dongeon tower 40

2970 Kata
Dongeon tower 40 Menjelang siang hari kami memutuskan untuk melakukan perjalan ini. Lokasi yang ditunjukan tidak terlalu jauh dari pusat kota. Hanya melewati beberapa perumahan kumuh dan setelahnya Blitar akan menuju sebuah mansion yang sudah lama tak ditinggali. Di sana rumor beredar dan mengatakan banyak yang minat sosial penampakan aneh yang terus berkeliaran di mansion itu. Yang mana rumor yang beredar mengatakan jika mansion itu sudah ada sejak kami menginjakkan kaki di lantai tiga, dan hal itu membuat orang-orang dan pemburu yakin jika di tempat itu adalah rumah dari monster vampir yang berbahaya dan tak segan-segan membunuh siapa saja yang berani masuk ke dalamnya. Dan rumor itu diperkuat ketika beberapa saat lalu ada pemburu yang mencoba masuk untuk menjadikan mansion tersebut sebagai rumahnya, hanya saja beberapa saat berlalu, mereka tidak pernah keluar lagi dari lokasi itu. Bahkan ketika kami sampai, aku sedikit menoleh ke arah Felix saat merasakan ledakan aura yang keluar dari dalam mansion itu. Pantas tidak ada satu orangpun yang berani tinggal di sekitar tempat ini. Selain lokasinya yang cukup masuk ke dalam, tempat ini juga memancarkan aura yang sangat kuat, hingga membuat orang-orang tidak berani untuk datang. Felix mengangguk sebentar, yang menandakan jika aku boleh membuka pintu gerbang yang membawa kami ke halaman rumah. Begitu kami menginjakkan kaki di tempat ini. Suasana mencekam kembali terasa, aku tidak tahu tekanan ini berasal dari mana, hanya saja melihat tekanan yang sangat kuat ini bisa membuatku yakin, jika tempat ini memang memiliki penunggu yang cukup kuat. (Hati-hati dengan langkah mu, ini akan sedikit berbahaya ketika kau sudah mencapai halaman?) Aku mengangguk lalu setelahnya aku menatap tiga orang dibelakang ku. "Hati-hati dengan langkah kalian, mungkin ada beberapa perangkap di tempat ini." Mereka mengangguk, dan setelahnya aku melanjutkan perjalanan, cukup hati-hati ketika melangkah. Karena aku tidak ingin menginjak sesuatu yang berbahaya di sana. Aku dengan perlahan mulai melangkah hingga akhirnya aku sampai di depan pintu utama. (Gunakan energi dalam untuk mengakhiri pintu sebelum kau membukanya.) Jess memperingatkan dengan pelan, itu adalah hal yang tidak sanggup aku lakukan. "Tapi aku tidak memiliki energi sekuat itu." Lalu ketika aku sadar. Aku menatap Felix dan Brain. "Adakah diantara kalian yang memiliki energi cukup kuat. Aku ingin salah satu dari kalian mengaliri pintu ini dengan energi sebelum membukanya." Mereka saling tatap sebentar, sebelum akhirnya James yang maju ke depan. "biar aku saja." Aku mengangguk dan bergeser ke sisi kanan, membiarkan si tangker melakukan tugasnya. Dia tentu saja memiliki energi yang begitu luas, karena tubuhnya yang sudah terlatih untuk menjadi kuat. Benar saja, hanya dalam satu kali percobaan, James berhasil mengaliri pintu dengan energi dalam miliknya dan tak lama setelah itu aku bergerak untuk membuka pintu yang ada di hadapan kami. Suasana di dalam mansion ini benar-benar mencekam, dengan udara yang memiliki tekanan cukup tinggi dan aura hitam yang begitu pekat. Perasaan asing muncul ketika aku mulai melangkah, sebelah mata ku yang aku tutup mulai menunjukkan efek yang sedikit membuat tubuhku terasa panas. Aku tidak tahu apa yang terjadi. Namun sekuat tenaga aku menahannya, aku tidak ingin jika hal ini malah menjadi masalah yang akan membuat perjalanan ini terhalang. "Al! Kau baik-baik saja?" "Ah...." Aku terkejut saat tiba-tiba Felix menyentuh pundak ku. Aku hanya mengangguk dan mengatakan jika aku baik-baik saja. Aku memutuskan untuk segera masuk ke dalam mansion, dan melanjutkan perjalanan, ini sedikit aneh dan aku merasa jika mataku semakin memanas. Aku masih berusaha untuk tetap tenang, efek tekanan dan aura yang asing benar-benar mempengaruhi mataku kali ini. (Kau baik-baik saja, Al?) "Mataku terasa sedikit panas, entahlah, aku merasa jika tekanan yang ada di rumah ini mempengaruhi mataku." [Itu aneh, bukankah aura di tempat ini hampir mirip dengan aura milik Loki, kenapa itu terlalu berpengaruh kepadaku?] "Aku tidak mengerti, aku hanya bisa berusaha untuk menahannya, dan ini terasa sedikit sakit." Jess maupun Augus tidak memperpanjang masalah ini, dan aku memilih untuk tetap fokus, karena sekarang kami sudah mulai masuk ke dalam mansion. Jess menunjukkan jalannya, dan ketika kami berada di tengah-tengah ruangan. Jess menyuruhku untuk menekan sebuah buku yang ada di barisan rak. Itu membuat sebagian rak terbuka dan menunjukkan jalan masuk ke lorong bawah tanah. (Mulai sekarang berhati-hatilah, akan ada begitu banyak jebakan dan bahaya yang menunggu di depan.) Aku mengangguk dan menyampaikan pesan itu kepada rekan ku. Ini akan semakin dalam, tekanan yang aku rasakan juga begitu kuat, dan bukan hanya aku saja yang merasakan tekanan ini. Tapi tiga orang di belakang ku juga merasakannya. "Kalian baik-baik saja?" Felix yang merasakan tekanan aura yang ada semakin berat mulai panik dan menanyakan keadaan rekan-rekannya. Hanya saja kami masih bisa mengendalikan tekanan ini. Yang mana ini bukanlah apa-apa untuk kami. "Tenang saja, aku masih sanggup. Bukan begitu James?" Ucap Brain yang terlihat masih kokoh di sana. James menyetujui perkataan Brain, karena baginya ini bukanlah masalah. Sedangkan aku, aku merasa jika tekanan ini semakin mengganggu, dan mata ku mulai memanas dan terus panas, hingga membuatku ingin berteriak saat ini juga. (Al, gunakan auraku untuk melindungi mental mu, ini akan semakin sulit kedepannya, tekanan ini akan terus berlanjut sampai kita mencapai penjara bawah tanah.) Sepertinya itu ide yang bagus. Diam-diam aku membiarkan James berjalan di depan. Lalu ketika aku berada di tengah-tengah aku mulai fokus untuk mengeluarkan energi Jess untuk aku gunakan sebagai pelindung. Ini akan sedikit menekan aura yang berusaha menekankan ku dari luar. Dan benar saja, apa yang aku lakukan berhasil. Ini membuat mataku terasa lebih baik daripada sebelumnya, dan karena itu juga aku bisa mengabaikan tekanan yang tadi menyulitkan ku. "Sepertinya kau sudah mengatasi masalahmu." Ucap Felix yang berjalan di sebelahku. Aku menoleh sejenak sebelum akhirnya aku mengangguk pelan. Pengalaman seperti inilah yang membuat seseorang berkembang dengan sendirinya, dengan pengalaman maka akan banyak hal yang bisa diketahui dan membuat seseorang berkembang dengan pesat. Latihan tanpa adanya sebuah pengalaman hanyalah sesuatu yang sia-sia. Aku bisa bertahan karena bimbingan dan juga pengalaman yang aku dapatkan sebelum-sebelumnya. (Kita akan sampai lorong sebentar lagi. Usahakan semua orang melindunginya diri dengan aura mereka