dongeon tower 48

2879 Kata
Dongeon tower 48 "Oi, Augus. Akankah pedang suci itu menjadi masalah untukmu?" [Cih, kamu pikir aku selemah itu. Bahkannjika kamu mau aku bisa menghancurkannya hanya dengan satu ayunan saja. Jadi aku berpikir seharusnya aku tidak akan kalah dengan pedang suci buatan seperti itu. Jangan pedulikan aku, ayunkan sesuka hatimu?] Kurasa harga diri Augus sangat dipertaruhkan di tempat ini terlihat bagaimana intonasi suara Augus yang terdengar. Dan asri jawaban yang mengatakan jika dia lebih baik dari pedang Hado jelas membuktikan jika dirinya benar-benar di rendahkan. "Karena Kamu mengatakan demikian, mengapa kita tidak mencobanya?" Setelah menahan pedang cukup lama aku tidak bisa menahan diri lebih lama lagi, segera saja aku mengambil langkah. Mengambil bentuk pedang satu tangan, aku berpikir jika ini akan lebih efisien melawan pedang milik Hado, jadi setelah semua siap aku langsunh berlari menuju Hado. Hado tertawa ketika dia melihat ini, seolah-olah itu yang dia tunggu-tunggu. "i***t, menyerang dalam garis lurus. Apakah Kamu tidak tahu apa-apa tentang strategi? Inilah sebabnya mengapa orang-orang dengan strata yang lebih rendah dan kecerdasan rendah selalu mengalami kesulitan." Aku sudah terbiasa dengan sebutan bodoh, bahkan banyak yang mengatakan jika aku adalah orang bodoh yang terus saja berjuang walau tahu diriku lemah. Dan karena hal itu aku tidak lagi peduli disebut bodoh jadi aku tidak mengindahkannya. Aku terus berlari menambah kecepatan ku dan seketika itu juga aku bisa berpindah di belakang tubuh Hado. Melihat bagaimana pergerakan ku tentu saja membuat Hado benar-benar terkejut. Dia bahkan tidak memiliki kesiapan saat aku berhasil menendang dirinya. Aku tidak ingin pertarungan ini segera berakhir, untuk itu aku memutuskan untuk tidak menebasnya secara langsung. Itu hanya akan membuat permainan segera berakhir dan aku bisa bosan karenanya. Hado hampir tersungkur di atas tanah ketika dia menggunakan pedangnya untuk menjaga keseimbangan tubuhnya, dia segera menghadap ke arah ku, lalu dengan tatapan marah dia mulai serius di sana. Sepertinya dia akan mulai serius dari sekarang. Aku tidak akan membuang kesempatan, aku langsung melesat ke arahnya. Hanya saja dia yang marah langsung menggenggam erat pedangnya. Pedang suci yang ada di tangannya itu mulai memancarkan cahaya. Setelah itu, area tanah tempat aku berlari juga mulai bersinar. "Lihatlah, teknik Pedang Suci rahasia Grand Cross. Cahaya yang memurnikan semua, menghapus dan tidak meninggalkan debu sama sekali. Fuhahaha!" Dia benar-benar serius dan ceroboh. Di pertarungan awal dia sudah mengaktifkan keterampilannya, dan itu adalah tindakan yang bodoh menurut ku, di tidak berpikir akan menjadi apa nantinya jika serangannya meleset, atau tidak mengenai musuhnya dalam satu serangan. Sepertinya menjadi kuat benar-benar membuat banyak orang lupa, jika kekuatan saja tidak akan berpengaruh untuk menentukan sebuah kemenangan. Dia membicarakan soal strategi, tapi dirinya malah melakukan hal konyol yang seharunya tidak dia lakukan sejauh ini. Aku merasakan kekuatan besar yang membangun pasti. Aku berpikir jika Aku terkena langsung, Aku mungkin menerima kerusakan besar dan kuat. Aku berpikir untuk menghindari serangan itu tapi ketika memperhatikan secara langsung. Serangannya memiliki sebuah celah. Dan itu adalah eksekusinya terlalu lambat, dan itu adalah celah yang sangat fatal sehingga membuatku dengan mudah mengatasinya.. Terlalu lambat. Karena efek serangannya yang cukup membuat pergerakan ku kesulitan, aku melihat area sekitar sebelum akhirnya, Aku menendang tanah dan melompat. Dengan ini aku bisa meminimalisir efek dari grand cross miliknya. Dengan satu lompatan, Aku melewati area efek Grand Cross, dan mendarat tepat di depan Hado. Itu bahkan terlalu mudah untukku, aku berdiri dihadapannya dengan senyum yang merekah di wajah ku. "Teknikmu terlalu lambat. Kamu seharusnya memikirkannya sebelum membawanya ke dalam sebuah pertarungan." "Apa?!" Dia adalah Hunter terbaik yang seharunya menjalankan tugas dengan baik, dan mendapatkan banyak pelatihan serta mendedikasikan dirinya ke dalam sebuah pertarungan, tetapi sejauh ini aku melihat jika dia tidak memiliki pengalaman tempur yang sebenarnya. Aku mungkin berada di level yang jauh di bawahnya bahkan bisa dikatakan tidak sebanding dengan level yang dia miliki. namun, melihat sejauh mana pengalaman dan melihat akur pertarungan aku bisa menjadi lebih unggul dari pada dia. Tidak, dia menggunakan skill yang seharusnya disimpan untuk kartu truf di awal pertempuran. Bukankah itu tindakan yang ceroboh dan bisa dikatakan adalah kesalahan yang fatal. Jika dipikir kembali. mungkin, dia bahkan lebih buruk dariku. Sayangnya apa yang sudah dia rencanakan sudah digagalkan dengan mudah, Hado segera menghentikan aktivasi Grand Cross dengan raut bingung. Kemudian untuk menjauhkanku, dia mengayunkan pedang sucinya secara asal. Sayangnya hal itu hanyalah sebuah gerakan bodoh yang akan menguras banyak stamina sang pengguna, aku tersenyum ketika melihat kesempatan Nini datang. Karena dengan dia melakukan hal bodoh itu aku bisa melihat sejauh mana Augus bisa bertahan menghadapi pedang suci yang secara sengaja di tempa untuk orang-orang terpilih saja. Baiklah, mari kita coba dan lihat apakah Augus benar-benar lebih kuat seperti yang dia katakan. aku segera mengambil posisi untuk mengayunkan Augus dengan kekuatan yang ku miliki, dan saat itu kedua pedang hitam dan emas bertemu. serangan pedang Hado bisa dikatakan kuat. dengan tebasan horizontal membuatku sedikit harus mengeluarkan tenaga agar aku bisa bertahan. Suara melengking dari benturan logam bergema di hutan. Itu adalah suara yang indah. Dan melihat bagaimana pedang suci itu memiliki kekuatan yang luar biasa membuatku tersenyum. Sayangnya Augus lebih kuat dan lebih mendominasi di tempat ini. Hingga membuat Hado benar-benar terkejut dibuatnya. Tidak sampai di sana, bahkan ketika tebasan kedua aku memerintahkan Loki untuk melapisi Augus, maka dengan ini keterampilan penghancur kesombongan benar-benar aktif. Aku tersenyum dibuatnya. Dan dengan mudah aku segera mengayunkan Augus tepat saat dia mengayunkan pedang sucinya dengan sekuat tenaga. KLANGGG.... Lagi suara melengking dari benturan dua logam terdengar begitu kuat, tapi kali ini ada yang berbeda dari sebelumnya. "Mustahil … pedang suciku …?!" Aku hampir tertawa saat melihat reaksi Hado ketika menyadari apa yang terjadi pada pedang sucinya, di benar-benar terkejut dan tidak menyangka. Apa yang terjadi adalah. Pedang suci yang menjadi kebanggaan banyak orang patah saat beradu melawan skill penghancur kesombongan milik Augus. Bahkan kini pedang suci Hado, setengahnya menari-nari di udara. Terpental jauh ke belakang dan membuat Hadi benar-benar terkejut dibuaynya. Kehilangan pedang kebanggaannya, Hado tampak terguncang. Aku segera melompat dan menangkap separuh pedang yang terbang dengan tangan kiriku, lalu dengan cepat aku melesat dan menusukkannya ke bahu kanan Hado. Itu adalah serangan yang tak terduga bagi Hado, bahkan dengan pedangnya sendiri aku berhasil membuat celah pada armor beratnya. Aku tersenyum sebentar dan berkata. "Bukankah itu adalah Pedang suci yang sangat penting bagimu? Maka Ambillah." Gyyaaaaaa. Teriakan itu begitu keras, suara yang melengking itu mungkin saja bisa membangunkan semua hobgoblin yang tidur di hutan, hanya saja ditelinga ku teriakan seperti itu hanyalah sebuah teriakan anak bayi yang menangis dan mencari ibunya saat dia terjatuh. Sungguh menyedihkan, Hunter terkuat dan berada di barisan rank. Nyatanya memiliki sisi buruk dan hanya seorang anak mama yang tidak berguna. Aku jadi ragu. Apakah dia mendapat posisi rank karena usahanya sendiri. Ataukah hanya dengan banyak pasukan yang dia gunakan untuk mencapai pencapaian itu? Sungguh. Aku bahkan tidak habis pikir jika memikirkan bagaimana kelakuan yang dibuatnya selama ini. Hado yang tidak terbiasa dengan rasa sakit seperti itu langsung jatuh berlutut, mati-matian dia berusaha mencabut pedang patah yang menempel di bahunya. Aku yakin itu sangatlah menyakitkan, hanya saja dia tidak bisa menghindari itu untuk waktu yang bersamaan. Dia lemah. Namun entah kenapa karena kesombongannya itu dia masih bertahan untuk waktu yang lama. Sungguh perjuangan yang sia-sia. Sayangnya ini semua belum apa-apa, Aku baru saja mulai di sini. Terlalu dini baginya untuk berlutut. Aku sendiri belum mengeluarkan seluruh kemampuan ku untuk membuatnya benar-benar merasakan rasa sakit yang sepadan dengan apa yang dia lakukan selama ini. Banyak rumor yang mengatakan jika dia adalah salah satu Hunter yang memiliki sikap bengis dan tidak pernah mengampuni banyak orang. Padahal sudah jelas orang itu tidak berdaya dan tidak mampu bertahan lagi. Aku yang mendengar hal itu benar-benar membenci semua tindakannya. Aku tidak akan memaafkannya, dan dengan tanganku aku akan menghukum dirinya. Dan aku berjanji akan memberikan rasa sakit yang luar biasa kali ini. Aku menukar augus itu ke tangan kiriku. "Hado, apakah kamu pikir berlutut adalah hal uang pantas untuk seorang Hunter terkuat sepertimu? Bangunlah!" Dengan santai aku meraih leher Hado, mengangkatnya dengan mudah karena saat ini aku melihat sikap yang menunjukkan jika seorang Hunter mulai kehilangan keinginan untuk bertarung. Dengan ini aku bisa mengakui skill penghancur kesombongan, karena hanya dengan satu serangan saja mampu membuat mental seseorang hancur. "Lihatlah, betapa menyedihkannya dirimu. Hanya dengan serangan kecil saja kau tidak berkutik di hadapan ku." Aku terus mengelus kata-kata yang menjatuhkan, aku pikir itu akan berhasil melihat bagaimana dia mulai kehilangan semangatnya di sana. "Apakah kau berpikir akan menyerah sekarang? Bahkan jika aku memukul mu secara langsung. Apakah kau akan diam saja ketika di rendahkan seperti ini?" Hadi menggeliat dan beeusaha memberikan perlawanan yang tak berarti di hadapanku, dan itu adalah sebuah tindakan yang sia-sia. Meskipun Hado menunjukkan beberapa perlawanan untuk melepaskan diri dari cengkeraman ku, itu semua sia-sia. "Mari kita mulai sedikit pelajaran yang sangat Kau sukai. Di mana seekor anjing pemberontak perlu diinjak-injak cukup keras agar dia bisa menuruti perintah tuannya." Selama 5 tahun, Aku telah hal yang buruk, pertarungan yang sia-sia, dan mendapatkan perlakuan buruk oleh banyak orang. Bukan hanya itu saja aku bahkan hampir membiarkan nyawaku melayang agar aku bisa bertahan hidup. Namun di balik semua itu siapa yang menyangka ada sosok yang malah memanfaatkan orang-orang untuk kepentingannya sendiri. Keluarga Burix, aku memang memiliki dendam kepada mereka atas apa yang sudah mereka lakukan pada anak-anak panti. Dan sekarang, apakah ini saatnya aku membalas semua dendam itu kepada pria bodoh yang hanya bisa berteriak saat dirinya terpojok? Lalu apa yang harus Aku lakukan untuk membuat orang lain mengerti bagaimana sakit yang orang-orang rasakan saat mereka ditindas? Tubuh ini masih mengingatnya dengan baik. Sekarang, Aku hanya membalas budi. Menunjukkan bagaimana rasa sakit yang sudah mereka berikan kepada seseorang yang lemah Seperi aku. Aku berpikir jika memberinya sebuah pukulan, tidak akan membuat dia merasa sakit. Jadi mari kita mulai sesuatu yang seru di tempat ini. "Mari kita mulai, Hado!" Hal yang aku lakukan adalah melucuti armor yang digunakan oleh Hado dengan kadar. Menyisakan baju formal yang dia kenakan sebelum akhirnya aku bersiap. Ini akan menjadi sebuah permainan yang bagus untuk orang-orang seperti dirinya. "Tidak! Apakah, kamu……Sto, stop, uaaaaaaaaaa." Aku berlari melewati hutan dengan sekuat tenaga, menggunakan Hado sebagai tameng. Aku bahkan tidak peduli jika ada pohon besar di jalan. Aku memiliki Hunter terkuat yang kuat sebagai perisaiku. Membajak pohon yang tak terhitung jumlahnya menggunakan Hado, aku terus berlari tanpa henti. Hado menjadi semakin sayu setiap kali aku menabrak pohon besar. Wajah tampan dan rambut birunya perlahan terkikis. Ini adalah penyiksaan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh ku. Hanya saja mungkin hal inilah yang pantas untuk menggambarkan betapa sakitnya hal yang sudah kami lalui selama ini. Jadi menurutku ini adalah sesuatu yang wajar. Memberikan pengalaman rasa sakit yang sama kepada orang-orang yang hanya tahu kesenangan saja seperti dirinya. Aku terus menggunakan Hado untuk kesenangan semata, aku memutar dan terus menabrakkan Hado diantara pepohonan yang ada dan membuat dia terus menerus merasakan rasa sakit di sana. Ketika aku akhirnya kembali ke petak bunga, wajah Hado hampir tidak bisa dikenali, bahkan melihat hal itu mungkin seorang goblin bisa dianggap lebih tampan daripada dia yang sekarang. Sungguh bodoh. Aku bahkan bisa mendengar suara rintihan dari orang ini. Siapa yang menyangka jika dia akan diperlakukan selayaknya sampah seperti orang yang tidak berguna. "Berhenti… sudah… tolong jangan lakukan ini lagi ..." Aku mendesis pelan sembari menatap kearahnya. "Hah, apa yang baru saja kamu katakan? Orang-orang yang kamu perlakukan seperti cacing juga mengatakan hal yang sama, meminta bantuan… namun kamu tidak pernah berhenti." "Bahkan asal kau tahu, aku sendiri, telah berulang kali melangkah menjauh daei kematian karena ini. Sekarang situasinya telah terbalik… kau benar-benar mengatakannya dengan mudah!?" Menenggelamkan diri dalam kemarahan, aku melemparkan tubuh Hado ke langit sekeras yang aku bisa. Sambil menunggu suara tangisan menjadi lebih jauh, aku merubah Augus menjadi busur hitam dan membidiknya. "Augus, aku akan melemparkan 3 tembakan. Ambil 30% dari statistik ku" [Kau yakin akan melakukannya? bukankah akan menjadi masalah yang buruk jika kamu membunuhnya?] "Ya aku sudah memikirkannya setidaknya menyingkap manusia bodoh seperti dia akan lebih mudah dan lebih gampang menghindari masalah dari pada mempertahankannya." [Jika memang itu keputusan mu, aku tidak masalah. Kalau begitu mari kita lihat apakah dia bisa bertahan dari serangan 30% mu!] Busur hitam mulai menggerogoti statistikku tanpa cadangan, berubah bentuk menjadi sesuatu yang terlihat lebih ganas. Dengan senjata Keserakahan ini, Aku akan memberikan sedikit pelajaran ke Hado. Tiga tembakan dilepaskan ke arah Hado yang sudah mulai terjun bebas. Aura hitam berlari mengikuti anak panah menuju langit dengan suara menderu. Mereka menembus Hado, lalu terus melaju ke langit. Sesaat kemudian…. Suara basah terdengar dari tengah petak bunga. Ketika Aku tiba di sana, Aku melihat Hado yang kehilangan kaki kanan dan kedua lengannya. Dia masih hidup. Karena vitalitas energi yang dia miliki membuat pendarahan dari luka sudah berhenti. Mungkin ini sudah cukup. Jika aku menyiksanya lebih jauh, Hado mungkin akan mati sebelum aku bisa mengumpulkan informasi apa pun darinya. Aku mengubah sikap ku dari sebelumnya, bertanya pada Hado dengan nada yang lebih baik. Hado pada gilirannya mulai menjawab dengan sungguh-sungguh karena takut dirinya akan mati di tanganku. Pertama, Rafal dan Memir keluar dari kota ke gunung di ujung timur, dan mereka belum kembali selama tiga bulan. Sangat buruk. Kemudian, hal yang paling penting. Mengenai masalah Roxy. Dia memiliki ekspresi aneh setelah kembali dari kastil hari ini. Mari kita tanyakan alasannya dari sesama ksatria suci. Setelah mendengar jawabannya, aku merasa ingin menghancurkan mulut Hado. Perkataannya benar-benar membuatku marah. "Aku tidak salah. ……Dia akan berangkat ke Gallia besok." "Kenapa, Roxy melakukan itu tiba-tiba?" "Naga Surgawi di Gallia… saat ini sedang mengamuk di luar perbatasan. Saat ini, pemburu disibukkan dengan sejumlah besar monster… tidak ada ksatria suci yang mau melawannya. Tidak ada yang ingin mati… namun… seseorang harus melakukannya, karena itu adalah kebutuhan agar monster dalam jumlah besar tidak akan menyerang kota." Dan untuk itu, Roxy telah dipilih? Sebelumnya, Aku mendengar tentang itu pada tengah malam ketika pergi ke bar, bahwa para ksatria suci selain keluarga Heart berkumpul, Aku kira itu untuk memastikan persetujuan mereka dan membahas masalah bos lantai. Ternyata ada masalah krisia lainnya selain bos lantai. Namun, dengan masalah ini berarti akan ada pembagian p*********n. Mengetahui informasi ini aku harus memutuskan untuk menentukan mana yang aku pilih. Membantu Roxy, atau membantu Felix. Aku tidak tahu bagaimana nantinya, biarlah biru menjadi masalah yang akan datang. Dengan masalah ini berarti mereka mengirim Roxy ke Gallia, lalu membasmi keluarga Heart saat dia pergi. Itulah yang keluarga Rafal dan kawan-kawan rencanakan. Benar-benar keluarga yang bengis. "Apakah Roxy mengikutinya?" "Lebih seperti, dia tidak bisa melakukan apa-apa … itu adalah konsensus dari semua anggota lain dari Ksatria Suci] Dan asa kemungkinan jika hari itu, ketika Roxy pergi ke dalam keluarga semuanya telah diputuskan sebelumnya. Sepertinya semua ksatria lain dengan kejam menyuruhnya [Mati di Gallia]. Setelah Roxy kembali ke mansion….saat aku mengingat ekspresinya kecewa yang dia miliki, aku merasa dadaku sesak. Dan sekarang Hado telah memberitahuku alasannya. "Dia berkata … jika hidupnya sendiri dapat menyelamatkan orang-orang di antara para keluarga ini, dia akan dengan senang hati melakukannya …." Jika itu Roxy, meskipun dia terpaksa melakukan hal seperti itu, dia tetap akan melakukannya. Sebagai seorang yang mengenalnya, bahkan aku dapat memahaminya meskipun waktu yang aku habiskan bersamanya hanya sebentar. Dan karena itu adalah konsensus dari semua ksatria suci lainnya… itu adalah sesuatu yang tidak bisa aku selesaikan. Saat aku melihat ke langit, Hado berkata dengan terengah-engah. "Aku sudah memberi tahu Kamu apa yang ingin Kamu ketahui. Bagaimana… bisakah kau melepaskanku sekarang? Mulai sekarang Aku akan berubah … Aku akan melakukan apa saja … untuk orang-orang … jadi, tolong jangan bunuh aku…] Aku menoleh menatapnya. Itu bukan kata-kata yang tulus, hanya memohon untuk hidup seseorang. Dengan geram, aku segera menusuk Augus kepadanya. Keterampilan Augus diaktifkan. Endurance+165600, Physical Strength+197600, Magic+138400, Spirit+150900, Agility+167800 akan diterapkan pada statistik Penguasaan Pedang Suci, Penguatan Fisik (Besar) akan ditambahkan ke keahlian Augus. Tanpa sengaja aku melahap jiwa Hado, lezat. Itu hampir menyaingi Pemimpin Kobold. Kupikir aku sudah terbiasa, tapi itu cukup untuk memuaskan skill Augus. Aku masih tidak menyangka jika ini akan terjadi. Untuk pertama kalinya aku melahap jiwa manusia. Di tengah perasaan itu heran. Augus menahan ku. [Bagaimana itu? Peringkat kedua telah dibuka. Apa yang akan kamu lakukan?] "Ya, tolong lakukan." Aku menjawab tanpa semangat. Ini bukan keinginan ku. Aku melakukan diluar kendali ku. [Mempertimbangkan berapa banyak statistik yang Aku dapatkan dari pria ini, Aku pikir itu akan baik-baik saja.] Mendengar itu, aku mendengkus pelan. Yah, meskipun keterampilannya tidak berguna bagiku, setidaknya aku masih bisa menyerap beberapa statistik. Lalu, ini dia! Saat pedang hitam Augus mulai berkilauan, aku merasa bahwa aku mulai kehilangan kekuatanku. Dan ketika cahaya itu padam, "Ini adalah … sabit." Ini sabit besar. Ukurannya bahkan lebih besar dan lebih tinggi dari tubuhku sendiri. Ini adalah bentuk peringkat kedua ku, jenis senjata Scythe Dengan meletakkan kutukan di dalam bilahnya, itu akan dapat memotong apa pun tidak peduli apa. Ini adalah status setelah Augus diperkuat. Itu kembali ke status dari belakang ketika dia pertama kali bertemu Augus. Alea Lv1 Daya tahan: 121 Kekuatan: 151 Sihir: 101 Semangat: 101 Kelincahan: 131 Keahlian: Kerakusan, Penilaian, Membaca Pikiran, Penyembunyian, Penglihatan Malam, Seni Bela Diri, Penguasaan Pedang Suci, Penguasaan Pedang Satu Tangan, Penguasaan Pedang Dua Tangan, Penguatan Fisik (Kecil), Penguatan Fisik (Sedang), Penguatan Fisik (Besar) , Penguatan Daya Tahan (Sedang), Penguatan Kelincahan (Sedang), Pemulihan otomatis.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN