dongeon tower 39

2852 Kata
Dongeon tower 39 "Jika kau menyerah sekarang aku akan melepaskan mu, tapi jangan salahkan aku jika aku akan membunuhmu jika kau masih saja bertahan dan membuat kekacauan!" Sebenarnya aku tidak tahu apa yang terjadi pada keserakahan, dia seolah memisah dari Augus dan membentuk jiwa yang baru. Jiwa yang tercipta ketika dia melahap sosok yang lebih kuat dari biasanya. Jiwa yang entah kenapa melekat di dalam diriku dan memberikan sebagian energi yang dia serap kepadaku. Itu alasan kenapa aku merasakan energi yang benar-benar meledak setelah berhasil melahap jiwa pemimpin Kobold. Dan jujur saja, itu sangatlah merepotkan. "Jika kau masih ingin bersama ku. Maka tunjukkan rasa hormatku. Dan turuti perintahku. Jika kau tidak ingin. Maka musnahlah!" Aku tidak bisa membiarkannya semena-mena aku menunjukkan siapa yang terkuat di tempat ini. Hingga ketika aku memberikan tekanan yang cukup besar. Dia tidak berkutik dan bersujud di hadapanku. {Maafkan aku tuan ... Aku hanya kesadaran yang tercipta dari ketidaksengajaan Ketika tuan melahap jiwa yang begitu kuat sebelumnya.} Aku tidak langsung menjawab, aku bahkan masih memberikan tekanan yang kuat terhadapnya. Aku pikir itu adalah sesuatu yang pantas untuk dia yang berusaha untuk menyulitkan ku sebelumnyam sedikit pelajaran ketika dia bersikap semena-mena adalah sesuatu yang pantas untuk dia dapatkan. "Apa yang sebenarnya kau inginkan?" {Maaf tuan. Tidak ada, tidak ada yang aku inginkan selain kebebasan.} "Kebebasan?" Huh! Dia pikir siapa dirinya menginginkan sesuatu yang seharunya tidak bisa dia minta, kebebasan adalah satu hal yang sulit untuk dikabulkan. Dan apa jadinya jika aku membiarkan makhluk seperti itu liar, itu hanya akan membuat kekacauan terjadi di mana-mana. Aku memberikan tambahan penekanan di sana, kekuatan yang aku tambahkan dengan energi api yang mampu membakar keberadaanya. Dia adalah makhluk yang pantas untuk di tiadakan. "Ampun! Tolong beri ku ampunan!" Aku tidak menggubrisnya, aku hanya memberikan dia hukuman yang setimpal dengan apa yang dia lakukan. Sampai aku berpikir, apakah dia Egi seperti Augus dan juga Jess. Apa jadinya jika aku membiarkan dia tetap hidup dan memberikan timbal balik yang bagus untukku. "Jawab pertanyaan ku, apa kau juga sama seperti ego yang lain. Apakah kau akan memberikanku keuntungan jika aku membiarkan mu tetap ada?" {Ampun.... Ampun ... A ... Aku ... Aku akan berusaha memberikan apa yang kau inginkan, tolong jangan bunuh aku.} Mendengar itu, aku tersenyum, ini seperti sebuah bayi yang takut saat diberikan hukuman yang sangat berat, aku berpikir tidak ada gunanya membunuhnya, justru dia akan sangat berguna ketika aku memberikan sebuah tempat dan membiarkan dia melekat di dalam kesadaran ku. Dia akan menjadi sebagian dari tubuhmu dan aku bisa membiarkan dia tetap ada dengan memberikan nama seperti ego pada umumnya. "Baiklah, aku akan memaafkan mu dan memberimu tempat di dalam kesadaran ku. Aku juga akan memberikan nama untukmu, dan karena itu. Kau akan berada di bawah kendaliku. Apapun yang kau inginkan. Semua harus atas persetujuan ku. Dan jika kau mencoba untuk memberontak maka, aku tidak akan segan-segan membunuh mu!" {Baik, aku mengerti tuan!