masing-masing.) Aku mengangguk dan menyampaikan hal itu kepada yang lain. Dan mereka segera menuruti ucapanku. Felix mengeluarkan aura merah yang membuat udara di sekitar menjadi panas. Sedangkan Brain mengeluarkan aura hijau yang membuat beberapa lumut yang tumbuh di depan pintu mati. Lalu James, dia mengeluarkan aura emas yang terlihat begitu kokoh dan sangat kuat, sebuah aura yang menunjukkan bagaimana pertahanan dari seorang tangker yang memiliki pertahanan kokoh di sana. Pantas saja Felix memilih dia untuk ikut dalam perburuan ini, karena hanya dengan melihatnya saja sudah bisa membuat ku percaya jika keberadaannya di tempat ini akan memberi pengaruh yang bagus untuk hasil yang akan kita dapatkan nanti. Kami berhenti sesaat, dan memeriksanya pintu beton yang cukup besar dan keras, bahkan hanya dengan energi saja tidak bisa menggerakkan pintu itu. Rasanya tempat ini benar-benar terkunci dan tak bisa di buka dengan mudah. Aku menghela napas untuk sejenak. Berpikir bagaimana cara untuk membuka pintu di hadapan kami sekarang. (Sepertinya mekanismenya sudah berubah dari terakhir kali aku datang.) "Lalu apa kau memiliki cara lain untuk membukanya?" (Aku tidak tahu. Namun aku yakin pasti ada cara untuk membuka pintu ini?) Aku bergumam sebentar, sepertinya kita akan terj bak cukup lama di tempat ini. "Sebaiknya kita berpencar untuk mencari tahu pintu lain yang bisa kita gunakan." "Memang kenapa dengan pintu ini?" Tanya James. "Aku tidak yakin kita bisa membukanya." "Bekas apa yang dikatakan boleh Alea. Ini seperti tembok beton yang tidak akan bisa ditembus dengan peluru. Sepertinya kita harus mencari jalan lain." Imbuh Brain, dia juga pasti menyadari dengan keanehan ini. Bukan itu saja. Aku yakin penglihatan Brain jauh lebih baik dari pada milik kami. Dan untuk itu dia sepertinya akan bisa menilai sesuatu hanya dengan tatapannya. "Lalu apa yang harus kita lakukan?" Tanya Felix yang mulai tidak tenang. "Tentu saja mencari tahu jalannya!" "Lalu kenapa kau masih diam saja?" "Dan memang kau pikir semua pekerja harus aku yang menyelesaikannya?" "Itulah gunanya kau berada di tempat ini!" "Cih!" Merek kembali berdebat, dan aku memilih untuk mengabaikan mereka agar aku bisa fokus untuk mencari jalan yang mungkin saja bisa kami lewati. "Di sini!" Ucap James yang sepertinya menemukan sesuatu di sisi pintu. "Kau menemukannya?" Aku berjalan mendekatinya, dan benar saja. James melihat sebuah celah kecil yang membawa kami ke sebuah pintu masuk jalan rahasia, itu terlihat seperti lukisan yang hanya di tempelkan saja. Jika di lihat dari depan maka kau akan mengira itu sebuah lukisan biasa, Tapin ketika kau melihat dari sisi lain. Maka kau akan melihat apa yang sebenarnya ada di tempat ini. "Sebaikbya kita berhati-hati.". Felix memperingati kami sebelum aku memeriksa untuk masuk. "Aku bisa merasakan aura yang mencekam dari bawah sana." "Apa kau takut?" Tanya Brain dengan tatapan yang mengejek, dan hal itu tentu saja membuat Felix merasa geram. "Aku hanya mengingatkan saja sialan! Tidak ada yang membuatku takut bahkan jika itu kematian sekalipun." "Cih, kau benar-benar sombong sialan! Lalu jika kau tidak takut. Kenapa tidak membuka jalan untuk kami." "Kau meremehkan ku huh?" "Tidak." Lagi dan lagi. Mereka mulai berdebat sesuatu yang tidak penting. Aku menghela napas pelan lalu memutuskan