Dongeon tower 47
Melihat bagaimana Hado berdiri di hadapanku membuatku mengingat masa kelam di mana keluarga Burix pernah melakukan sesuatu yang keji di panti asuhan.
Tempat di mana anak-anak mendapatkan perlindungan, tapi saat itu mereka dengan sadisnya mengusir anak-anak dan membuat merekam kehilangan tempat tinggal. Tidak sampai di sana, karena perbuatan keluarga Burix, ada begitu banyak orang yang menderita dan kehilangan tempat, bahkan rela menjadi b***k hanya bisa bertahan hidup.
Membayangkan hal itu saja sudah membuat ku muak. Dia ingin menyelesaikan masalah dengan keluarga Burix, hanya saja saat ini sepertinya bukanlah waktu yang tepat. Dia ingin melihat sehebat apa kekuatan dari pria yang mengaku menjadi Hunter terkuat di keluarga bengis itu.
Burix telah menyebabkan berbagai rasa sakit selama 5 tahun kepada orang-orang yang pernah dia tindas. Dan tindakan seperti ini cukup menjengkelkan…. Nah, membual tentang hal seperti itu hanya akan membuatku merasa mual.
Hado berdiri diantara orang-orangnya kali ini. Dia terlihat begitu dermawan dan terlihat sangat arogan secara bersamaan. Hal itulah yang membuat ku Tidak ingin untuk melewatkannya.
Pertama-tama, mari singkirkan orang-orang yang ada di sekitarnya sebelum melakukan permainan inti.
Aku berdiri dengan kokoh, memegang Augus yang sudah ku rubah menjadi pedang. Ini akan sangat menyenangkan jika aku bisa memancing dirinya untuk keluar.
Saat itu aku memutuskan untuk membuat sedikit kekacauan sebelum bermain-main dengannya. aku menggenggam pedang Augus dengan erat dan tatapan yang tak lepas dari sosok yang ada di hadapan ku sekarang, aku hampir saja melakukan sebuah serangan sebelum akhirnya aku mendengar seseorang mengatakan satu hal yang benar-benar membuatku ingin tertawa saat itu juga.
"Tuan, serahkan monster ini kepada kami. Melawan orang seperti dia, anda tidak perlu mengotori tangan anda sendiri. Kami bisa mengatasinya dengan mudah, bahkan tidak akan membutuhkan waktu lama untuk menjatuhkan dia."
Mendengar ucapan seperti itu tentu membuat jadi terkekeh pelan. "Kau benar. Melawan monster bodoh ini seharusnya tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga, apalagi harus mengotori tangan ku sendiri. Jadi Lakukan sesukamu!"
"Baik tuan!"
Aku masih diam dan memperhatikan mereka. Sepertinya orang yang besar mulut itu memiliki keterampilan yang bagus untuk di uji, apakah dia layak. Ataukah dia hanya membual agar dia mendapat wajah di depan Hado. Benar-benar konyol.
Nyatanya di dunia ini banyak orang yang rela menjilat dan memberi kata-kata manis agar mereka bisa mendapatkan tempat. Seperti yang dilakukan pria bodoh itu. Dari auranya saja dia tidak sepadan dengan kekuatan ku, tapi entah kenapa dia seolah-olah meremehkan apa yang aku miliki.
[Puah! Akhirnya aku kembali!]
Tiba-tiba saja Augus berteriak dan hampir membuatku terkejut, aku melirik dirinya sembsri mendengkus pelan. "Apa yang kau lakukan bodoh! Aku hampir terkejut karena mu!"
[Tidak ada. Aku hanya berteriak karena kebebasan ku. Apakah kamu tahu, aku baru saja melakukan meditasi untuk memulihkan energi yang berlawanan ketika Loki keluar dari tubuh ku. Ini membuatku harus tidur panjang agar aku benar-benar pulih.]
"Cih! Apa peduliku, lalu di mana Jess?"
[Entah. Aku tidak merasakan kehadirannya. Sepertinya dia belum selesai dengan meditasi nya.]
"Apa kalian memang sering melakukan hal ini untuk meninggalkan aku seorang diri?"
[Hey, jangan katakan itu, bukankah aku meninggalkan ku dengan Loki. Seharunya kamu baik-baik saja ketika bersamanya.]
"Aku memang baik-baik saja, tapi tidak sekarang. Kamu tidak lihat aku sedang berada di dalam kondisi yang tidak baik!"
[Huh? Hanya orang-orang bodoh ini saja kamu sudah mengeluh? Bahkan menghadapi prajurit bayangan mu saja mereka tidak akan mampu.]
"Cih! Aku tidak akan menggunakan kemampuan itu untuk menghadapi orang-orang bodoh ini. Hanya dengan mu saja aku sudah mampu menjatuhkan mereka."
[Lalu kenapa kamu malah bingung dan bertanya padaku, bukankah kau sudah tahu jika kau bisa melakukannya.]
"Kamu tahu, aku hanya panik saja tadi. Dan lagi kamu tiba-tiba datang dan menyejukkan ku."
[Maafkan, aku. Tapi selain itu kenapa tidak berpikir bagaimana cara untuk mengatasi mereka semua. Bukankah kau sudah terpojok sekarang?]
"Cih aku sudah tahu itu, dan aku akan segera mengurusnya."
Dari 15 orang yang ada di hadapan ku mereka semua sudah bersiap untuk memberikan serangan. Aku bergerak mundur, beruntung karena topeng yang aku kenakan. Aku bisa menggunakan mata kiri ku untuk melihat pergerakan musuh, ini lebih baik dan aku tidak perlu menyembunyikan. Sebenarnya berperan menjadi Lich sangat berguna dan bisa ku manfaatkan kondisi ini.
Mereka segera mengepungku, aku tidak akan membuang kesempatan untuk hal ini. Mungkin mereka berpikir jika menyerangku secara bersamaan maka akan menguntungkan mereka,
Baiklah jika itu yang mereka pikirkan, maka Aku benar-benar ingin melihat sejauh mana mereka bisa berusaha.
Aku mulai mengambil langkah, memeriksa statistik mereka dan tersenyum kecil ketika menyadari, statistik mereka berada jauh di bawahku. Pada kesempatan ini jika aku bisa mengambil keuntungan penuh dari perbedaan statistik kami, maka sudah dipastikan aku akan bisa menyelesaikan semuanya dengan mudah.
Satu yang ingin aku incar. Ketika melihat bagaimana sikap orang yang memprovokasi Ki tadi. Aku memutuskan untuk mendekati orang penjilat tadi.
Saat aku bergerak mendekat, dia sama sekali tidak menyadari pergerakan ku. Bukankah itu sesuatu yang ceroboh? dia mengendurkan kewaspadaannya ketika menghadapi seseorang berpikir jika dirinyankuat, padahal dia hanyalah seorang sampah. Aku segera berlarinie arahnya. Kemudian meluncurkan tinju kiri yang langsung mengenai wajahnya.
Pria itu terlempar jauh kebelakang karena begitu keras pukulan ku. Aku boleh saja level satu, tapi dari segi kekuatan fisik aku bisa diadu dengan mereka yang memiliki level jauh di atas ku. Kembali pada pria tadi. Dia benar-benar terhempas sebelum dia bisa mengatakan apa-apa lagi.
Hado mengabaikan keterkejutannya, dan segera memerintah 13 orang yang tersisa untuk menyerang ku.
Aku menghadapi mereka, menangkis setiap serangan yang diberikan ke padamu dan dengan mudah aku bisa menjatuhkan mereka.
Bahkan aku hanya menggunakan tangan kiri ku yang kosong. Dan dengan itu aku bisa menjatuhkan mereka semua. Mereka hanyalah Hunter level rendah yang terlalu besar mulut. Menghadapi mereka, aku tidak perlu mengayunkan pedang hitam Augus di tangan kananku. Selain Hado, Aku tidak punya dendam khusus terhadap para Hunter ini, jadi aku pikir ingin membiarkan mereka tetap hidup adalah keputusan yang baik.
Hanya saja dengan pukulan saja tidak sertamerta membuat para Hunter benar-benar tumbang, nyatanya serangan ku sama sekali tidak bisa melumpuhkan mereka, dan ada kemungkinan mereka akan bangkit kembali dan melakukan serangan balik. Oleh karena itu, Aku memilih untuk menggunakan keterampilan yang sesuai dengan kemampuan mereka. Dengan kekuatan yang dimiliki Loki dan juga Augus mungkin bisa membuat mereka tumbang.
Satu persatu dari mereka bangkit, lalu setelah itu mereka langsung menerjang ke arahku, mereka benar-benar bersemangat untuk melakukannya.
Aku segera mengaktifkan Loki untuk menyelimuti tanganku lalu dengan gerakan bela diri yang aku kuasai, aku segera mematahkan serangan mereka.
Pukulan demi pukulan aku lancarkan pada mereka hingga membuat mereka terlempar satu persatu. Dan melihat bagaimana kondisi mereka membuatku sedikit iba.
Mereka benar-benar terlihat tidak baik-baik saja. Yang satu itu tangan kanannya remuk, sedangkan yang satunya lagi patah kaki kirinya. Dan orang ini patah rahangnya…. Meskipun mereka semua adalah Hunter elit, mereka tidak berada di bawah perbedaan statistik yang besar. Pada level ini, bahkan aku yang tidak memiliki kemampuan nyata dalam pertarungan tangan kosong dapat dengan mudah menekan mereka.
Aku terus menggunakan Loki dan gerakan bela diri yang aku kuasai untuk membuat para Hunter tertekan. Hanya dalam waktu singkat, aku bisa membuat bawahan Hado tergeletak di tanah, dan berjuang kesakitan. Pedang yang terangkat tinggi di lengan mereka, sekarang tergeletak di sebelahnya dengan sia-sia.
Mereka benar-benar lemah, padahal dikatakan jika mereka adalah Hunter urusan keluarga Burix, di mana mereka seharusnya memiliki keterampilan yang bagus.
Sekarang, yang masih berdiri di pertarungan ini hanyalah Hado dan aku sendiri. Aku menatapnya sejenak sebelum akhirnya melesat jauh, sebelum itu aku menyimpan Augus untuk bisa bergerak dengan leluasa, aku tidak akan menggunakan Augus untuk sekarang, karena aku ingin bersenang-senang dengan Hado.
Melihat sejauh mana kemampuannya saat bertarung.
Aku melesat ke depan. Menggunakan gerakan seni bela diri yang aku kuasai. Aku segera melancarkan pukulan demi pukulan yang mana itu mampu dihindari dan di halau oleh Hado, hanya saja sepertinya setiap pukulan yang dia tepis membuatnya harus menahan sakit yang luar biasa.
Tentu saja. Aku menggunakan Loki sebagai perlindungan ku.
Aku berhenti saat Hado mundur beberapa langkah untuk mengambil jarak, napasnya terengah di sana dan aku tersenyum kecil.
"Hunter pilihan yang terkena kuat, ternyata hanya sebuah omong kosong belaka."
Aku mulai memprovokasi. Ini adalah hal yang mudah untuk membuat lawan lengah, karena dengan ini aku bisa menguasai jalannya pertarungan, apalagi saat emosi Hado mampu aku kuasai. Itu akan membuatku semakin lebih mudah untuk memprovokasinya.
Berbicara tentang Hado, saat ini dia tengah terengah-engah dengan mulut terbuka, seperti ikan yang keluar dari air. Sepertinya dia sudah mulai kelelahan hanya dengan menghadapi tinju mu, dan melihat bagaimana kondisi tangannya, terlihat ada begitu banyak memar di sana. Dan rasanya aku sudah mengeluarkan banyak keterampilan di sini.
Dengan santai aku melangkah, Loki masih menutupi tanganku, memberi dukungan yang bagus di sana, dan aku berencana untuk menggunakan Loki ketika Hado mulai kelelahan, aku pikir akan baik-baik saja jika aku mencuri sedikit saja energi dari dirinya. Mungkin itu akan membuat Loki kenyang untuk beberapa saat.
Ketika Aku mendekatinya, dia mulai marah dan berteriak pada bawahan untuk bangkit kembali dan melawan ku lagi.
"Apa yang kamu lakukan? Cepat, bangun dan bertarung! Berjuang untuk nama keluarga Burix!"
Mendengar itu aku berdecak pelan. Sepertinya dia tidak akan berhenti marah ketika dirinya terdesak. Padahal dia sendiri yang mendapat posisi rank. Lalu kenapa menghadapi ku dirinya kewalahan. Apakah ini yang kekuatan sesungguhnya dari barisan rank.
Benar-benar tidak berguna. Bahkan kekuatannya tidak sebanding dengan Felix.
Didesak oleh sang pemimpin, salah satu dari Hunter itu benar-benar berhasil berdiri. Tidak peduli bagaimana dengan kondisinya, dia tetap memaksakan dirinya untuk menghadapi ku.
Tapi meski begitu, dia bukanlah apa-apa, aku segera mengambil Augus dengan mode pedang besar, lalu dengan gerakan cepat. aku meletakkan pedang besar itu tepat di lehernya. Benar-benar hanya satu inci dari lehernya, seketika itu juga wajahnya menjadi pucat, dan dia segera berbalik dengan kaki bergetar.
Dasar bodoh. Sepertinya pria itu tidak memiliki loyalitas yang cukup untuk Burix. Bahkan hanya dengan satu gertakan saja sudah membuat dia lari ke dalam hutan dan meninggalkan tuan Hadonya.
Sungguh loyalitas yang bagus, mereka bahkan tidak bisa disebut sebagai bawahan. Karena kemampuan mereka hanyalah menjilat saja.
Sialnya lagi. Di sini mereka harus berhadapan dengan ku ketika aku memiliki banyak keuntungan, Loki yang mampu memperkuat pukulan ku. Lalu Augus dan Jess yang memberikan banyak bonus statistik. Dan mata kiri, yang ku sebut sebagai mata kegelapan, dia memberikan penglihatan masa depan walau hanya beberapa detik saja. Itu sangat berguna untuk menentukan sebuah pertarungan.
Aku hanya tersenyum melihat bagaimana kondisi Hado saat ini. Dia tentu saja tidak akan menyangka jika bawahannya akan lari seperti seorang pengecut dan meninggalkan dirinya begitu saja.
"Hei kau! Jangan lari! Sialan! Aku adalah Hado dari keluarga Burix, dan tidak akan memaafkan siapa saja yang lari dari hadapan ku!"
Dan bagusnya, teriakan itu hanya bergema begitu saja. Tidak ada jawaban dari bawahan yang berlari dengan ketakutan, sepertinya dia benar-benar ingin menjauh dari pertarungan ini. Apapun yang terjadi.
Tidak peduli jika Hado akan marah ataupun membunuh dirinya sekalipun. Dia benar-benar lari dari tempat ini.
Tidak peduli seberapa keras Hado berteriak, bawahan itu tampaknya telah melarikan diri terlalu jauh untuk bis mendengarnya.
"Sangat menyedihkan melihat seorang Hunter yang dihormati ditinggalkan oleh bawahannya, Hado. Apakah reaksi dari kurangnya ambisi yang ada lama dirinya mukai muncul?"
Aku melanjutkan provokasi ku dengan nada merendahkan, ini biasanya akan berhasil. Melihat bagaimana reaksi wajah Hado sepertinya aku berhasil memprovokasi dirinya.
"Sialan kau …… apakah kau mengolok-olok ku? Aku tidak akan memaafkanmu, dasar monster sialan!"
Hado yang marah langsung menarik pedangnya, lalu kemudian dia mengacungkan pedang emasnya ke arahku, Hado mendatangiku. Kekuatannya adalah satu-satunya hal yang layak dipuji. Dia berada di rank teratas dan itu layak untuk disebut sebagai lawan. Dari pada orang-orang di bawahnya.
Namun, aku bisa melihat lututnya sedikit gemetar. Entah itu ketakutan yang datang secara naluri, atau hanya kebetulan, aku akan mengetahuinya dari pertarungan.
Hanya ada kami berdua di sini, tidak ada orang lain yang hadir. Beberapa bawahan Hado sudah tergeletak di atas tanah dan tak berdaya. Itu artinya, tidak ada lagi penghalang di antara kita.
Jadi aku pikir tidak akan menjadi masalah besar jika aku semakin membunuh mentalnya dengan kekuatan yang aku miliki.
Lalu aku memutuskan untuk melepas jubah berkerudung ku secara perlahan. Di susul yopeng tengkorak yang menyembunyikan wajahku hingga semua benar-benar terlepas dari wajahku.
Saat dia melihat wajah asliku, wajah Hado sangat terkejut dan sama sekali tidak menyangka jika dia akan berhadapan denganku. Aku memberinya senyum kecil di wajahku.
"Tidak mungkin……untuk sampah sepertimu, memiliki kekuatan seperti itu……katakan padaku apakah ini bercanda?!"
Ku benar-benar menikmati reaksinya. Mungkin bukan hanya dirinya saja yang akan bereaksi seperti itu saat berhadapan dengan ku sekarang. Aku Alea si level satu yang mendapat julukan pemburu terlemah bisa mengalahkan seorang yang berada di daftar peringkat, lelucon macam apa itu! Sayangnya ini adalah nyata dan Hado sama sekali tidak menyangka jika itu itu aku, Hado mundur karena terkejut.
Tidak ingin membisri, aku memilih untuk terus memperpendek jarak kami.
"Aku tidak punya alasan untuk memberitahumu. Selain itu, aku lebih suka jika kau menjawab pertanyaan ku sekarang!"
"Haa …! ada apa dengan sikap sombong itu. Hey, jika aku tidak mau mengatakannya, apa yang akan kamu lakukan?"
"Jika Kamu menjawab, mungkin aku akan memberi Kamu kematian yang cepat. Tetapi jika tidak, mungkin aku akan bersenang-senang dengan mu sampai kamu benar-benar menderita dan aku mendapatkan jawaban dari mu. Bukankah itu adil?!"
"Apakah kamu bercanda. Aku adalah putra kedua dari keluarga Burix Hado, Hunter terpilih. Sampah sepertimu tidak akan bisa melakukan itu!"
"Kalau begitu mari kita buktikan saja. Tunjukkan padaku, kekuatan yang dibanggakan oleh keluarga mu itu."
Aku benar-benar meremehkan dirinya kali ini. Mental yang selama ini dia jaga dipertaruhkan di tempat ini. Seperti ha aku akan baik-baik saja jika melakukan kejahatan di tempat ini. Bahkan jika aku membunuhnya aku tidak perlu cemas dengan rumor yang akan beredar nanti. Mereka pasti akan menyangka jika Hado yang tercinta mari karena Lich, dan jasadnya di makan oleh Lich.
Dengan berpikir seperti itu. Aku segera menyerat Augus, mengangkatnya tinggi-tinggi dan setelah itu dengan cepat aku memutar pedang besar augus lalu memutarnya ke arah Hado, mengacungkannya dengan percaya diri. Bahkan dengan tatapan merendahkan yang membuat dirinya tak berkutik di hadapanku.
Kebencian yang dia tanam cukup besar kepadaku. Dari rumor yang aku dengar sebelumnya, aku bisa mengatakan jika dirinya adalah si b******k yang akan membuat masalah di kemudian hari. Dan bukan hanya itu saja, rumor mengatakan jika dia memiliki masalah dengan Roxy. Jadi jika aku membiarkannya hidup lebih lama, dia akan menjadi masalah bagi Roxy. Jadi, setelah mendapatkan semua informasi yang Aku butuhkan, Aku akan membunuhnya di sini. Itu adalah keputusan yang menurutku bagus.
Walau sepertinya Roxy akan sedih jika dia tahu apa yang sudah aku lakukan.
Tapi, aku sudah memutuskan. Benih yang telah Aku tabur, Aku akan bertanggung jawab untuk itu.
Jadi mari kita lihat sejauh mana dia bisa bertahan dari setiap serangan ku. perlahan aku memasuki kuda-kuda saat aku menarik ujung pedang besar Augus ke arah Hado.
Selain itu, aku juga mengaktifkan ski Appraisal dari mata kiri ku.
Hado Burix Lv45
Daya tahan: 165600
Kekuatan: 197600
Sihir: 138400
Semangat: 150900
Kelincahan: 167800
Keterampilan: Penguasaan Pedang Suci, Penguatan Fisik (Besar)
Seperti yang diharapkan dari seorang ranker. Dia memiliki beberapa keterampilan yang bagus, dan melihat statistiknya dia wajib diakui sebagai Hunter terkuat di keluarganya, tapi di hadapanku dia hanya cukup kuat saja.
Walau begitu, dia memiliki kekuatan yang lebih baik dari pada orang-orang di bawahnya, bahkan jika di bandingkan dengan manusia tikus tanah sepertinya dia jauh lebih kuat darinya.
Yah, meski begitu aku juga mampu mengalahkan manusia tikus tanah. Bahkan juga sudah melahap jiwanya. dan bahkan kini sudah berada di tanganku.
Itu hanya berarti bahwa aku tidak perlu membandingkan kekuatannua dengan statistik ku sendiri, karena melihat dari sudut manapun aku sudah dua kali lebih kuat dari Hado saat ini.
Bagaimana dengan keterampilannya?
Aku dapat dengan mudah mengatakan bahwa Penguatan Fisik (Besar) adalah semacam teknik penguatan tubuh. Itu bisa diatasi dengan skill Loki yang bisa menembus pertahanan dari dalam, dan dengan ini aku tidak akan kesulitan untuk menghadapinya.
Hanya sajs keterampilan penguasaan Pedang Suci agak mengkhawatirkan. Aku yang penasaran mulai mencari tahu lebih jauh kekuatan itu menggunakan Appraisal
Penguasaan Pedang Suci: peningkatan kerusakan saat menggunakan senjata Pedang Suci. Dapat menggunakan skill jarak jauh bertenaga tinggi Grand Cross.
Jadi inilah alasan kenapa dirinya menganggap dia kuat dan bisa mencapai posisi rank tertinggi, jadi karena dia berpikir dirinya benar-benar kuat untuk itu dia menganggap semua orang di hadapannya lemah.
Bahkan dia memiliki banyak keuntungan saat melawan monster yang mana, monster akan melemah saat menghadapi kekuatan suci. Dan dikatakan kekuatan suci adalah berkah dari dewi yang hanya ada beberapa di menara ini. Sayangnya untuk menggunakan efeknya, diperlukan jenis senjata khusus yang disebut Pedang Suci.
Pedang Suci ini dikatakan ditempa di distrik militer. Itu agar orang luar tidak dapat menduplikasi teknik dan sebagian besar dibuat khusus untuk pengguna tertentu. Selain itu, bijih yang dibutuhkan untuk menempanya adalah Orichalcon yang langka.
Yah, itu semua dari rumor yang kudengar di bar, jadi aku tidak tahu seberapa akuratnya kemampuan itu.
Jika ada, tidak mungkin bagi orang biasa seperti Aku untuk mendapatkannya bahkan jika Aku menyusup ke dalam sana untuk mencari tahu. Itu adalah Pedang Suci.
Jadi karena hal itu aku ingin tahu bagaimana hasilnya saat melawan Augus pedang kegelapan yang mampu menyerap seluruh energi sihir dan juga energi kekuatan yang dimiliki musuh.
Augus memiliki banyak keterampilan, diantaranya adalah melahap kesombongan. Ini adalah keterampilan yang mampu mengguncang mental seseorang hingga membuatnya lemah dan tak berdaya, dengan itu aku bisa mengalahkan orang yang mulai terguncang.
Jadi aku tidak sabar untuk melihat sejauh mana dia akan bertahan menghadapi kekuatan Augus.