dongeon tower 38

2843 Kata
Dongeon tower 38 Ketika kami sampai di kota. Roxy sengaja mengantarku ke gedung serikat, dia membantu ku membawakan orang-orang yang akan diintrogasi nanti tepat di depan aula serikat. Ketika aku turun itu menjadi perhatian banyak orang yang menatap aneh ke arahku. Aku berpikir ini akan baik-baik saja, dan aku mengabaikan tatapan mereka. Aku yang sebelumnya sudah menghubungi brain perihal masalah ini langsung diminta untuk datang ke ruang interogasi dengan membawa buronan ini dengan tanganku sendiri. Ini adalah keberhasilan misi ku. Dan aku akan mendapat penghargaan setelah ini. Bergabung dengan serikat membuatku sedikit mendapatkan penghasilan lain dari perburuan. Dan sekarang aku akan mendapat bonus karena sudah menangkap para bandit yang membuat orang-orang ketakutan. Aku berjalan sembari menyeret lima bandit yang terasa ringan di tangan ku, selama perjalananku menuju ruang interogasi di mana Brain sudah menunggu. Aku menjadi pusat perhatian, dan jujur saja. Aku benci menjadi pusat perhatian! Lagi-lagi aku mengabaikan mereka hingga akhirnya aku sampai di ruang interogasi. Di sana aku mengetuk pintu sebentar sebelum akhirnya pintu itu terbuka dan setelahnya Brain berdiri dengan tatapan tajam menyorot ku. "Apa yang kau lakukan!" "Hah?" Aku yang baru saja selesai menjalankan misi tentu saja terkejut ketika brain berkata demikian, ini sama halnya seperti kamu datang lalu di tanyai sesuai yang tidak kamu tahu. "Apa maksudmu?!" "Aku tanya, apa yang kau lakukan?! Hanya menangkap buronan ini saja kau hampir menghilang selama kurang lebih tiga hari! Apa kau bercanda?" "Tentu saja, aku tentu perlu merencanakan semuanya dengan matang. Karena menangkap bandit seperti mereka tidak semudah yang kau kira!" "Bahkan sampai kau melupakan rencana perburuan kita?" "Perburuan...?" Mataku melotot seketika saat k medengar ucapan Brain. Apa yang dia maksud adalah perburuan tikus tanah? Tunggu tanggal berapa sekarang? Apakah aku melewatkan hari penting itu. Ah sial! Aku benar-benar lupa dengan hal sepenting itu. Semua karena perburuan buku sebelumnya yang membuatku ketinggalan dengan misi penting ini. "Kau ingat?" "Yah ..." Aku menjawab dengan lesu. "apakah aku ketinggalan?" "Sayangnya tidak. Felix tidak akan pergi jika tanpa kau ikut serta." Aku merapatkan kelopak mataku saat mendengar ucapan itu. Felix melakukan hal itu demi aku. Bukankah itu tidak masuk akal? Bisa saja dia pergi seorang diri bersama dengan pasukannya tanpa memperdulikan aku. "Dia ingin kau menjadi penunjuk jalan. Karena kau yang secara tidak langsung memberikan ide dan rencanannya." "Tapi kalian bisa saja meninggalkan kau bukan?" "Tenang saja, kami tidak akan melakukan itu, kau, tahu." Brain membuka pintu lebar-lebar lalu membiarkan aku masuk dan membawa para bandit itu masuk untuk diserahkan kepada orang-orang yang berkaitan dengan masalah interogasi, dan yang jelas itu akan sangat menyakitkan untuk beberapa waktu jika mereka tidak buka mulut. Aku tidak memiliki kepentingan lain di dalam sana, dan memutuskan untuk keluar dan membiarkan orang-orang itu bekerja. "Kau ada acara setelah ini." Brain menghentikan langkahku ketika aku akan pergi, aku menoleh sebentar agar tatapan kami saling bertemu. "Sepertinya tidak." "Baiklah, jika seperti itu. Sepertinya Felix ingin bertemu denganmu." "Bukankah dia sibuk sekarang?" "Tidak juga. Dia senggang untuk beberapa waktu ke depan, dan aku juga memastikan jadwal mu kosong untuk beberapa waktu ke depan." "Apa ini ada sangkutannya dengan perburuan tikus tanah?" Brain mengedikkan bahunya pelan. "Anggap saja seperti itu." Lalu dia berjalan mendahului ku. Aku hanya mengikutinya dari belakang dan membiarkan dia membawaku bersamanya. Bahkan ketika aku sampai, aku disambutnya dengan Felix yang benar-benar tidak memiliki pekerjaan kali ini. Dia terlihat tengah bersantai di kursinya dengan kondisi yang cukup tenang, bahkan ketika melihat kedatanganku dia menyempatkan diri untuk berdiri dan tersenyum kecil. "Bagaimana perjalanan mu?" "Tidak begitu istimewa, aku hanya menjalankan misi dalam perjalanan ini." "Benarkah? Aku kira kau bersenang-senang di sana." Aku bisa saja menceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepadaku di tempat itu, hanya saja aku memilih menahan diri karena bagaimanapun itu adalah rahasia yang aku miliki. Dan jika aku membocorkannya maka sama saja aku mengumbar apa yang aku miliki. "Lalu, kau terlihat banyak berkembang sekarang?" "Jangan mengejekku, aku masih berada di level satu!" "Hahaha, aku pikir tubuh dan kemampuan mu itu bukanlah sesuatu yang dapat di nilai dengan level, contohnya saja kau berhasil memaksa ku untuk melakukan sesuatu yang sedikit di luar nalar ketika di ruang pelatihan." "Anggap saja itu kebetulan." Aku masih tidak menyangkal dengan apa yang terjadi di ruang pelatihan, itu sama sekali di luar kendaliku, dan aku berpikir aku akan baik-baik saja dengan hal itu. Namun ketika aku berhadapan dengan Felix secara langsung entah kenapa aku malah terpancing suasana dan akhirnya tak terkendali, aku hampir meledak dan mengeluarkan seluruh keterampilan yang aku miliki. Dan puncaknya aku benar-benar meledak dan membuat ruang pelatihan hancur. Bahkan aku juga membuat Felix melakukannya. "Kebetulan yang sangat mengerikan bukan?" Aku mengedikkan bahu sebagai balasan, sedangkan Brain yang melihatku hanya mendesis pelan ketika melihat bagaimana sikap ku yang terlihat begitu angkuh. "Kau benar-benar aneh, aku sampai bingung harus bagaimana menyembunyikan keberadaan mu dari orang-orang banyak." "Aku tidak k minta hal itu bukan? Aku hanya meminta tolong bagaimana cara agar mereka tidak tahu dengan keberadaan dan keterampilan yang aku miliki." "Padahal jika dipikir kau bisa saja berada di barisan ranker dan memanjat untuk mendapatkan popularitas." "Aku tidak terlalu tertarik dengan hal itu. Kau tahu, kehidupan bebas lebih menyenangkan dari pada yang kau pikirkan." "Tapi kau sendiri malah bergabung dengan serikat ini." "Itu untuk berjaga akan keselamatan ku." Mendengar jawabanku, brain hanya menghela napas pelan lalu setelahnya dia mendaratkan kepalanya di atas meja dengan tatapan malas. "Aku tidak tahu dengan jalan pikiran mu, Al." "Jangan terlalu dipikirkan." Felix akhirnya menimpali. "Bukankah dia selalu seperti itu. Saudaraku ini memang memiliki sesuatu yang unik dan aku sedikit suka dengan keberadaannya." "Aku tidak tahu seleraku, sialan!" "Jangan mengumpat sialan!" "Kau sendiri kenapa ikut mengumpat!" "Karena kau yang memulai!" Baiklah, sepertinya mereka akan melakukan itu sepanjang hari. Dan tidak akan berakhir sampai ada yang menyela mereka. "Jadi apa rencananya?" Aku menyela kalimat mereka yang terus saja berdebat dengan hal sepele. "Ehem! Maafkan aku." Felix langsung memilih duduk di kursinya sebelum akhirnya mulai menjelaskan apa yang terjadi. "Aku berpikir kita akan melakukan perjalanan dengan orang-orang yang memang bisa merahasiakan perburuan ini. Dan diantara orang-orang itu. Aku sendiri, Brain, kau dan satu orang lagi akan ikut serta dalam perburuan. Mungkin kita terkesan meremehkan, tapi aku pikir semakin sedikit orang, maka akan lebih baik. Dan rahasia tentang perburuan ini akan bisa ditekan sampai kita benar-benar mendapatkan kunci untuk bos lantai ini." Aku mendengar dengan seksama, dan sepertinya tidak ada masalah dengan bagaimana dia menyembunyikan perburuan bini. Toh kita tidak serta merta menyembunyikannya, kita hanya berusaha untuk menekan agar informasi yang kita miliki tidak bocor ke luar serikat. Ini adalah aset dan sesuatu yang berharga untuk dipertahankan. "Aku akan ikut bagaimana kau merencanakannya. Apapun keputusan mu aku akan selalu ada di pihak mu." Felix mengangguk sebentar. "Lalu sebelum itu. Kita akan pergi besok siang, saat semua sudah berkumpul kita akan pergi bersama. Ini sedikit mendesak memang, tapi karena kita sudah membuang cukup banyak waktu, maka aku pikir besok adalah waktu yang tepat untuk melakukannya." Aku mengangguk, lalu perlahan-lahan aku mulai merasakan dadaku mulai panas, dan seperti ada gelombang yang meledak di dalam diriku. Energi yang tak terkendali itu menekan hingga membuatku sedikit sesak dan merasa panas. Aku berharap bisa menahannya. "Aku akan mempersiapkan semuanya, dan hubungi saja aku jika kalian sudah siap." "Kau baik-baik saja bukan?" Sepertinya Felix melihat bagaimana kondisiku. Aku hanya bisa mengangguk pelan sebelum akhirnya berdiri. "Aku permisi dulu untuk sekarang. Sepertinya aku butuh istirahat sebelum hari perburuan tiba." "Baiklah, ambil waktu sebanyak yang kau inginkan, aku sudah menyiapkan hari kosong untukmu beberapa hari kedepan." "Itu bagus, dan terima kasih karenanya." Aku benar-benar pergi ketika merasakan energi dalam diriku mulai meledak. Dengan langkah gontai aku berusaha mati-matian untuk menahan serangan balik dari jiwaku yang terlalu banyak makan. Energi ini kembali meledak untuk kesekian kalinya, dan itu terasa begitu panas, aku harus segera menekan kembali jiwa-jiwa ini agar aku bisa kembali tenang dan memurnikan semuanya. Jika Aku membuat kesalahan lagi, maka akan dipastikan kesadaranku akan dimakan, dan hal itu tidak akan baik, apa yang akan terjadi jika aku hilang kendali. Maka akan ada perdebatan baru dan rumor baru yang beredar. jiwa yang meledak membuatku merasa ingin marah dan lepas kendali yang membuat aku berkeringat dingin. Namun kemudian, ketika aku sampai di kediaman ku. Aku mulai berusaha untuk memurnikan dengan cara meditasi, ini akan membantu menekan rasa sakit yang meledak di dalam tubuh. Dan perlahan demi perlahan. Aku bisa mengendalikannya. Walau butuh konsentrasi yang cukup tinggi, tapi aku bisa memurnikannya dan menjadikan energi itu sebagian dari diriku sendiri. Aku bisa merasakan bagaimana energi merambat masuk ke seluruh pembuluh darah ku dengan energi yang meledak-ledak. Aku tersenyum ketika merasakannya. (Kau menguasainya?) [Seperti yang di harapkan dari seorang yang bisa menguasai dua ego sekaligus!] "Jangan memujiku, aku hanya berusaha dengan pengetahuan yang aku miliki!" (Tapin setidaknya itu berguna bukan?) "Itu lebih baik dari pada tidak sama sekali." [Jadi bagaimana perasaan mu sekarang?] "Aku tidak merasakan apapun. Hanya bagaimana kekuatan sihir dan juga stamina ku yang berkembang dengan pesat." (Tidak apa. Semua memang membutuhkan proses, dan sekarang kau bisa menguasai energi yang kami dapatkan, sedikit demi sedikit semua akan menjadi bukit, dan kau akan bertambah kuat seiring berjalannya waktu.) "Terima kasih?" Aku tidak tahu harus berkata apa, karena tanpa kehadiran ego. Aku tidak akan bisa berkembang sejauh ini, dan karena mereka juga aku bisa mendapatkan posisi yang aku inginkan. Sekarang. Ketika aku melihat tangan kanan ku yang terasa begitu kuat. Aku bisa melihat bagaimana masa depan akan berjalan mulus di kedua telapak tanganku. Aku akan menyelesaikan semuanya dan memberikan, memujudkan semua harapan yang tertahan dari banyak orang yang bernasib buruk di luar menara. Aku akan menyelesaikan setiap lantai, dan memberikan semua orang akses untuk masuk. Aku akan membawa mereka ke dalam dunia yang sanggup untuk menampung puluhan juta manusia yang ada. Itu adalah ambisi, sampai aku mencapai puncak lima puluh, maka aku akan mewujudkan semua yang mereka inginkan. "Aku akan mewujudkan impianku selama ini dengan kekuatan ini. Aku harap, kalian akan selalu bersamaku sampai aku benar-benar mewujudkan keinginan ku." [Tentu saja! Memang kau pikir apa yang akan kami lakukan tanpa dirimu!] (Benar apa yang dikatakan Augus, kamu tidak akan berguna jika tidak bersama mu.) Mendengar itu tentu saja membuat hatiku membuncah, aku merasa begitu bahagia ketika melihat semangat yang diberikan oleh dua egoku. Aku benar-benar bersemangat dengan semua pencapaian ini. Tapi yang menjadi masalah sekarang adalah keberadaanku. Dengan jumlah kekuatan yang aku miliki sekarang dan sarena statistik ku yang naik semakin tinggi, Aku seharusnya lebih berhati-hati dalam menerapkan kekuatan ku, karena jika saja aku ceroboh. Akan banyak orang yang datang mengincar ku. Namun dengan semua kekhawatiran ku yang terkesan terburu-buru, sepertinya aku tidak terlalu takut ketika aku sendiri memiliki Felix dibelakang ku, itu akan berguna untuk keamanan ku sendiri. Namun demikian, berhati-hati bukanlah menjadi masalah yang besar. Aku harus bisa menguasai diri untuk tidak tergesa-gesa dalam menggunakan kekuatan. Bahkan setelah mengalahkan pemimpin kobold, statistik yang aku miliki bahkan telah melampaui Ksatria Suci. Jadi aku berpikir sudah waktunya bagi aku untuk belajar bagaimana menyesuaikan diri dengan benar. Yah, statistik, dengan itu aku akan terus berkembang. Dan karenanya aku akan terus meningkat karena penguatan Augus, jadi Aku harus membuat banyak penyesuaian di masa depan. Bagaimanapun, bahkan tanpa keterampilan untuk melahap sesuatu, statistik cepat yang meningkat karena memenangkan pertarungan tidak dapat dihindari. Semakin banyak aku melahap jiwa monster, maka statistik ku akan meningkat dengan pesat. Dan semakin banyak Augus melahap jiwa-jiwa maka akan semakin kuat dia kedepannya. Aku berpikir, jika Augus bisa naik ke tingkat satu. Apa yang akan terjadi jika dia terus melahap banyak jiwa. Apakah dia akan naik ke tingkat dua ketika dirinya mencapai level 100? Aku penasaran dengan hal itu. ===== Malam kembali datang, Aku segera mengenakan topeng tengkorak dan pergi ke sarang Goblin. Hari ini, Aku akan berburu di hutan hobgoblin. Karena sudah kehilangan makanan apa pun saat aku tinggal di wilayah itu, keterampilan Gluttonku setara dengan perut kosong. Meskipun hutan itu remang-remang, dengan penglihatan malam aku masih memungkinkan untuk menentukan lokasi hobgoblin. Tanpa ampun aku memburu mereka semua yang sedang tidur, bahkan yang sedakar berkeliling. Mereka menjadi mangsa empuk untukku. Augus dengan cepat melahap mereka tanpa tersisa. Keterampilan Kerakusan Diaktifkan. Endurance+440, Physical Strength+220, Magic+110, Spirit+110, Agility+110 akan diterapkan pada statistik saat ini. Aku mendengar suara anorganik itu berulang kali di kepalaku. Itu memberikan efek yang sangat bagus untukku. Namun, kelaparan belum terpuaskan. Kondisi saat ini tidak begitu baik. Karena aku terkesan tergesa-gesa untuk memburu mereka yang sudah tidak memberikan banyak pengaruh kepadaku. Sampai saat ini, aku hanya bisa memuaskannya dengan berburu goblin… Dan apa penyebabnya, Aku pikir Aku mulai mengerti. Semuanya diceritakan oleh Augus sebelum aku kembali berburu dia berkata, bahwasanya, peringkat, kekuatan dan juga Status yang meningkat membuat kami sedikit sulit untuk mengenyangkan keserakahan. Skill keterampilan itu telah mencicipi pemimpin kobold. Yang mana memiliki jiwa yang sangat besar. Untuk itu, Sekarang, dia akan sangat sulit bahkan tidak bisa dipuaskan oleh jiwa iblis berperingkat lebih rendah seperti goblin. "Tapi, apa yang harus Aku lakukan jika berburu tidak memuaskan rasa laparnya." Aku benar-benar bingung karena mulai perlahan keserakahan terus memaksaku untuk melahap apapun yang ada, aku sudah berusaha menekan keterampilan ini. Hanya saja jangkauan dan serangannya benar-benar kuat. (Sepertinya Kamu harus mulai memahaminya. kami sebagai Pemiliki keterampilan dan pemilik kami para ego, seharusnya memiliki jiwa yang bisa memimpin dan mengendalikan ksmi. Apa yang akan terjadi jika dibiarkan kelaparan?) "Aku akan berusaha untuk itu. Hanya saja beritahu aku caranya!" Sialan, ini akan sangat sulit di kendalikan, rasa lapar dari keserakahan benar-benar menyulitkan ku. Andai saja keserakahan tidak memakan tipe (pemimpin) mungkin dia tidak akan seperti sekarang ini. Sial! Jika Aku mengetahuinya, Aku akan tetap tinggal dengan sekelompok goblin sebagai gantinya. Tidak, itu tidak bisa dihindari. Tentu saja aku tidak bisa membiarkan pemimpin Kobold berkeliaran. Jika dibiarkan saja dengan pasukannya sendiri, itu mungkin akan menyebar ke setiap wilayah menuju perkebunan anggur dan membuat kekacauan. Pilihanku sudah sangat tepat dan aku tidak seharusnya menyesali semua yang sudah aku lakukan. Dan jika aku membiarkannya, mungkin aku tidak akan mencapai titik ini sampai detik ini. Aku sendiri merasa senang ketika aku menyadari, aku bisa mengalahkannya, tetapi untuk berpikir jika masalah itu malah meninggalkan hadiah perpisahan yang merepotkan … sepertinya itu bukanlah sebuah penyesalan sekarang. Sial….! Entah apa yang terjadi, tapi sekarang aku bisa merasakan mata kananku terasa begitu panas. Setelah melahap sekitar sepuluh hobgoblin lagi, Aku mulai merasa tidak nyaman. Aku melihat bayanganku sendiri melalui permukaan hitam Augus. Di bawah topeng kerangka…. Keserakahan, sepertinya dia benar-benar mengendalikan semuanya, aku harus berpikir bagaimana cara menyudahi penderitaan ini. Jika ini terus berlanjut. Maka aku yang akan menjadi korban setelahnya. Aku akan hilang kendali dan efeknya akan benar-benar menyakitkan untukku. Diam aku termenung ketika melihat bagaimana bayanganku sekarang. Di permukaan hitam itu aku bisa merasakan, pupil merah menatapku. Mata kiri ku mulai menghitam. Sedangkan mata kananku ku berwarna merah cerah. Kondisi ini adalah kondisi yang sudah tidak bisa aku Kendalikan lagi. Keadaan kelaparan. Diaktifkan. Aku tidak yakin dengan kondisi ini, ketika aku juga merasakannya. Segera, monster di sekitar hutan ini tidak akan cukup untuk mempertahankan tingkat kelaparan dari Skill keserakahan. Aku tidak bisa hanya menunggunya menggeliat di sekujur tubuhku. Ini akan sangat merepotkan, tapi aku akan berusaha untuk mengendalikannya. "Apa tidak ada cara lain untuk menekan keterampilan ini aktif!" (Sepertinya kau harus meditasi untuk mengendalikan keterampilan itu. Jika terus dilanjutkan maka aku takut akan terjadi sesuatu yang merepotkan nantinya.) Baiklah, tidak ada pilihan lain. Aku memilih untuk duduk dan mulai meditasi untuk menekan keaktifan dari keterampilan ini. Jika aku bisa melakukannya maka aku akan bertarung dengan keterampilan ku sendiri di alam bawah sadar ku. Itu akan merepotkan hanya saja tidak ada cara lain untuk melakukannya. Hari ini seharusnya masih baik-baik saja, tapi tidak banyak waktu yang tersisa. Itu akan datang pada akhirnya. Dan aku akan kesulitan ketika menghadapi keterampilan yang mungkin saja akan bertemu dengan manusia nantinya. [Aku tidak bisa memberikan bantuan untuk kali ini.] "Aku mengerti, ini akan menjadi pertarungan ku." Aku sudah terlalu siap untuk melakukan perlawanan seperti ini. Bahkan dengan kondisi tertentu aku bisa mengendalikan diriku sendiri. Entah apa yang akan aku hadapi nanti, tapi ini tidak jauh beda saat aku bertemu dengan Augus dan juga Jess. Aku tidak berharap jika dia adalah Ego, hanya saja, keterampilan yang merepotkan dan bagaimana dia memilih untuk melekat dan tumbuh ketika mendapat jiwa dari kobold, itu akan sangat merepotkan. Aku masih mencoba untuk meditasi ketika aku sampai di alam bawah sadar ku. Aku berusaha untuk tetap tenang dan mengendalikannya. Hingga tiba-tiba aku merasakan energi yang sangat kuat dari belakang tubuhku. Dia menyerangku dengan energi dalam yang sangat kuat. Namun, serangannya tidak berarti apa-apa untukku, itu sama halnya dengan sengatan lebah yang tidak akan berpengaruh banyak untuk diriku. "Apa uang kau lakukan?" Perlahan aku membuka mata, melihat bagaimana sosok gelap yang bersemayam di sana mencoba untuk menyerangku. "Berhentilah bermain-main! Aku tidak sedang dalam kondisi bermain! Jika kau ingin musnah maka bicaralah! Aku akan memusnahkan mu saat ini juga!" Dia tidak menjawab. Tatapannya yang gelap seolah menatapku dengan tajam. Melihat itu tidak membuatku takut sedikitpun. "Jika kau tidak bicara, maka aku akan menunjukkan siapa tuan di tempat ini!" Aku menekannya, mengeluarkan energi dalam yang sangat kuat. Peningkatan yang aku rasakan membuat dia tidak bisa bergerak di dalam kesadaran ku.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN