Dongeon tower 37
ketika fajar aku kembali, kali ini aku mengendap-endap melalui jendela kamar dan setelahnya aku memilih untuk membersihkan diri. Aku menghindar ada seseorang yang masuk dan melihat keadaanku yang benar-benar kotor. Ini tidak seperti yang mereka pikirkan. Aku menghabisi waktu bersama dengan monster-monster yang memiliki potensi untuk menghancurkan ku. Dan beruntungnya, aku berhasil membalikkan keadaan dan kini aku yang menguasai mereka.
Siapa yang menyangka jika perburuan malam ini akan benar-benar sukses untukku, dan aku bisa dengan mudah be senang-senang ketika aku bersama dengan Jess dan Augus.
Setidaknya masalah kelaparan dan juga Kobold yang akan membahayakan kebun anggur sudah aku singkirkan, sisanya biarkan Roxy yang mengurusnya karena aku ingin beristirahat pagi ini.
Setelah selesai mandi dan mengganti pakaian serta merendam pakaian kotor yang aku gunakan semalam, aku berpikir untuk berisitirahat dan merebahkan tubuhku yang terasa begitu lelah.
Hingga beberapa saat ketika aku sudah merebahkan tubuh ku, pintu kamar terbuka, seorang pelayan masuk membawa sepiring sarapan yang memang disediakan untukku.
Aku beranjak dan tersenyum menyambut kedatangannya.
"Apakah tidurmu nyenyak?"
Aku tersenyum dan mengangguk pelan.
"Sepertinya kau kelelahan, hingga semalam tidak muncul. Padahal malam tadi kondisinya benar-benar tidak bagus." Pelayanan itu meletakkan sarapannya sedangkan aku yang mendengar kabar itu hanya mengerutkan kening tak mengerti.
"Apa maksudmu?"
"Tidak ada. Hanya saja semalam keadaan benar-benar genting. Ada segerombol monster yang masuk dan ada beberapa orang yang tidak aku kenal masuk. Sepertinya mereka orang-orang yang dianggap sebagai pemberontak. Beruntung nyonya Roxy ada di sana malam tadi. Hingga kekacauan tidak sampai membuat keributan."
"Apa ini ada hubungannya dengan kebun anggur?" Aku bertanya dengan hati-hati, karena jika iya maka itu ada hubungannya dengan kobold yang aku kalahkan semalam. Mungkin mereka berpikir jika para kobold akan datang membantu mereka untuk membuat kekacauan, tapi sayangnya mereka tidak menyangka jika aku sudah menghentikan para kobold terlebih dahulu bahkan sebelum mereka benar-benar keluar dari dimensi tersembunyi itu.
"Sepertinya begitu, nyonya Roxy dan tuan kota akhirnya memenjarakan mereka dan mengintrogasi satu persatu dari mereka, sayangnya dari banyak orang yang di tangkap tidak ada satupun yang buka mulut."
Sang pelayan yang memberikan informasi ini mulai membuka gorden di kamar ku, lalu sedikit diam ketika dia berada di jendela yang aku gunakan untuk masuk pagi tadi. Sebelum akhirnya dia menoleh dan menatapku sebentar.
"Apa kau bangun pagi-pagi sekali?"
"Ya?"
Dia terdiam sejenak saat menatapku sebelum akhirnya dia menunjuk pada gordeng di sana. "Kain ini terasa begitu dingin. Aku pikir kau baru saja keluar pagi-pagi tadi."
"Oh itu ... Aku berpikir untuk melihat kebun anggur dari jendela sebelum matahari muncul pagi tadi, tapi ternyata udara terlalu dingin dan akhirnya aku mengurungkan niat ku."
"Oh seperti itu...."
Aku mengangguk dan sedikit bernapas lega, setidaknya dia hampir saja curiga dengan tingkah dan gerak gerik ku. Semua karena sepertinya aku sedikit ceroboh dan membiarkan jendela kamar terbuka semalaman. Siapa yang mengira jika pelayan rumah akan menyadari hal sekecil itu.
"Baiklah, sepertinya kamarmu tidak perlu aku ber akan. Kamu bisa sarapan dan beristirahat lebih lama lagi. Dan jika kamu bosan kamu bisa memanggil ku untuk meminta apapun bantuan yang kau inginkan."
Aku tersenyum membalas perkataan itu. "Terima kasih, kau begitu banyak membantu."
Dia membalas senyumku sebelum akhirnya dia memilih untuk keluar dan meninggalkan aku di kamar.
Aku sedikit tidak nyaman dengan keberadaannya, dia terlalu sensitif dan tergolong berhati-hati di setiap pekerjaan. Sebenarnya itu bagus untuk seorang sepertinya, tapi apa yang dia lakukan malah membuatku merasa tidak nyaman.
Aku menghela napas, melihat sejenak pada nampan berisi sarapanku pagi ini. Sepertinya tidak ada yang sepesial pagi ini.
Aku memutuskan untuk sarapan sebentar sebelum akhirnya aku memutuskan untuk keluar rumah. Seperti biasa, menjadi seorang tamu dan berdiam diri di dalam kamar terus menerus tidaklah baik. Untuk itu aku memutuskan untuk mencari Roxy dengan tujuan agar aku bisa berbaur dengan mereka. Contohnya saja memetik anggur dan membantu orang-orang untuk memuat anggur dan menyiapkan barang yang akan kami bawa ke kota nantinya.
"Kau sudah bangun?"
Aku tersenyum ketika aku sampai. Redy dengan topi berkebunnya menyapaku dengan senyum lembut di sana.
"Tempat ini terlalu nyaman untuk menjadi tempat tinggal. Aku bahkan sampai lupa jika aku memiliki tugas dari serikat yang harus aku kerjakan."
"Tentang isu monster Lich yang menyerang manusia?"
Aku mengangguk pelan.
"Kalau boleh jujur. Sebenarnya aku tidak terlalu percaya dengan keberadaan monster itu, bagiku dia tidak berbahaya. Dan sejatinya mereka hanya membesar-besarkan rumor itu untuk keuntungan mereka sendiri."
"Sebenarnya aku berpikir demikian, tapi semuanya tidak akan bisa di tenggelamkan jika belum ada bukti yang terkumpul bukan, bahkan rumor itu akan terus membesar jika masalah ini masih belum terpecahkan."
Roxy mengangguk sebentar, sembari memetik anggur yang ada di atas kepalanya, dia memilih anggur yang berwarna hitam gelap dan memisahkan dengan anggur berwarna merah yang menjadi kualitas baik dari kebun ini. Seperti seorang ahli yang biasa memetik buah dan memisahkannya, mungkin karena ini adalah pekerjaan sebelum dirinya bergabung ke dalam menara membuat Roxy terlihat begitu mudah saat melakukannya.
"Dan karena rumor uang beredar itu. Beberapa orang meminta bayaran lebih untuk satu kali pengawalan barang. Itu benar-benar menekan petani seperti kita."
Aku hanya bisa mengangguk ketika Roxy mengeluh akan masalah pertanian, ini sama seperti ketika aku mendengarkan keluhan dari seseorang yang berpengaruh.
"Untuk itu serikat memberiku misi untuk menyelesaikan tugas ini. Sepertinya akan berjalan lancar ketika kita kembali nanti."
"Dan apa kau berpikir untuk mengambil keuntungan dari pengiriman kali ini?"
"Jika itu bisa dilakukan kenapa tidak."
Roxy mengangguk pelan, sembari melanjutkan pekerjaan, tidak ada yang lebih baik dari masalah ini. Bahkan jika ada kesempatan. Sepertinya aku akan mengambilnya, ini tidak hanya untuk kepentingan orang-orang yang dirugikan dengan rumor tentang lich, tapi juga orang yang mendalami peran ini seperti halnya aku.
Aku akan sulit bergerak karena rumor itu terus saja berkembang seiring berjalannya waktu.
"Aku tidak masalah walau kau harus menggunakan pengiriman besok, dan aku juga akan membantumu ketika kau kesulitan nanti."
"Aku akan berterima kasih untuk hal itu. Bahkan itu lebih baik." Aku tidak tahu harus berkata apa, karena bantuan dari Roxy akan sangat berguna untukku.
===
Keesokan harinya kami sudah siap. Semua bawaan sudah tersusun rapi di atas kereta, semua sudah siap dalam perjalanan dan beberapa penjaga sudah siap untuk mengiringi kami.
Perjalanan kami ini Roxy memutuskan untuk tidak membawa beberapa pengawal karena itu akan merusak rencanaku. Aku tidak masalah justru itu lebih baik, dengan ini aku akan baik-baik saja dan berharap rencana kali ini akan berhasil.
"Aku harap misi mu lekas selesai, agar kau tidak terlalu terjebak dalam misi ini."
"Aku juga berharap seperti itu, karena bagaimanapun juga ini adalah misi yang sulit."
"Mencari dan membuktikan rumor yang ada, sepertinya kau akan kesulitan, sama halnya seperti aku."
Aku terdiam sejenak, menoleh ke arah Roxy untuk menatapnya lekat-lekat sebelum bertanya. "Apa ada masalah?"
Dia menggeleng sebentar lalu menoleh ke arahku dan tersenyum kecil. "bukan masalah yang besar. Dan semua sudah berakhir sekarang?"
"Apakah itu karena kobold?"
Dia diam. Lalu tak lama setelahnya dia mengangguk kecil. "Hanya masalah yang ada di kebun anggur." Dia menghela napas pelan sebelum melanjutkan. "Ada beberapa orang yang ingin mengambil alih kebun anggur, dan itu agak menyulitkan bagi kami, mereka mengatasnamakan orang-orang yang berpengaruh, dan mendesak kami. Hanya saja semalam kami mampu menghentikan aksi mereka dan sekarang, aku harap semuanya benar-benar berakhir?"
Aku tahu, semua rencana ini pasti ada sangkutannya dengan senjata yang aku bakar sebelumnya, dan kobold semalam. Beruntung aku bisa bertindak dengan cepat. Setidaknya itu bisa memberikan sedikit bantuan untuk Roxy.
"Aku berharap semua akan baik-baik saja."
Hanya itu yang bisa aku ucapkan, karena bagaimana pun aku tidak mengerti duduk masalahnya, dan itu adalah masalah internal yang mana aku sebagai orang luar tidak pantas untuk mengetahuinya.
Perjalanan kami lanjutkan, dan selama perjalanan aku merasa semua baik-baik saja, tidak ada yang aneh sekalipun. Bahkan keanehan ini malah membuatku sedikit tidak nyaman.
Aku berkali-kali melihat ke luar jendela kereta untuk memastikan. Namun sepertinya tidak perlu ada yang di khawatirkan. Aku merasa semua akan baik-baik saja.
Hingga sampai pada perbatasan, aku merasa ada yang janggal. Bukan hanya aku saja, tapi Roxy juga memberikan saran untuk tetap waspada di dalam kereta, dia memang tidak mengatakannya, tapi dari sentuhannya aku bisa memahaminya.
Aku mengangguk kecil dan mencoba untuk tetap tenang, ini akan baik-baik saja. Kekuatanku yang sekarang hampir setara dengan Felix, dan itu tidak akan mudah dikalahkan, aku berharap Roxy akan menyembunyikan rahasia ini ketika aku mengamuk nanti.
Dan tak lama setelah itu, kami mengalami penyergapan. Seperti yang aku harapkan, mereka semua benar-benar datang untuk merampas barang bawaan kami.
Tak ingin terlalu banyak penjaga yang mati, aku segera melompat dari dalam kereta. Jess dengan cepat ku ubah menjadi pedang panjang dan dengan segera aku menepis anak panah yang melaju hampir mengenai salah satu pengawal.
"Lebih baik kalian berlindung sekarang!"
Aku tidak ingin ada lebih banyak korban yang berjatuhan.
Perlahan aku mengangkat kepalaku, melihat bagaimana orang-orang yang menghadang kami. Mereka memiliki total lima orang. Dan mereka adalah pemburu yang biasanya menyerang orang-orang tak bersalah untuk bertahan hidup.
Aku menatap mereka dengan sengit. Menjatuhkan Jess dan menyeretnya di atas tanah.
"Apa ini semua perkejaan kalian?" Aku berjalan mendekati salah satu dari mereka dan mulai mengintrogasi. "Lich? Apa kalian yang menyebarkan rumor itu untuk membuat orang-orang takut?"
Mereka saling tatap sebentar sebelum akhirnya salah satu dari mereka membisikkan sesuatu ke arah pemimpin mereka hingga tak lama setelahnya dia tertawa sangat kuat.
"Hahaha! Apakah kau di Alea? Pemburu level satu yang paling lemah diantara para pemburu yang ada di dalam menara?"
Sial! Sepertinya namaku memang sudah melegenda di dalam menara sebagai pemburu paling lemah yang pernah ada. Ini akan sangat menyulitkan. Namun sepertinya tidak masalah. Aku bisa mengatasinya untuk menyembunyikan kekuatanku.
"Kalau iya kenapa? Aku hanya ingin jawaban dari kalian! Apakah kalian adalah orang-orang yang mengambil keuntungan ketika rumor lich menyebar?!"
"Sialan! Sepertinya kau terlalu banyak bertanya!"
"SERANG!"si pemimpin memberikan perintah, dan tak lama setelahnya. Mereka langsung berlarian ke arahku dengan senjatanya masing-masing. Ini akan sedikit merepotkan jika saja aku belum berkembang. Namun sepertinya aku harus berterima kasih kepada kobold yang memberikanku kekuatan yang berlimpah hingga mampu membuatku berkembang dengan pesat.
Yah, walau level ku masih bertahan di level satu. Setidaknya itu bukanlah masalah!
Aku mengambil kuda-kuda dan tetap membiarkan Jess berada di atas tanah, aku menyeretnya dengan sengaja, hingga saat mereka datang, aku bisa dengan mudah mengangkat pedang dan memberikan luka kepada mereka. Itulah tujuannya.
Aku akan berpura-pura jika aku lemah, dan setelahnya aku akan memberikan pukulan telak kepada mereka.
Satu orang datang menerjang, yang sayangnya bisa dengan mudah aku halau hanya menggunakan tangan, aku menghindari serangannya yang terlihat sangat lambat.
Dan tangan kiriku saja sudah mampu mengimbangi kekuatannya. Ini jauh lebih mudah seperti perkiraan ku.
Aku tersenyum, bahkan sebelum aku mengangkat Jess mereka bukanlah apa-apa.
"Apa hanya ini saja kemampuan kalian untuk menghadapi pemburu lemah seperti ku?"
"Sial! Jangan meremehkan kami!" Sang ketua sepertinya terprovokasi karena ucapanku, dia benar-benar marah dan dengan cepat dia berlari ke arahku.
Dengan pedang besar di tangannya, itu akan terlihat sulit untuk dihalau. Hingga akhirnya ketika dia mulai dekat. Roxy datang dengan keterampilan kesatria sucinya.
Dia adalah malaikat yang mendapat berkah spesial dari para dewa. Dengan kemampuannya, apapun tidak akan bisa menembus pertahanannya.
Keterampilan itu berada di atas level 50 dan dia adalah orang-orang yang terpilih.
"Terima kasih!" Aku tersenyum kecil, padahal aku saja sudah mampu untuk menangkis serangan pria itu. Namun sepertinya Roxy sudah tidak tahan untuk ikut bergabung bersama kami.
"Bukan masalah.*
Aku berjalan di sisinya, pertarungan tunggal berganti menjadi pertarungan ganda, dan sepertinya ini akan menjadi lebih mudah sekarang.
Aku tersenyum, kini aku tidak ingin menunggu lagi. Aku berinisiatif untuk datang ke pada mereka dan memberikan serangan terbaikku. Aku ingin Jess berkembang. Dan aku ingin melihat sejauh mana perkembangan ku.
Aku segera menerjang ke arah mereka, pertarungan pedang menjadi masalah utama yang mana aku lebih unggul dari pada mereka. Aku sudah mendapatkan begitu banyak pengalaman sebelumnya. Dan melawan dua orang bukanlah masalah. Aku bisa dengan mudah menangani mereka dengan kepiawaian ku menggunakan pedang.
Dua egoku adalah pedang dan busur, untuk itu aku bisa dengan leluasa bermain-main dengan mereka.
"Apa sudah selesai?" Aku bertanya ketika melihat dua orang mulai kelelahan di sana. Tak ingin mengukur waktu lebih lama lagi. Aku segera menangkap mereka. Membawanya ke dalam ikatan yang sudah aku sediakan.
Aku sengaja mengukur waktu agar mereka kehabisan tenaga dan bisa dengan mudah menyerah, karena dengan itu aku tidak perlu melukai ataupun membunuh mereka. Mungkin aku akan menyeretnya ketika kembali ke kota nanti.
Aku selesai dengan dua orang yang aku hadapi. Dan ketika aku melihat ke arah Roxy, sepertinya dia juga sudah selesai dengan tiga orang yang dia hadapi. Aku tersenyum senang melihat keberhasilan kami.
Setelahnya aku berjalan mendekatinya dan bertanya. "kau benar-benar kuat." Aku terpukau dengan keterampilan yang dimiliki oleh Roxy. Dia benar-benar luar biasa.
Bahkan pemimpin yang tadi banyak mulut dan bau itu bisa dikalahkan dengan mudah.
"Sepertinya sumber masalah sudah selesai, aku akan menyerahkan mereka kepadamu."
"Tentu saja, aku akan membawa mereka ke serikat dan membiarkan orang-orang serikat mengintrogasi mereka. Itu akan berguna nantinya."
"Kau yakin dia akan memberikan informasi nantinya?"
"Aku harap seperti itu. Karena posisi mereka yang tidak terlalu menguntungkan, mungkin mereka akan buka mulut."
"Jika seperti itu, aku hanya berharap misi mu akan segera selesai."
Aku hanya mengangguk pelan. Dan setelahnya aku menyeret mereka untuk ku bawa ke serikat.
Aku menyelesaikan misi dan mendapatkan kekuatan baru ketika dalam perjalanan. Ini sama halnya mendapatkan keuntungan dari satu perjalanan.
Aku bersyukur akan hal ini. Dengan ini setidaknya aku bisa berguna untuk serikat.
Hanya saja aku seperti melupakan sesuatu untuk sesaat karena perjalanan ku ini.
Tapi apa ....