} Aku tersenyum mendengarnya. "Loki si Keserakahan, itulah namamu, dan mulai sekarang kau akan menjadi salah satu senjataku. Aku akan membuatmu berkembang dan menjadi kuat." Aku tersenyum, aku benar-benar merasa puas dengan pencapaian yang aku dapatkan sekarang. Secara tidak langsung aku membangkitkan satu ego yang sangat berguna untuk tubuhku. Dan dengan ini, Keserakahan yang tumbuh ketika memakan jiwa yang kuat akan menjadi salah satu senjataku. Aku memilih meninggalkan kesadaran ku dan kembali ke dunia nyata, di mana Augus dan Jess sudah menyambut ku. Mereka jelas menyadari dengan apa yang aku dapatkan, dan kini, ada satu tambahan cincin yang bersemayam di jari tanganku selain Jess dan juga Augus. (Apakah kau berhasil mengendalikannya?) "Seperti yang kau harapkan. Dia menjadi salah satu rekan kita." (Lalu apa keterampilannya? Apakah kemampuannya akan berguna?) Mendengar pertanyaan Jess tentu saja membuatku tersenyum. Loki tentu akan sangat berguna untuk segala jenis pertahanan dan penyerapan. Walau dia tidak akan berguna untuk digunakan sebagai senjata, tapi akan sangat bagus saat menjadi sebuah pertahanan. Dia bisa menyerap segala jenis kekuatan yang berbentuk energi. Dan mengolahnya menjadi energi untuk diriku sendiri. Hanya saja kelemahan yang berarti adalah serangan senjata fisik. Dia tidak akan bisa bertahan dengan senjata fisik. Dan itu sedikit merugikan walau tidak terlalu bruk untukku. [Aku merasa jika keterampilan keserakahan dalam diriku mulai berkurang. Apakah ini ada kaitannya?] "Hahaha tentu saja kau akan merasakan kejanggalan itu Augus, karena pada kenyataannya, Loki, adalah anak yang lahir dari keterampilan keserakahan yang terlalu banyak melahap jiwa pemimpin Kobold. Dia benar-benar berkembang dengan sendirinya dan kini dia menjadi sebagian dari kita." [Tunggu. Jadi yang kau maksud adalah. Dia lahir dari salah satu dari keterampilan miliki ku?] "Anggap saja seperti itu. Bukannya itu hebat?" [Kau benar-benar gila, Al!" Aku tahu, aku tahu. Aku benar-benar orang yang beruntung di dunia ini, bahkan aku bisa mendapatkan kekuatan yang tidak pernah orang lain pikirkan sebelumnya. Bayangkan jika aku mengembangkan Loki. Seberapa banyak kekuatan yang mampu aku serap dalam waktu bersamaan, aku akan benar-benar menjadi sangat kuat hanya dengan Keserakahan itu sendiri. Dia memberikan aku kesempatan untuk menyalip semakin banyak orang di dalam menara ini. Dan karena keberadaanya, keterampilan yang aku miliki akan semakin banyak menumpuk. Jika keserakahan Augus akan menyerap keterampilan dan kemampuan yang di miliki lawan. Lalu kekuatan Jess yang mampu memurnikan segala jenis kekuatan dan energi gelap, di tambah Loki yang mampu menyerap seluruh jiwa dan serangan energi, apa yang akan aku dapatkan dari tiga Ego ini? Mereka akan memberi ku banyak kekuatan yang maha dahsyat dan dengan ini. Aku akan terlahir kembali. "Untuk membuktikannya, mari kita berburu sedikit lebih lama lagi." Aku mulai berjalan dan menyusuri hutan. Untuk melihat bagaimana suasana malam ini yang cukup tenang. Kelaparan yang aku rasakan sebelumnya sudah mampu aku tekan, dan kini aku merasa bertambah kuat ketika Loki bergabung bersama dengan kami. Aku berjalan menyusuri hutan hingga akhirnya aku menemukan desa goblin yang ada di tengah-tengah hutan. Tak ingin membuang waktu. Aku segera merubah Augus menjadi busur. Membidik pada goblin yang ada, dan satu kali percobaan aku berhasil menikam satu goblin dan menyerap seluruh kemampuannya. Setelah itu aku mengangkat tangan ke udara, dan membiarkan Loki yang berbentuk kabut hitam Melahap seluruh jiwa para goblin. Keserakahan Loki diaktifkan. Jiwa yang terserap 1 Hobgoblin level 1 Keterampilan, penguasaan senjata satu tangan. Tersisa 99/100 Aku melihat sejenak sistem yang muncul. Dan aku tidak mengerti dengan maksud yang di jelaskan pada sistem ini. Selain mendapatkan energi dari jiwa para goblin yang aku serap, ada satu notifikasi yang muncul dan membuatku sedikit mengerutkan kening. "Jess, apa kau mengerti dengan maksud keterampilan ini?" Aku yang masih awam tentu saja bertanya pada Jess. Yang tak lama setelahnya dia muncul dan menjelaskan, jika pada kenyataannya keterampilan Loki adalah keterampilan yang mampu menyimpan jiwa yang di lahap. "Aku tidak tahu apakah kamu bisa memanggil jiwa yang sudah di lahap oleh Loki atau tidak. Namun yang jelas, jiwa-jiwa ini adalah satu kemungkinan jika kamu mampu menyimpan semua jiwa yang dilahap oleh Loki." Mendengar penjelasan itu tentu saja membuatku tersenyum. Bukankah ini sesuatu yang menguntungkan? Lalu daripada terus bertanya-tanya. Kenapa aku tidak langsung mencobanya. Aku segera mengaktifkan keterampilan jiwa yang tersimpan dengan menyebut nama skill itu. "Jiwa yang tersimpan, bangkitlah!" Lalu tak lama setelahnya jiwa goblin mulai muncul dalam bentuk bayangan hitam yang memegang senjata, dia terlihat begitu kuat dan menunggu perintah di hadapanku. [Seperti yang aku duga, kau bisa memanggil jiwa menjadi pasukan bayangan mu sendiri. Ini akan sangat menguntungkan, tinggal bagaimana kau bisa mengumpulkan jiwa-jiwa yang berguna nantinya.] Ho ho siapa yang menyangka jika satu ego akan memberikan ku banyak keterampilan yang berguna. Baiklah, tidak udah menunggu lama lagi, mari kita buktikan bagaimana kemampuan dari bayangan ini, apakah dia akan kuat seperti yang dikatakan? Tapi tunggu dulu. Bukankah dia hanya berada di level satu. Dan jika itu dilanjutkan maka dia bukanlah tandingan bagi para goblin yang ada di sana. Ah, terserahlah, jika aku tidak mencobanya, maka aku tidak akan pernah tahu. Aku segera mengangkat tangan ke udara. Dan membiarkan bayangan itu berlari menyerang desa goblin yang ada di ujung saja. Untuk berjaga-jaga. Aku membiarkan Loki untuk mengikuti bayangan itu dan mengizinkan dia untuk melahap banyak jiwa yang sudah dia kalahkan. Aku hanya akan melompat dan berdiri di tembok pembatas yang terbuat dari kayu, melihat bagaimana bayanganku dan Loki bertarung di sana hingga membuat banyak kekacauan, dan tak lama setelahnya, notifikasi Loki terus bertambah. Keserakahan Loki diaktifkan. Jiwa yang terserap 1 Hobgoblin level 1 Keterampilan, penguasaan senjata satu tangan. Tersisa 98/100 Itu terus bertambah, dan terus aktif Seirama Ng berjalannya waktu, Loki terus melahap jiwa-jiwa yang berhasil dikalahkan boleh bayangan tadi. Dsn itu benar-benar membuatku kuat tanpa bekerja. Aku tidak tahu sejauh mana Loki akan berkembang. Dia terus memberikan serangan secara brutal dan melahap jiwa-jiwa yang terperangkap di sana. Menjadikannya sebagai pasukan bayangan yang bisa aku Kendalikan kapan saja. [Aku bosan sialan! Hanya menonton anak baru bertarung! Aku juga ingin makan!] "Haha! Baiklah, sepertinya kau lapar melihat bagaimana Loki bersenang-senang." Mengikut keinginan Augus, aku mulai mengambil bentuk Augus menjadi busur, dan setelah membidik apapun yang bisa aku bidik, dan tak lama setelahnya beberapa anak panah melesat dengan cepat dan berhasil mengenai kepala Hoobgoblin, itu adalah makanan untuk Augus, dan melihat aku bergerak dan ada jiwa goblin yang terlepas. Loki langsung melahap mereka semua hingga tak tersisa, dan stok pasukan bayangan yang aku dapatkan terus bertambah. Ini benar-benar perburuan yang bagus. Hingga sampai pada titik tertentu aku merasakan kehadiran sosok pemburu yang mendekat dengan pancaran kekuatan yang sangat kuat. "Sial! Ini akan sangat berbahaya." Aku segera merubah Augus menjadi cincin dan memanggil Loki kembali. Setelahnya aku membatalkan keterampilan ku dan membuat bayangan Hobgoblin kembali pada ketiadaan. [Sepertinya mereka datang karena curiga dengan kekuatan kita.] "Aku tidak yakin, tapi ini tidak baik jika kita tetap di sini." Aku segera pergi. Pikiranku mengatakan jika akan berbahaya saat aku bertahan ditempat ini. Untuk itu aku segera pergi dan membiarkan Loki untuk tetap tenang. Dia sudah bisa dikendalikan, dan kelaparan di dalam diriku juga sudah mulai membaik. Dia mulai mengerti dengan sedikit perintah. Dan itu akan sangat baik, jadi Aku meminta Loki untuk keluar dan mengintai siapa uang datang. Aku sengaja membiarkannya keluar dan memerintahkan agar dia tidak membuat kekacauan. Dan setelahnya dia pergi tanpa menolaknya. Dari kejauhan aku bisa melihat jika itu adalah pasukan serikat sebelah yang datang dan melihat secara langsung. Sepertinya rumor tentang lich ini tersebar dengan cepat. Aku segera menarik Loki kembali, dan setelahnya aku kembali ke ibukota. Aku bertemu beberapa pemburu dari serikat sebelah di sepanjang jalan, tetapi Aku tidak repot-repot berhenti. Aku terus berlari di dalam kegelapan, tapi sayangnya, mereka melihat penyamaran ku dan setelahnya nereka berteriak cukup kuat. Aku sebisa mungkin untuk menjauh dan meninggalkan mereka. Lich sudah kembali! Mukuro telah kembali! lari untuk hidupmu! Sial aku tidak bisa pergi jika mereka terus berteriak dan mengundang perhatian. Ini akan sangat berbahaya untukku, aku tidak ingin bertarung melawan orang-orang yang tidak seharunya aku lawan. Aku memikirkan cara, hingga akhirnya aku memilih menyingkirkan topeng tengkorak ini. Dan setelah itu aku memilih untu mundur kembali ke Goblin Prairie di mana tidak ada seorang pun di sekitar tempat itu. lalu melanjutkan perjalanan ku. "Sial! Bisakah mereka lebih diam?" [Bagaimana bisa mereka diam, melihat keberadaannya saja saya dah membuat mereka takut!] "Aku tidak semengerikan itu sialan!" [Itu menurutmu bukan menurut mereka yang melihatmu secara langsung.] "Sialan!" Aku melanjutkan perjalanan untuk kembali ke ibu kota melawan angin yang bertiup di sepanjang Goblin Prairie. Ini sangat menyulitkan, tapi tidak ada cara lain untuk melaluinya. Di sisi lain aku masih belum menyadari mata kiri ku yang berubah menjadi hitam pekat dan persis seperti monster. Itulah kenapa mereka melihatku dengan ketakutan. Aku pikir setelah aku menguasai Loki. Keadaanku akan berubah, tapi nyatanya tetap sama, aku masih memiliki mata yang menyerupai monster. Aku sadar ketika aku melihat jendela kaca rumah. Ketika aku sampai tanpa sengaja aku melihat bayanganku sendiri, dan di sana aku bisa melihat sebelah mata ku terlihat mengerikan. "Sial! Apakah ini efek dari keserakahan?" Aku mengangkat tangan, meraba sepasang mata yang terlihat menggelap dengan pupil merah nyala yang membuatku terlihat mirip dengan lich. (Sepertinya itu efek ledakan jiwa sebelumnya, dan karena kelaparan yang kau rasakan membuat matamu mendapatkan efek yang sepadan dengan kekuatan yang kau miliki.) Aku mendengus pelan mendengar penjelasan dari Jess, ini sama saja seperti cacat fisik yang permanen, dan ini benar-benar mengganggu ku. === Keesokan harinya, ketika aku bersiap, aku memikirkan cara bagaimana cara menutupi mataku saat aku datang ke serikat. Hingga akhirnya aku berusaha menyembunyikan mata kiri yang menyerupai mata monster dengan penutup mata. Bahkan aku sampai berbohong kepada pemburu yang ada di dalam serikat dengan mengatakan bahwa aku telah melukai mata ku saat aku berburu malam tadi. Itu mungkin akan berhasil. Namun aku tidak yakin jika berhadapan dengan Felix, sepertinya dia akan curiga dengan apa yang aku dapatkan ini. Beberapa orang yang ku temui mungkin bisa aku kelabuhi, tapi ada beberapa yang memberikan tatapan aneh kepadaku. Mereka menatapku sebagai orang rendahan yang mengalami nasib buruk dengan mataku. Aku tidak menghiraukan mereka, aku malah berjalan melalui mereka begitu saja, aku memiliki janji dengan Felix dan juga Brain yang mengatakan hari ini mereka akan memperkenalkan ku dengan anggota baru yang akan bergabung dalam perburuan nanti. Mungkin sosok itu sudah aku kenal sebelumnya, atau mungkin saja orang asing. Aku tidak terlalu yakin untuk itu. "Hey orang aneh! Apa yang kau lakukan dengan matamu. Bukankah itu membuatmu seperti orang aneh! Dasar lemah!" Aku melirik kecil ke arah orang yang baru saja melontarkan kata-kata pedas itu. Dia adalah salah satu pemburu dengan keterampilan api yang sangat bagus. Kido namanya, sosok yang begitu dikenal banyak orang bahkan banyak serikat yang mengincar dirinya. Dan entah. Dari sekian banyak serikat yang ada. Dia malah memilih serikat flame red dragon untuk rumahnya. Aku sedikit jijik saat menyadari dia berada di dalam serikat yang sama denganku. Persetan dengan prestasi yang membanggakan itu, toh dia mendapatkannya karena bantuan keluarga, bukan karena usahanya sendiri. Benar-benar benalu keluarga yang bangga dengan apa yang dia dapatkan dari keluarganya. Bagiku dia hanyalah seorang sampah yang tidak berguna, dan ucapannya tidak akan berpengaruh kepadaku. Apa yang dia katakan hanyalah angin lewat yang tidak akan aku anggap. Aku melanjutkan perjalanan dan membiarkan dia terus mengucapkan sepatah kata yang sedikit menyakitkan, bagiku dia tidak ada gunanya. Bukan hanya orang-orang yang berada diluar yang menatapku aneh, bahkan ketika aku masuk, Felix dan juga brain memberikan tatapan yang sama seperti mereka. Hanya saja tatapan kali ini lebih terlihat iba dari pada merendah. "Apa yang terjadi dengan matamu?" "Aku mengalami kecelakaan saat berburu semalam, mungkin sehari dua hari akan sembuh?" "Kau serius? Lalu bagaimana dengan perburuan hari ini?" Tanya Brain yang terlihat khawatir dengan kondisiku. "Tenang saja, Aku bisa melakukannya dengan satu mata." Jawabku, lalu dia bertanya kembali. "kapan kita akan pergi, bukankah semua sudah berkumpul di tempat ini?" "Sabarlah, kita masih membutuhkan satu orang lagi untuk membantu kita?" Aku mengedarkan pandangan, dan benar saja, di ruangan ini hanya ada kami bertiga saja. "Baiklah. Terserah kalian saja." Aku memilih untuk duduk dan membiarkan mereka membicarakan rencananya. Dalam posisi ini aku masih kesal dengan apa yang sudah di lakukan oleh Loki. Dia membuatku benar-benar berada dalam posisi yang sulit. "Bagaimana menurutmu?" "Tidak buruk. Kita bisa mencobanya untuk mengetahui posisi musuh sebelum melakukan p*********n. Mungkin itu akan sedikit berbahaya, tapi tidak ada salahnya mencoba." "Baiklah, jika seperti itu aku akan mengandalkan keterampilan mu kali ini?" Mendapatkan pujian seperti itu tentu saja membuat Brain tertawa puas, dia seolah mendapat angin segar ketika melakukannya. Dalam hal ini aku juga mengakui keterampilan Brain yang akan berguba nantinya, dia memang tipikal pemburu yang selalu mengumpulkan informasi sebelum bertarung. Dan karenanya dia selalu bisa menguasai jalannya pertarungan dan bisa memberikan efek balik pada pertarungan yang ada. Pantas dia menjadi seorang wakil yang dipercayai, semua karena keterampilannya bukanlah sebuah omong kosong. Lalu tak lama setelahnya, seseorang masuk ke dalam ruangan, dan dia adalah James, pria bertubuh besar yang datang dan membuatku sedikit terkejut. Siapa yang menyangka jika salah satu rekanku adalah pria bertubuh besar yang pernah menjalankan misi bersama. Pantas saja kita hanya akan pergi berempat saja, semua karena mereka yakin dengan tanker yang kami miliki. James, melihat bagaimana dia bertarung waktu itu saja sudah membuatku yakin jika dia pasti bisa melindungi kami. Dan tiga orang di saja adalah salah satu kelompok terkuat yang pernah aku ketahui, hanya saja sikap dan arogansi yang mereka miliki tidak menunjukkan semua itu. Mereka hanyalah orang yang biasa saja dan tidak terlalu menonjol, karena bagi mereka, kekuatan bukan untuk dipamerkan. Aku bersyukur bisa berada di dalam tim ini. Hingga sesaat setelahnya aku sedikit terkejut saat James mengangkat tangannya di hadapanku. "Kita bertemu lagi, Al." Aku mengangkat kepala ketika melihat bagaimana James meminta berjabat tangan dengan ku. Tak lama setelahnya aku menyambut uluran tangannya dengan senyum kecil di wajahku. "Aku harap kita bisa bekerja sama!" "Tentu saja, bukankah kita sudah pernah menjalankan misi bersama?" Aku terkekeh sejenak, dan memang benar apa yang dia katakan. Aku yakin perjalanan kali ini akan baik-baik saja. "Tentu, aku harap yang terbaik untuk kita." Dia mengangguk dan setelahnya kami bersiap-siap untuk pergi setelah membicarakan rencananya. Ini akan sedikit mudah, karena tugasku hanya menunjukkan jalan, berkat Jess yang mengetahui seluk beluk lokasi yang akan kita hadapi nanti. Aku yang memegang kendali dan mereka yang akan merencanakan semuanya. "Jika ada sesuatu yang tidak dimengerti, tanyakan saja kepada Aku." Ucap Felix dengan kekuatannya. "Ya"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN