Dongeon tower 62
Aaron membawa kami ke rumahnya setelah cukup lama kami berbincang, itu sama dengan apa yang aku inginkan. Karena itu seharusnya untuk seukuran Ksatria Suci, Aku pikir itu akan menjadi rumah yang besar dan nyaman atau sesuatu seperti itu, tapi Aku salah besar. Ketika kami sampai, apa yang ada hanyalah sebuah pondok sederhana yang terbuat dari batu bata.
"Hahahaha, Aku berani bertaruh, bahwa Kamu mengharapkan rumah yang lebih megah."
"Seperti yang kamu katakan. Dan sekarang aku kecewa."
"Kamu benar-benar jujur untuk itu, rasanya tidak masalah dengan ukuran rumah ini, tapi, Aku ingin tahu apakah tidak apa-apa untuk wanita muda di sini?"
Atas pertanyaan Aaron, Myne hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya.
"Baiklah, Sepertinya dis sedang dalam suasana hati yang buruk."
"Jangan pedulikan dia. Aku yakin sebentar lagi dia akan baik-baik saja."
"Baiklah jika begitu……"
Aaron membuka pintu dengan ekspresi sedikit tertunduk di wajahnya, lalu mempersilakan kami masuk.
Aku sendiri hanya mengangguk dan mengikuti langkahnya, hanya saja ada yang berbeda kali ini. Seperti halnya Myne, dia terasa berbeda, dengan cara dia berperilaku dan bagaimana dia berusaha untuk menjaga sikap.
Bukannya Myne sama sekali tidak peduli dengan orang lain. Ketika kami masih bepergian, Aku melihatnya aktif berbicara dengan beberapa orang yang kami temui sebelumnya. Namun entah kenapa kalo ini dia terlihat berbeda, terlihat seperti tidak nyaman akan sesuatu. Dia sama halnya dengan ku, Myne adalah seorang solo hunter yang hanya percaya pada kekuatannya sendiri. Aku pikir dengan kondisi dan suasana di tempat ini mungkin membuat dirinya sedikit tidak nyaman.
Seperti halnya Augus yang tiba-tiba langsung memberi tahu jika dirinya tidak nyaman tadi.
Mungkin suasana itulah yang membuat Myne juga mendapatkan peringatan dari keterampilannya.
"Kamu baik-baik saja?" Aku tidak bisa hanya diam ketika melihat rekanku merasa tidak nyaman. Hanya saja Myne tidak menjawab, dia hanya menggeleng sebelum akhirnya dia masuk mengikuti langkah Aaron.
Setelah kami memasuki rumah sederhana ini, Aku menyadari bahwa itu tidak lebih dari sebuah ruangan yang sama seperti rumah pada umumnya.
"Maaf jika terlalu sederhana, maklum, rumah ini dibangun oleh penduduk desa. Awalnya, tidak ada desa sama sekali di sini. Namun setelah mereka melihatku membunuh monster lagi dan lagi, orang-orang yang kehilangan rumah karena serangan monster, mulai berkumpul di sekitarku, dan membangun desa secara perlahan, menjadikan lingkungan di sekitarku sebagai tempat tinggal. Kemudian, mereka malah menjadi tanggung jawab ku, dan mengangkat ku sebagai kepala desa, untuk melindungi desa tanpa keraguan."
Aku mendengar dengan seksama, dan menurutku itu adalah tindakan yang baik. Meskipun kelihatannya merepotkan, kurasa itu tidak terlalu buruk. Apalagi intuk para pemburu seperti kami, hal ini adalah cara yang baik untuk menghabiskan waktu, daripada hanya menunggu kematian tanpa berbuat apa-apa.
Aaron terus berbicara sambil menyajikan teh untuk kami. Lalu ada satu waktu di mana dia menghela napas untuk sejenak.
"Aku sudah Beberapa kali memberi tahu penduduk desa bahwa karena aku sudah tua, aku tidak akan bisa melindungi mereka terlalu lama. Aku takut jika semakin tua usiaku, maka akan semakin sulit aku melindungi tempat ini. Namun, jika disuruh untuk pergi. Mungkin aku masih akan berlama-lama di sini selama yang aku bisa karena ku tidak punya tempat lain untuk pergi."
Aku cukup terkejut dengan pengakuan itu. Di mana orang-orang di desa seolah akan mengabdikan hidupnya untuk bersama dengan Aaron, itu terdengar aneh memang, tapi terkadang hal seperti itu sering terjadi di tempat ini. Ada banyak dari mereka yang sudah nyaman dengan sosok pelindung mereka dan memilih untuk tetap tinggal walau bahaya taruhannya.
"Penduduk desa ini, apakah mereka berencana untuk mati bersama tuan Aaron?"
"Tidak perlu gelar kehormatan. Cukup Aaron yang akan melakukannya. Itulah yang menggangguku akhir-akhir ini. Setelah aku mati, orang-orang ini tidak akan bertahan lama melawan serangan monster."
Aaron tidak bisa berbuat apa-apa lagi, dan sebenarnya dia terlihat sudah menyerah untuk mencoba membujuk para penduduk.
"Mungkinkah, kamu ingin aku menggantikan mu untuk menjaga desa ini?"
"Hahaha, pemikiran yang luar biasa. Bagaimana Aku bisa menaruh harapan kepada mu, seseorang yang hanya datang ke sini secara kebetulan?"
"Lalu, mengapa kamu melatihku?"
Aku ragu dia akan melatih seseorang yang tidak dikenal seperti aku tanpa sebuah alasan tersembunyi. Apalagi setelah mendengar ceritanya itu.
Aaron kemudian menatapku dengan wajah serius.
"Itu hanya keinginan egoisku. Aku hanya ingin meninggalkan warisan ku melalui kamu. Bisakah kamu setidaknya memenuhi keinginan orang tua ini?"
"Sebuah warisan …?"
Saat aku mengatakan itu, aku melihat sekeliling ruangan, dan melihat sebuah gambar di rak di samping tempat tidur. Itu adalah foto sebuah keluarga. Ayahnya mungkin adalah Aaron ketika dia masih muda. Dan di sebelahnya ada seorang istri cantik berambut hitam.
Ada seorang anak laki-laki di antara mereka berdua, menunjukkan senyum kemenangan. Replika mainan pedang suci di tangannya.
"Itu …… apakah gambar itu...?"
"Itu adalah keluargaku. Saat itu, ketika aku masih bekerja sebagai pemburu, aku sering tidak bisa pulang karena tugas yang aku jalani. Dan karena hal itu juga lah, mereka terbunuh saat invasi monster saat aku pergi ke Gallia. Sekarang yang bisa Aku lakukan hanyalah menunggu hari ku tiba sambil melihat foto mereka di samping tempat tidur dengan penyesalan .... Maaf mungkin ini adalah cerita yang menggelikan."
"Tidak, bukan ... Aku turut berduka mendengarnya."
Anak laki-laki di foto itu agak mirip denganku. Mungkin, Aaron menggantikanku dengan putranya? Aku mungkin berpikir terlalu jauh…Apakah dia mencoba menebus dosa dan penyesalannya dengan melakukan itu?
Ketika Aku melihat ekspresi suram Aaron, Aku menduga hal itu sangat mungkin.
=====
Keesokan harinya, Myne sedang menguap santai di bawah naungan pohon. Dia terlihat menikmati harinya dengan bersantai, terlihat nikmat memang. Namun Aku tidak bisa melakukan hal yang sama.
Karena tinggal dua hari lagi, aku berada di tempat ini,i dan Aaron tidak membuang waktu lagi. Dia sudah melatihku sejak pagi tanpa henti, semua dilakukan seolah aku akan kehabisan waktu hingga dia melatihku tanpa ampun. Beruntung aku masih bisa mengikuti ritme pelatihannya, jika tidak mungkin saat ini aku sudah tidak bisa bertahan.
Yah, wajar saja. Dia adalah pemburu dengan titel kesatria suci, yang mana, tentu saja dia sudah sering mendapatkan pelatihan gila seperti saat ini, dan itu memberiku pengerjaan sedikit tentang bagaimana mereka mendidik seseorang dan diri mereka sendiri.
Guhaa… aku lengah, dan saat itu aku terkena tiga kali pukulan di perut, dia memberikannya dengan mudah, bahkan ketika aku hanya membuang pandangan sedikit saja. Kecepatan yang sungguh gila.
"Kamu tidak bisa membuang muka saat berhadapan dengan musuh mu. Jangan biasakan itu terjadi."
"Tunggu, mengapa kita tidak bisa melakukannya secara perlahan? Kita melakukannya terlalu cepat, aku tidak akan bisa menangkap apa pun kecuali kita bergerak dan seolah bertarung dengan cepat. Kecuali jika kita sedikit lebih lambat. Mungkin aku bisa menerimanya.
"Maaf saja, tapi itu adalah cara ku melatih mu, dan rugas adalah mengelola."
Huh! Sepertinya Aaron melakukan semuanya dengan serius. Dia mencoba dengan sungguh-sungguh. Meskipun bertarung dengan tangan kosong adalah cara terbaik untuk mengontrol statistik kami, hanya saja satu gerakan yang salah masih dapat menyebabkan cedera serius. Itu yang selama ini aku hindari, dan beberapa kali aku memang mendapat cidera serius hanya untuk bertarung dengan tangan kosong.
Menurut Aaron, mensimulasikan situasi tegang akan meningkatkan kualitas latihan. Tapi yah, memasukkan pelatihan 3 tahun ke dalam 3 hari sepertinya sedikit berlebihan. Itu tidak sebanding dengan apa yang bisa aku dapatkan, jika saja aku memiliki waktu yang lebih lama, mungkin aku akan bisa menyerap apa yang dia berikan. Walau tergolong cepat, tapi perlahan-lahan aku bisa menyerap walau hanya sedikit. Mungkin bagaimana cara dia memberikan metode pelatihannya padaku.
Itu sebabnya dia menggunakan metode praktis daripada mengajari Aku secara lisan.
Praktek akan lebih baik dari pada lisan.
Dan aku kira itu benar-benar berhasil. Karena tubuh ku dipaksa untuk bereaksi tanpa memberi aku kesempatan untuk berpikir, hal itu secara mandiri mengontrol penggunaan statistik sesuai untuk memenuhi tuntutan. Seolah refleks tubuh di tuntut untuk tahu dan bisa memberikan sebuah perlindungan pada bagian tubuh yang terancam.
Pelatihan berlangsung sampai matahari berada di atas kepala kami.
"Fumu, semua pergerakan mu sedikit meningkat. Ini jauh lebih awal dari yang aku harapkan. Kamu melakukannya dengan baik."
"Apakah Aku bisa beristirahat sebentar? Aku merasa seperti Aku akan mati sekarang."
Aku bisa berlatih dengan sangat terburu-buru berkat skill pemulihan otomatis, tetapi ketegangan yang terakumulasi kembali ke padaku sekarang itu tidak sebanding dengan melawan monster kuat sekalipun, ini bahkan lebih gila, apalagi bagaimana dia menekan dan memberikan arahan secara bersamaan, itu memberiku sedikit kesulitan saat bergerak. Aku hampir tak bisa mengikuti semua ritme yang ada.
Kuda-kuda ku terkadang hancur, lalu apa yang aku miliki juga tidak sesuai dengan apa yang dia miliki .ini sangat mustahil dan sulit. Namun. Demikian aku tidak akan tinggal diam dan menyerah begitu saja. Ini seolah menjadi tantangan tersendiri untukku, jika aku bisa melewatinya maka aku akan menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Che, di saat seperti ini. Sejak saat itu, Aku terus berlatih untuk menekan keinginan agar kelaparan tidak menguasai diriku. Tetapi ketika fokus ku hilang, dorongan itu muncul kembali dengan kekuatan penuh, dia tidak bisa dikendalikan untuk beberapa waktu, dan itu akan membawaku ke dalam posisi sulit.
Perasaan akrab ini, mata kananku pasti sudah berubah merah. aku harus menutupinya…. Tidak, Aku tidak mampu melakukan itu ketika aku sedang melawan Aaron. Bukankah ini kesempatan yang bagus? Ketika mataku memerah maka aku akan mendapat penglihatan beberapa detik ke depan. Dan aku bisa melambatkan tempo penglihatan yang aku miliki. Sepertinya satu mata saja tidak akan cukup untuk mengimbangi serangannya. Dan tanpa mata merah, sepertinya tidak bisa membantu ….
"Hooo? Apa ini? Kamu terlihat aneh… kenapa tiba-tiba matamu memerah. Itu Mirip dengan milik Myne …"
"Maaf, kamu tahu, warna mata ku akan berubah ketika aku mulai bersemangat."
"Tapi itu artinya, Myne selalu bersemangat…"
Setelah mendengar itu aku sempat tak bisa berkata-kata, seolah aku terjebak akan perkataan ku sendiri, aku Menoleh sebentar untuk melihat Myne, dia terlihat bersandar di sana, dan tangannya mulai bermain-main dengan kapak hitamnya. Beberapa saat memperhatikan, di menatapku sejenak. Apakah aku secara tidak sengaja membuat dirinya tersinggung, Karena menatapnya dengan cara yang salah? Dia memelototiku sekarang.
Aku memutuskan tatapan ku sekarang. Itu tidak akan menjadi lebih baik untuk beberapa waktu, setidaknya karena dia akan semakin marah untuk beberapa waktu. Dengan ekspresi tidak nyaman di wajahku, aku memberi isyarat kepada Aaron untuk melanjutkan.
"Baiklah sepertinya kita bisa lanjutkan sekarang."
"Haha apa semangat mu sudah kembali pulih? Itu akan jadi bagus jika kamu termotivasi. Lalu berdiri dan bersiaplah."
Ini dia. rasanya aku melihat pergerakan Aaron sebelumnya. Keadaan setengah kelaparan tampaknya membuat Aku menjadi lebih peka dari sebelumnya. Apakah itu bersinergi dengan efek pelatihan?
Semua gerakan Aaron terlihat jelas di mataku, itu seolah memberiku sebuah kesempatan untuk bisa bergerak dan mengelak. Menerima setiap serangan dengan gerakan yang lebih halus.
"Apa ini, gerakanmu menjadi sedikit lebih baik."
"Tentu saja, itu karena ajaran, mu. Baiklah kalau begitu, aku datang."
Hal penting dalam pertarungan melawan manusia adalah mengamati gerak kaki mereka. Aku bisa memprediksi gerakan mereka selanjutnya dengan melihat gerakan tubuh bagian bawah. Ini adalah sesuatu yang telah diajarkan Aaron kepada ku. Di tambah dengan penglihatan mata merah, itu menjadi lebih mudah dengan segala gerakan yang ringan. Baiklah kita hentikan sebentar, dan menerapkan apa yang sudah Aaron latih untukku. Jika langkahnya dalam, maka itu adalah pukulan yang sebenarnya. Sebaliknya, jika langkahnya dangkal, maka itu hanya tipuan. Mataku terbiasa hanya melihat lengan yang datang menyerang sebelumnya. Namun ternyata gerak kaki juga menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.
Aku melihat itu, di sini!
Saat Aaron melakukan pukulan, aku bisa memprediksi dan refleks tubuhku juga menjadi lebih baik. Itu bagus.
"Ooo …… kamu membuatku tidak bisa menuju ke sana."
Yang Aaron maksud adalah dadaku, di bertujuan untuk memberikan pukulan pada d**a, dan itu sedikit sulit untuk dilakukan. Yah setidaknya aku sudah mendapatkan pelajaran walau sedikit saja.
Aku berhasil memblokir tinju Aaron, berlari masuk, dan berhenti ketika pukulanku hanya beberapa inci dari hidungnya.
Ini ada kemampuan yang aku dapatkan jika aku bisa menguasai keadaan kelaparan. yang dimungkinkan oleh keadaan setengah kelaparan. Biasanya, Aku belum bisa mencapai level ini. Tapi berkat kondisi setengah kelaparan yang meningkatkan kemampuan fisikku, aku bisa melakukan beberapa gerakan konyol disana…dengan ini aku seharusnya bisa melawan manusia.
"Ketika matamu memerah, gerakanmu menjadi lebih tajam seolah-olah kamu telah berubah menjadi orang lain. Apakah itu benar-benar kekuatanmu? Tapi di saat yang sama, aku merasa itu membebani hatimu… apa ini semacam latihan?"
Aku tidak bisa menjawab, karena apa yang dia katakan lebih ke pada, bagaimana aku menahan gejolak kelaparan agar tidak menguasai dirimu. Dan itulah yang membuat keraguan terkadang datang kepadaku.
"Kurang lebih."
Sambil tersenyum pahit, aku menjadi penasaran dengan statistik Aaron ketika dia memiliki kekuatan yang sangat bagus di sana, bahkan hanya dengan tangan kosong saja aku sudah sangat kesulitan untuk melawannya.
Dia juga menggunakan kemampuannya untuk melihat semua statistikku sebelumnya. Jadi mengapa aku tidak melakukannya.
Baiklah aku penasaran dengan kru.
Aku mengaktifkan Appraisal dan seketika statistik muncul di hadapan ku.
Aaron Barbatos Lv 180
Daya tahan: 3244000
Kekuatan: 3856000
Sihir: 3948000
Semangat: 3874000
Kelincahan: 4098000
Kemampuan: -
Aku tercengang saat itu juga. Ini gila! Bahkan semua statistiknya lebih dari 3 juta. Dia jauh lebih kuat dariku!
Kemampuannya mungkin tidak terlihat karena keterampilan tertentu. Dan mungkin dia menyembunyikannya agar tidak bisa dilihat oleh orang yang memiliki keterampilan seperti ku.
Bagaimanapun, itu adalah statistik dari ksatria Suci teratas.
Sementara Aku kagum dengan statistik Aaron, dia memberikan saran lain kepada ku.
"Jangan pernah mencoba menggunakan skill appraisal langsung dari depan. Keterampilan itu menyebabkan gerakan mata yang berbeda, membuat lawan Kamu sadar bahwa Kamu mencoba untuk menyelidikinya."
"Jadi begitu…" aku baru mengetahui hal ini, pantas saja beberapa orang yang aku temui merasa tidak nyaman saat aku mengaktifkan Appraisal. Kecuali Hado, mungkin karena dia yang terlalu bodoh dengan sikap itu.
"Yah, wajar bagimu jika tidak mengetahui tentang hal itu itu. Bahkan jika Kamu mengamati ku dengan cermat, Kamu tidak akan bisa mengetahuinya."
Seorang prajurit tingkat atas bahkan dapat mendeteksi penggunaan keterampilan penilaian? Nanti, Aku akan mencoba melihat ke cermin untuk melihat bagaimana mata ku bergerak ketika aku menggunakan skill appraisal. Ini adalah saran yang sangat bagus dan aku harus mempelajari bagaimana keterampilan ku bekerja.
Aaron kemudian melanjutkan untuk mengajari ku tip berguna lainnya.
"Sebenarnya ada cara untuk sementara menghalangi skill appraisal."
"Aku sangat ingin tahu tentang itu."
Aku akan bersyukur memiliki teknik seperti itu karena statistik ku berbeda secara eksponensial jika dibandingkan dengan orang normal. Aku juga tidak ingin informasi ku diketahui selama pertempuran.
"sekarang, cobalah, gunakan skill penilaian pada Aku."
Seperti yang dikatakan, Aku menggunakan keterampilan Appraisal kepadanya.
Tunggu!? Apa ini! Mataku tiba-tiba dibutakan untuk sementara waktu. Apa yang telah dia lakukan…?
"Ketika kamu menggunakan skill penilaian pada ku, Aku melepaskan kekuatan sihir ku di dalam tubuh. Dengan waktu yang tepat, itu akan menonaktifkan keterampilan penilaian dan juga membutakan mata pengamat untuk sementara. Tidak banyak orang yang tahu tentang trik kecil ini saat ini, tetapi masih memiliki kegunaannya. Kamu harus ingat ini"
Dari penjelasannya sepertinya aku mengerti dengan cara yang dia gunakan, tapi sebelum bisa menggunakannya, aku harus terbiasa untuk melihat skill Appraisal dari musuh yang bergerak. Karena itu aku bisa menggunakan trik yang di berikan Aaron. Jika tidak maka aku belum sanggup untuk menggunakannya.
"Sepertinya sudah terlalu siang, mari istirahat dan makan siang."
"Ya."
Aku belajar berbagai hal. Augus memang mengajari ku cara bertarung, tetapi dia tidak pernah memberi tahu ku apa pun tentang fondasi dan yang lainnya. Dan menurutku cara bertarung tanpa fondasi itu tidak memberi banyak kekuatan yang bagus, semua gerakan bahkan bisa dikatakan hancur, dan tidak memiliki ritme serta kaki-kaki yang bagus, itulah kenapa aku sering sekali terpental dan tidak memiliki pukulan dengan kaki-kaki yang kuat. Makanya, setiap tebasan pedang dan ayunan pedang ku akan menjadi sesuatu yang sulit saat di pertemukan dengan sosok kuat. Sepeti halnya monster tikus dan kobold serta Golem pasir. Mereka membuat ku terpelanting berkali-kali.
Itu karena aku tidak memiliki pondasi di setiap pergerakan ku.
Itu sebabnya aku benar-benar memahami pentingnya pelatihan Aaron. Tentunya suatu hari nanti akan terbukti berguna dalam situasi yang tepat.