untuk masuk ke dalam pintu kecil di hadapanku. "Sebaiknya berhenti berdebat, aku akan masuk dan memastikan." Itu benar bukan? Tujuan kami datang ke tempat ini adalah untuk masuk dan mencari tahu lebih jauh. (Kita mulai memasuki ruangan penjara bawah tanah. Mulai sekarang. Akan ada monster yang bisa tiba-tiba menyerang, jadi berhati-hatilah." Aku mengangguk. Karena aura di tempat ini tentu saja menunjukkan jika akan ada monster yang menyerang, jadi aku sudah mempersiapkannya. Bahkan aku juga sudah mempersiapkan Loki untuk serangan tiba-tiba, dan jangan lupakan Augus yang bisa kapan saja aku panggil. Aku berhasil masuk dan perlahan bau bercampur bau busuk di dalam lorong menyambut Indra penciuman ku, dan hal ini tentu saja hampir membuatku muntah. "Ini terlalu bau!" Ucap Brain ketika dia menyusul ku, sedangkan Felix yang di belakangnya langsung memukul belakang kepala Brain sedikit kencang. “Kau adalah seorang pemburu, dan kau tidak suka bau seperti ini? Sepertinya Kau menjalani kehidupan yang lebih baik dari yang Aku kira.” Felix mengucapkan sesuatu yang tak terduga. Dan itu hampir membuatku tertawa. "Jangan terlalu manja, karena belakang ini aku memberimu pekerjaan kantor. Bukan berarti kau akan selalu ada di dalam kantor!" "Cih, aku hanya berkomentar. Bukan untuk manja!" "Apa bedanya dengan semua itu. Kau mengucapkan sesuatu uang menunjukkan jika kau tidak suka berada di lingkungan seperti ini bukan?" Ejek Felix dengan tatapan yang benar-benar membuat Brain merasa kesal. Sebelum pria itu membuka mulutnya, aku memutuskan untuk menghentikan perdebatan mereka, karena saat ini bukan saatnya untuk berdebat, ada bahaya yang mengintai, dan itu akan sangat berbahaya untuk kita. Aku mengeluarkan Loki. Dan merubahnya menjadi sebuah bayangan. Setelahnya aku memerintahkan dia untuk bergerak dan memeriksa secara langsung apa yang ada di depan. Karena dia bersatu dengan ku, maka apa yang dia lihat itu juga yang aku lihat. Ini memudahkan ku untuk memata-matai sesuatu dari kejauhan, dan karena skill ini. Aku juga bisa mencegah sesuatu yang tidak di inginkan terjadi. Ketika Perdebatan mereka berakhir, aku menoleh dan menatap James, yang saat ini hanya mengangkat bahu dan berhenti berbicara. Dia melangkah maju dan mengikuti langkahku. "Apakah mereka selalu saja seperti itu?" Aku bertanya untuk menghilangkan kejenuhan ku saat melakukan pengawasan. "Untuk kebanyakan waktu ya, mereka memang sering berdebat. Namun jika dalam satu pertarungan. Maka mereka berdua adalah sepasang pemburu yang tidak akan bisa terkalahkan, keterampilan yang mereka miliki saling melengkapi satu sama lain. Dan itulah yang membuat kenapa mereka bisa mendirikan serikat terkuat yang pernah ada." Jika boleh berjaya jujur. Sebenarnya aku masih penasaran dengan keterampilan yang mereka miliki. Entah sekuat apa kekuatan itu, tapi melihat bagaimana aura yang terpancar dari dua tubuh itu. Aku bisa memastikan jika mereka benar-benar kuat. Dan untuk Felix, sepertinya aku sedikit tahu sejauh mana keterampilan yang dia miliki. Karena sebelum ini aku pernah bertarung dengannya, walau aku tahu, Felix belum menggunakan hampir setengah dari seluruh keterampilannya. Dan itu sudah membuatku kewalahan. Kami mulai berjalan masuk, bau busuk dan amis yang menyengat bukan menjadi halangan lagi. Dalam penglihatan ku pun tidak ada yang menjadi masalah di depan sana, Loki aku tarik kembali ketika aku menemukan pintu lagi dalam penglihatan Loki. Sepertinya, kami akan masuk ke dalam sebuah lorong yang lebih dalam dan hampir mencapai titik penjara bawah tanah. Aku berhenti dan menatap James sebentar. "James lebih baik kau yang memimpin mulai sekarang. Dan persiapan persenjataan lengkap karena kita akan sampai di titik berbahaya." Dia yang mengerti hanya mengangguk pelan, sebelum akhirnya dia mengambil alih dan berjalan di depan serta mempersiapkan persenjataan lengkap. Sebagai tangker. Membuka jalan memanglah tugasnya dan aku segera mengambil Augus dan Loki untuk berjaga-jaga. Hanya saja aku sepertinya tidak akan menggunakan pasukan bayangan di tempat ini. Justru aku akan mengambil jiwa yang akan menjadi pasukan ku nantinya, aku berharap jiwa tikus tanah sekuat kobold yang memiliki jiwa murni dan begitu kuat. Karena dengan jiwa seperti itu maka aku akan mendapat pasukan bayangan yang juga sama kuatnya. Dari tempat ini, kami mulai bisa mendengar suara bising, suara asing yang memancarkan kebisingan yang sangat luar biasa. "Apa ini." Beain yang tidak tahan dengan suara itu langsung menutup kedua telinganya, dan karena hal itu membuat Felix langsung bersiaga untuk bersiap untuk seluruh serangan yang akan datang. James yang sedari awal sudah bersiaga langsung menoleh dan menatap Felix. Dengan suaranya yang tetap rendah dia berjaya, “Aku, akan mencoba yang terbaik untuk melindungi kalian, serahkan sesi pertahan kepadaku, aku berjanji akan memberikan yang terbaik untuk kalian. Saat kalian dalam bahaya, aku akan ada di sisi kalian!” Dia menggenggam pedangnya kuat-kuat sebelum akhirnya berjalan ke depan. Setiap gerakannya tenang dan percaya diri. Dia tampak seperti pemimpin yang diakui dari empat penjaga. James memegang pedang di tangan kanannya dan perisai kecil di tangan kiri. Dia memimpin jalan dan bergerak lebih dalam ke dalam kegelapan. Tidak ingin membiarkannya seorang diri, aku melepaskan Loki untuk mengikutinya, aku tidak ingin terjadi suatu hal buruk kepadanya, terlebih lorong semakin gelap dan semakin berbahaya. Suara lengkingan yang menyedihkan itu semakin keras dan semakin keras. Itu berasal dari sekitar kegelapan yang tak bisa dilihat dengan mata kosong. Bagi orang biasa. "Ini benar-benar penjara bawah tanah." Brain yang sudah menutupi dirinya dengan aura miliknya mulai bisa mengendalikan keadaan. Dia mulai bisa mempelajari apa yang ada di lorong tempat kami berdiri sekarang. "Mereka benar-benar kejam." Aku tidak tapi apa yang dikatakan oleh Brain, kejam? Mereka? Siapa sebenarnya yang dimaksud oleh Brain. Hingga tak lama setelahnya brain berjalan ke arah kiri lalu dengan auranya yang berwarna hijau. Dia mulai menunjukkan sesuatu yang membuatku cukup terkejut. Di sisi kiri tempat brain bergerak terlihat sebuah penjara dengan jeruji besi dan beberapa jiwa yang terkurung di dalamnya, dan jiwa itulah yang berteriak dengan lengkingan suara yang menyedihkan tadi. Aku yang melihat itu langsung membuang wajah dan tidak sanggup untuk menatapnya terlalu lama. "Sepertinya tempat bini benar-benar tempat yang berbahaya. Aku tidak tahu siapa sebenarnya sosok orang ini. Hanya saja dia benar-benar kejam hingga tega mengurung jiwa yang tersiksa sampai detik ini." Brain mengeratkan kepalan tangannya, dia merasa jika ini sudah keterlaluan, hanya saja dia tidak bisa berbuat apa-apa. Aku juga berada di sisi yang sama. Hingga tak lama setelahnya aku mendengar suara Jess yang memperingati tentang bahaya yang akan datang. (Hati-hati, aku merasakan jiwa kegelapan yang sangat kuat sedang mengintai.) Mendengar itu, aku segera melepaskan beberapa pasukan bayangan secara diam-diam untuk mengintai, aku tidak ingin jika ada penyergapan yang datang secara tiba-tiba dan membuat kami terkena di tempat ini. Augus sudah ada di tangan, dan aku sudah siap dengan pertarungan yang akan datang sebentar lagi. "Sebaiknya kita harus segera bergegas! Merenungi apa yang sudah terjadi di tempat ini tidak akan membuat kita bisa membebaskan mereka semua." Aku segera beranjak. Dengan niat hati yang sudah bulat, aku akan melanjutkan perjalanan ini. James yang mengerti apa yang aku inginkan mulai memimpin jalan. hampir tidak mungkin untuk mengetahui arahnya. Tapi, dengan keterampilan yang sudah terlatih khusus dan dibantu Loki yang memberikan arah. Maka aku berhasil menunjukkan jalan yang tepat hingga membawa kami ke sebuah pintu gerbang yang cukup besar. Aura yang terpancar dari dalam sana benar-benar berat dan cukup menyiksa. Ini lebih kuat dari apa yang aku bayangkan. Dan saat aku bersama James terpaku dengan tekanan ini. Felix tiba-tiba maju ke depan, dia berkata kepada kami. "Biarkan aku yang memimpin, ini bukan lagi berasa di bawah kendali kalian." Dan benar saja. Ketika Felix berhasil membuka pintu di hadapannya, aura kegelapan yang sangat kuat langsung menekan kami. Beruntung Felix langsung melindungi kami dengan aura kekuatannya. Dan karena hal itu, kami bisa terbebas dari ledakan yang membuat kami hampir terpental tadi. "Kalian tidak apa-apa?" "Seperti yang kau lihat, kami baik-baik saja." Felix mengangguk, dia segera memfokuskan tatapannya untuk melihat apa yang ada di depannya, ruangan gelap yang kini mulai terang ketika satu persatu lilin menyala di sana. Aku dan Felix terdiam sesaat untuk memeriksa dan memastikan sesuatu. Sepanjang lorong yang ada. Di sisi kanan dan kiri tempat ini terlihat ada begitu jeruji besi yang menjadi penjara bagi roh yang terkurung di dalamnya. Melihat kedatangan kami mereka semua mulai menjerit dan meminta bantuan kepada kami. Hanya saja beberapa saat setelahnya, suara bising itu berubah menjadi senyap. Tidak ada lagi yang bisa kami dengar dan bahkan roh yang ada di dalam penjara tadi mulai menghilang secara perlahan. Aku tidak tahu apa yang terjadi, semua seolah hanya sebuah ilusi yang menipu mata, tapi aku sendiri tidak bisa memastikannya. Tidak ada seorang pun yang tinggal di sini melihat bagaimanapun kondisi yang ada. Seluruh ruang itu sangat sunyi kecuali tangisan pahit yang tersisa. Kami mulai berjalan dan melewati beberapa pertigaan dan berhenti di tikungan biasa. Felix menatap dinding yang sepenuhnya tertutup lumut hijau tua, memberi tahu kepada brain untuk memeriksa lumut hijau di sana. (Di dalam, kita akan bertemu dengan lokasi sesungguhnya di dalam ruangan ini.) Aku tidak terlalu yakin dengan apa yang dikatakan oleh Jess, hanya saja aku lebih baik diam, and membiarkan Loki untuk masuk melalui celah yang ada di bawah pintu, ini akan memberiku sedikit penglihatan apa yang ada di dalam sana.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN