, padahal secara tidak langsung dia adalah Hunter dengan kekuatan yang hampir setara dengan Felix, dan kembali lagi. Mungkin karena umur dan juga tubuhnya yang kecil membuat dia kesulitan untuk mengakses semua lantai, dan hal itu juga yang membuat dia tidak bisa masuk ke daftar rank. "Itu berarti kami juga kesulitan untuk masuk ke daftar rank?" "Huh? Aku masih memikirkan untuk itu, sebenarnya aku ingin, tapi aku sendiri harus membunuh ratusan dan puluhan monster mahkota, itu akan sangat merepotkan." "Bukankah itu bagus? Kamu akan mendapatkan banyak uang dari sana." "Kamu benar, mungkin karena itu aku memintamu untuk menjadi pengawal, aku bisa saja melakukan semua itu di perjalanan ini. Hanya saja untuk masuk ke jajaran rank aku masih berpikir dua kali." Dia benar, rank bukanlah sesuatu yang mudah untuk didapatkan, dan posisi rank juga akan membuat namanya terancam, orang akan berlomba-lomba untuk memburu dan mendapatkan dia. Tentu agar dia tersingkir dan orang dibawahnya bisa naik untuk menduduki peringkat rank. Jangan heran, dunia dengan hukum siapa yang kuat maka dia akan berkuasa akan membuat tatanan rusak, dan tidak ada pedoman lagi untuk mereka. Jadi sudah dipastikan jika mereka tidak memperdulikan apapun itu. Mereka akan berlomba-lomba untuk menyingkirkan semua pesaing dan menghalalkan segala cara agar mereka bisa naik ke peringkat. Contohnya saja Hado, dia melakukan banyak hal untuk itu, dan karenanya, dia berhasil mencapai deretan rank dan memiliki nama di sana. Wajar saja, dia adalah Hunter dengan dukungan keluarga yang kuat, serta prajurit dan pengikut serta jejeran orang-orang dengan kekuatan hebat di belakangnya. Hanya saja semua itu malah membuat dirinya sombong. Dan saat ini dia malah menjadi salah satu koleksi yang aku miliki. Aku sengaja tidak terlalu sering menggunakan prajurit bayangan, tujuanku adalah, selain untuk menyimpan senjata itu untuk sesuatu yang berguba, aku juga tidak ingin terlalu mengandalkan mereka, karena fokus ku saat ini adalah untuk memperkuat diriku. "Hem ... Sepertinya aku tidak akan menyarankan mu untuk masuk ke daftar rank. Itu akan sangat berbahaya bahkan jika kamu benar-benar kuat. Aku akan menyarankan mu untuk masuk serikat bersama ku, selain kamu akan mendapatkan uang tambahan, kamu juga akan mendapatkan perlindungan dari sana." Myne memincingkan matanya dengan tatapan jenaka di sana, aku tidak tahu apa maksudnya, tapi setelahnya dia malah terkekeh pelan dan berkata. "OOO apa kamu mengkhawatirkan ku sekarang?" Cih, sudah ku duga dia akan berpikiran seperti itu. "Tidak ada, abaikan saja apa yang aku katakan tadi." "Haha lihatlah bagaimana wajahmu memerah, itu terlihat sangat lucu!" "Diamlah!" Dia benar-benar membuat ku kesal, terkadang memang dia terlihat sangat imut dan menyedihkan, tapi sikapnya juga sering membuat diriku merasa kesal berkali-kali lipat. Entahlah, dia selalu mudah memancing amarahku naik dengan cepat di sana. Aku membuang tatapan ke luar jendela, jendela kecil dengan ukuran minimalis yang indah membuat dia terlihat natural dan terkesan berkelas. Cukup oke dengan harga yang sudah disepakati. Ini bahkan terlihat sangat mewah. Kami berkendara ke utara dengan kereta yang cukup nyaman. Kereta kali ini berbeda dari yang sebelumnya, karena sekarang aku juga berperan sebagai pengawal untuk menjaga Myne. Dan jangan tanya aku kenapa aku bisa menyewa kereta ini. Tentu saja karena aku menggunakan uang hadiah golem pasir yang aku dapatkan sebelumnya. Mungkin agak terlalu mewah. Tapi ini dengan yang yang aku miliki aku tidak ingin menyiksa tubuh ku sendiri. Aku tidak ingin terlalu kelelahan saat menggunakan kereta umum yang dipenuhi dengan banyak orang. Setidaknya aku harus memikirkan kondisi tubuh ku juga sebelum bergerak lebih jauh… dari siapa aku memdapat pemikiran seperti itu? tentu saja, Myne yang duduk di sebelahku dengan wajah ruang tanpa beban karena dia tidak perlu membayar. Aku teringat dengan ucapannya yang mengatakan bahwa aia ingin kembali ke desanya dengan uang sebanyak mungkin. Dan karena itu aku tidak ingin terlalu membebani dia dengan biaya perjalanan. Walaupun sedikit menjengkelkan jika dipikirkan, tapi setidaknya itu lebih baik daripada harus bepergian sendiri. Aku menghela napas. Lalu berpindah untuk duduk di belakang kusir. "Berapa lama sampai kota berikutnya?" "Oh, kamu membuatku terkejut. Em itu ... Mungkim sekitar … tiga hari atau lebih." Semakin jauh Kamu dari daratan, semakin jarang kota-kota itu. Dengan kata lain, semakin dekat Kamu dengan Gallia, semakin sulit bagi orang untuk hidup. Ini dikarenakan sebagian besar gelombang monster dari Gallia yang menyerang hingga membuat beberapa warga tidak ingin tinggal. Situasinya semakin buruk karena para ksatria suci dan pemburu yang bertanggung jawab untuk menahan mereka tidak ada. Aku tahu semua itu karena, sampai saat ini, Aku juga masih harus membunuh sekelompok monster yang menghadang perjalanan kami. Agak merepotkan memang, tapi itulah gunanya kekuatan. Monster meluap ke daerah yang jauh dari Gallia dan menyebar hampir ke seluruh daratan. Gallia adalah tanah iblis yang memiliki begitu banyak monster di dalamnya, konon itu adalah sumber dari para monster yang ada di lantai ini. Hal ini tentu berdampak serius bagi orang-orang yang ada di sekitar, untuk itu menara membuat sistem untuk memberikan gelar kesatria suci untuk para pemburu agar mereka bisa bertahan di satu lantai dengan tugas melindungi banyak orang. Dan tidak jarang juga, ada orang-orang yang memang sudah tinggal dari sebelum kami masuk, mereka juga terkadang memiliki kekuatan yang sangat hebat dan sering menjadi pelatih, atau mentor untuk orang-orang baru yang masuk ke dalam menara. Jika kalian bertanya dari mana mereka berasal, aku tidak bisa menjawabnya. Namun, mari kita sebut mereka sebagai warga sipil, karena mereka sudah ada sebelum kamu datang. Sementara aku tenggelam dalam pikiran ku sendiri, kereta berhenti secara tiba-tiba dengan suara keras ketika kami melintasi sebuah desa kecil. "Aias, ini tidak bagus. Sepertinya…. roda kiri rusak." Pria itu memberitahuku dengan wajah bersalah dan cemas saat dia turun dari kereta. Setelah aku bertanya apakah dia bisa memperbaikinya, Dia mengatakan bahwa akan memakan waktu setidaknya 3 hari untuk memperbaikinya. Jadi kami memutuskan untuk tinggal di desa sambil menunggu. Karena Myne mengatakan kepada ku bahwa dia ingin melakukan sesuatu, pada awalnya aku pikir dia terganggu oleh penundaan itu, tetapi sepertinya aku salah. Dia mengatakan bahwa penundaan itu tidak masalah, dan dia ingin melihat-lihat desa sendirian. Dia memang tipe orang yang tidak ingin membuat semuanya terlihat sulit. Aku memutuskan untuk pergi mencari kepala desa untuk meminta izin tinggal di sini selama tiga hari ke depan. "Ngomong-ngomong, desa ini sangat damai." "Mungkin, orang kuat menjaga desa ini." Tapi saat itu juga tiba-tiba Augus menjawab. [Mungkin memang begitu, karena aku bahkan tidak bisa merasakan kehadiran monster apa pun yang aku temui sampai sekarang. Ini adalah desa yang damai hingga aku sendiri sedikit bingung dengan kondisi desa yang terletak tak jauh dari Gallia." Ini tidak normal dalam arti tertentu. Aku memiringkan kepalaku saat pandanganku jatuh pada beberapa anak yang lewat. Bahkan dengan lingkungan yang seharusnya tidak bersahabat, penduduk desa ini tetap tenang dan santai. Ketika Aku berjalan-jalan, Aku memperhatikan seorang lelaki tua yang duduk di tunggul pohon besar. Rambut abu-abunya yang panjang diikat ke belakang lehernya. Aku berpikir untuk bertanya padanya di mana aku bisa menemukan kepala desa. Saat aku mendekat, dia tiba-tiba berdiri dan bertanya kepadaku secara langsung. "Apakah kamu salah satu orang kuat yang baru saja memasuki desa? Hmm, aku tidak merasakan niat buruk darimu." Pria tua yang baru saja datang itu tersenyum, lalu menawariku berjabat tangan. "Aku Aaron Barbatos. Kepala desa ini. Selamat datang, anak muda." Dia adalah kepala desa? Kemudian, Aku harus memperkenalkan diri dengan benar. "Nama Aku alea. Em ... Maaf, tapi sebelumnya bisakah aku meminta izin untuk tinggal di sini, sambil menunggu kusir kami memperbaiki gerbong kami?" "Oh, Aku tidak keberatan jika kamu tinggal di sini selama yang kamu inginkan. Namun ada satu syarat. Apakah Kamu akan melawan orang tua ini dalam duel satu lawan satu?" Dia tersenyum miring lalu Setelahnya mengeluarkan pedang emas dari bawah tunggul. Itu … pedang suci. Dengan kata lain, orang tua ini adalah seorang Ksatria Suci. Dan dia sudah menunggu kita di sini sambil menyembunyikan senjatanya. Tapi Aaron sendiri mengatakan bahwa aku tidak punya niat buruk… Mungkinkah, jika sebaliknya, dia akan membunuhku tanpa pertanyaan? "Maaf, hanya saja aku tidak cukup kuat untuk melawan Ksatria Suci." "Hahahah, tidak perlu berbohong. Aku memiliki keterampilan penilaian. Untuk level 1, Kamu memiliki beberapa statistik abnormal di sana." Apakah dia serius, bahkan akan sangat jarang melihat seorang ksatria dengan keterampilan penilaian. Aku dapat menyembunyikan daftar keterampilan ku menggunakan salah satu keterampilan yang ku miliki, akan tetapi aku tidak dapat memalsukan statistik ku. Dia adalah jenis Ksatria Suci yang cukup berbahaya. Lalu, apa yang akan aku lakukan sekarang? Aku mengambil bentuk Augus, pedang satu tangan adalah sesuatu yang mudah untuk mengimbangi pergerakan para kesatria suci, Tapi Aaron menjulurkan tangan kirinya di depanku. "Aku sendiri sudah mengatakannya. Kamu tidak memiliki niat buruk, dan tidak benar-benar ingin bertarung. Yang Aku inginkan hanyalah menguji kekuatan mu, jika Kamu bisa. Maka aku akan mengizinkan mu tinggal. Bagaimana?" Orang tua itu, sambil menunggu jawabanku, menghunus pedang sucinya. Dia tampak cukup termotivasi. Kemudian, Aku hanya harus melakukannya. Aku mengacungkan Augus ke arah Aaron. "Fumu, sikap itu terlihat seperti goblin, atau kobold. Sikap yang cukup liar." "Apakah itu sebuah pujian?" Ini tidak bisa dihindari. Ilmu pedang ku sebagian besar aku dapatkan denhan cara otodidak. Aku bahkan tidak tahu apakah yang aku miliki sekarang adalah postur yang tepat atau tidak. Bagaimanapun, aku masih bisa mengalahkan monster. Lalu Jess tiba-tiba memberitahuku. (Meskipun Kamu bisa mengalahkan monster, Kamu akan kesulitan berurusan dengan lawan manusia dengan teknik yang kamu miliki sekarang.) Itu benar, aku tidak tahu betapa sulitnya melawan kesatria suci. Sebelumnya mungkin aku beruntung karena saat itu Hado adalah orang yang terbilang sangat ceroboh untuk pertarungan secara tiba-tiba. Lalu, bagaimana dengan ini. Aku berusaha merubah posisi ku. Hanya saja, sebelum aku menyadarinya, ujung pedang Aaron sudah beberapa inci dari hidungku. Itu Cepat! "aku melihat Semua statistikmu itu lebih dari 2 juta, dan itu sudah cukup kuat. Tapi, akan sia-sia jika kamu tidak bisa memanfaatkannya secara maksimal. Sepertinya Aku bisa melihat, jika kamu belum terbiasa dengan statistik mu yang meningkat pesat." "Apa yang salah dengan itu?" "Aku pikir, sosok tua yang hampir mendekati ajal ini akan melatih mu saat kamu tinggal di desa ini. Aku anggap itu sebagai syarat untuk tinggal di sini, bagaimana?" Aku tidak perlu diberitahu tentang bagaimana cara ku bertarung. Mungkin, ada sesuatu yang lain di balik senyum yang tampaknya baik itu. Namun, dia benar tentang bagaimana Aku mengalami kesulitan mengendalikan tubuh ku sendiri setelah aku mencapai 2 juta statistik. Ini mungkin bisa menjadi peluang. Memiliki Ksatria Suci tua yang mengajari ku cara bertarung, itu seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Kalau tidak, aku akan terjebak dengan sikap bertarung yang salah. "Sepertinya itu baik. Hanya untuk sementara waktu, aku akan berada dalam pengawasan mu." Aku menurunkan Augus lalu menyimpannya, dan sedikit menundukkan kepalaku ke Aaron. Dia melakukan hal uang sama, menyimpan kembali kembali pedang emasnya, dan menawari Aku jabat tangan sekali lagi. "Fumu. Aku juga, Al, Dari pada mati karena usia, aku berharap bisa mengajarkan semua yang aku tahu kepada generasi muda. Siapa yang tahu, kesempatan sempurna benar-benar datang mengetuk pintu ku." "Em … Aku senang mendengarnya, tapi Aku hanya akan berada di sini selama 3 hari." "Itu sangat singkat. Jadi mari kita mulai pelatihannya sekarang!" Meninggalkan pedang sucinya, lelaki tua itu menyerangku dengan tangan kosong. Aku berhasil menangkap kepalan tangan itu, tetapi tinju itu sangat berat sehingga aku terlempar ke belakang. Orang tua ini terlalu kuat untuk usia renta sepertinya. "Ho, kamu berhasil memblokirnya meskipun terkejut. Lalu, bagaimana dengan ini?" Aaron menyerangku lagi, kali ini menggunakan gerakan akrobatik. Itu bukan gerakan yang bisa dilakukan oleh orang tua dengan usia renta sepertinya! Setelah itu, Aku akhirnya berlatih dengan Aaron sampai matahari terbenam. Tanpa keterampilan pemulihan otomatis ku, tubuh ku akan menjadi hitam dan biru. "Cara terbaik untuk membiasakan diri dengan statistik mu adalah dengan bertarung dengan tangan kosong. Nah, itu saja untuk hari ini. Kalau begitu, Alea, biarkan aku mengantarkan kami ke penginapan." Aku ingin tahu apa yang akan dia latih padaku besok… Sementara aku memikirkan itu, Myne berjalan santai dari sisi lain jalan. Aaron tampak terkejut saat melihatnya, meskipun itu hanya sementara. "Mungkinkah…" "Apa ada masalah?" "Tidak, tidak apa-apa. Apakah gadis itu temanmu?" "Ya dia. Dia adalah Myne. Berhati-hatilah untuk tidak membuatnya marah. Dia seperti kuda liar yang tidak boleh kamu tunggangi." "Itu memang merepotkan, hahahaha!" "Itu bukan bahan tertawaan, Kamu tahu." Sementara kami berdua bergosip tentang dia, Myne yang datang dari jalan di depan tampak bersin. Kemudian untuk beberapa alasan aneh dia memelototiku. Eee, semoga aku akan baik-baik saja setelah ini….
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN