dongeon tower 46

2926 Kata
Dongeon tower 46 Benjamin tidak bisa dikatakan sebagai anak paling berbakat di keluarganya. Tetapi setelah semua perjuangannya sela ini sekarang dia mendapat julukan yang layak untuk seorang yang benar-benar kuat di antara serikat yang ada. Hanya saja perjuangannya selama ini tidak membuahkan hasil. sebagai seorang pemimpin serikat, dia selalu dihambat oleh kehadiran orang-orang yang menurutnya bodoh dan selalu saja maju satu langkah di depannya, padahal dia jelas-jelas lebih kuat dari merek semua. "Lakukan pertemuan besok, aku ingin melihat sejauh mana si bodoh itu akan bergerak!" Selama ini di selalu menyimpan dendam kepada serikat flame red dragon dan karena kemunculan serikat itu, sekarang dirinya berada diambang yang benar-benar berbahaya. Prestasi yang sudah dia kumpulkan sejauh ini akan benar-benar lenyap jika mereka terus saja bertindak sesuka hati mereka. "Baik tuan." "Dan jangan lupakan untuk memasukkan orang kita saat mereka mengundang serikat ternama untuk membentuk tim nantinya, aku ingin mendengar informasi dari mata-mata kita secara langsung." Paul juga terkejut, “tapi, bukankah tuan sendiri yang akan menghadiri pertemuan itu. Apakah tuan ini tidak ikut serta lagi kali ini?” "Jangan membantah, ikuti saja perintahku." "Ba-baik tuan." Benjamin benar-benar kesal dengan keadaan ini. Bahkan dengan amarah yang meluap, dia segera melancarkan aura yang benar-benar kuat untuk menghancurkan seisi tempat dirinya berpijak. Kekuatan yang meledak membuat orang-orang yang ada di sana mulai ketakutan. "Aku berjanji akan menjatuhkan mu apapun yang terjadi." Denda tumbuh dengan cepat, membuat seseorang melupakan jati dirinya dan kalap akan sebuah selimut yang menutupi hatinya. === Kembali ke Ibukota Kerajaan. Aku memilih untuk berpisah dengan merek. Karena sekarang aku ingin menghindari keramaian sebisa mungkin, aku juga masih berusaha untuk tetap tenang dari segala kondisi. Ada hal penting lainnya yang harus aku kerjakan. Seperti halnya mempelajari buku yang aku dapatkan sebelumnya dan mempelajari keterampilan Loki yang baru. Aku harus bisa menguasai seluruh keterampilan yang ada. Karena itu adalah kunci utama aku mendapatkan kekuatan. Sejatinya aku harus bisa melatih seluruh keterampilan yang aku miliki dengan penguasaan setidaknya mencapai 80%. Dan untuk mencapai titik itu aku harus banyak berlatih. Setidaknya selama melatih penguasaan Loki. Aku harus sangat berhati-hati karena jika aku membuat kesalahan, maka sudah dipastikan jika aku akan kehilangan kesadaran. Membayangkan hal itu saja sudah membuat ku berkeringat dingin. Aku harus bisa bertahan dan berusaha menguasai keterampilan ini. Setidaknya aku butuh sebuah tempat untuk melatih kemampuan ku sehingga aku tidak cemas lagi seandainya aku kehilangan kendali nantinya. Kami tiba di serikat saat malam tiba. Dan aku menyusul dari belakang. Itu lebih baik karena keramaian langsung berkerumun begitu tiga orang itu sampai di depan serikat. Aku memilih untuk lewat pintu belakang agar aku bisa menghindari kerumunan. Dan kini aku bisa bernapas lega saat aku bisa masuk tanpa ada halangan, aku berjalan menuju ruangan yang memang diperuntukkan untuk latihan. Aku datang ke tempat ini hanya untuk berisitirahat dan beralasan agar aku ingin latihan. Ruang pelatihan yang aku pilih kali ini berada di lantai dua, dan sekarang aku bisa duduk di sofa nyaman walau suasana di tempat ini sedikit bising. Ruang latihan yang ada di lantai satu yang pernah aku hancurkan dulu masih dalam proses perbaikan, dan karenanya semua pemburu di ungsikan untuk masuk ke lantai dua. Rasa lelah membuat mataku terasa berat. Dan kursi nyaman membuat ku benar-benar tak bisa mengendalikan rasa kantuk yang mulai tak terkendali. Perlahan aku mulai terlelap. === "Pak...!" Aku tersentak saat seseorang mengguncang pundak ku, aku membuka mata secara perlahan dan kini aku bisa melihat seorang pria berjas rapih berdiri di hadapanku. "Ada apa?" Tanyaku dengan suara serak. "Maaf, pak, tapi tuan Felix menunggu bapak di ruangannya." "Felix?" Aku masih belum sadar. Separuh nyawaku masih melayang saat aku baru saja terbangun. "Iya, pak, tuan Felix menunggu anda di ruangannya." Huh. Apakah pria itu sudah menyelesaikan pekerjaannya dan kenapa juga dia harus mengganggu waktu istirahat ku. "Baiklah aku akan segera datang." Aku mengibaskan tangan dan menyuruh pria itu agar segera keluar, karena aku ingin berdiam diri beberapa saat. Dia mengangguk sebelum akhirnya benar-benar pergi dari hadapanku. Aku menyandarkan tubuhku ke atas sofa dan berpikir sejenak, sebelum akhirnya aku beranjak dan berjalan menuju ruangan Felix. Sepertinya Brain dan juga James sudah ada di sana. Dan ketika aku membuka pintu. Aku bisa melihat mereka bertiga berkumpul di meja tamu ruangan Felix. Ketika aku membuka pintu. Mereka langsung menoleh secara serentak dan hal itu membuatku sedikit tak enak hati. "Ck! Kemana saja kau dari tadi?! Kami sudah menunggumu di tempat ini." Ucap Brain sembari berdecak pelan. "Maaf. Aku ketiduran di ruang pelatihan tadi." "Dasar! Bisa-bisanya kau ketiduran di saat kami sibuk mengurus orang-orang yang datang." "Aku sudah mengatakannya sejak awal bukan." Aku menutup pintu dibelakang ku dan berjalan mendekati mereka. "Jadi bagaimana?" Terdengar Felix menghela napas pelan, lalu menopang kedua tangannya di atas paha dan menangkup lalu menopang dagu diantara kedua tangannya. "Saat ini kita sudah mendapat kunci akses untuk masuk ke dalam gerbang bos. Dan karena kunci ini ada begitu banyak orang yang ingin berpartisipasi. Hanya saja aku tidak tahu berapa kapasitas yang bisa masuk ke dalam ruangan bos." Felix menatap kami bertiga secara bergantian. "Jadi aku ingin membicarakan masalah ini kepada kalian, sebaiknya siapa-siapa saja yang akan ikut berpartisipasi dalam p*********n kali ini." Semua diam. Dan aku sendiri tidak terlalu peduli dengan apa yang direncanakan oleh Felix apapun keputusannya aku hanya akan mengikuti dirinya dari belakang. "Terserah kau saja. Sudah berapa kali ku katakan, apapun keputusan mu aku akan mengikutimu." Jawabku dengan nada malas, lalu menyandarkan a punggung ke sandaran sofa. Ini kulakan karena aku masih merasa ngantuk, dan aku ingin segera tidur. Hanya saja sepertinya aku tidak bisa melakukan hal itu. Malam ini aku ingin mencoba sesuatu dengan keterampilan baru yang dimiliki Loki. Dan aku ingin melihat sejauh mana aku bisa menguasai keterampilannya. "Lalu bagaimana dengan yang lain...." Aku tidak mendengarkan pembacaan selanjutnya, aku memilih untuk duduk tenang dan mulai terlelap kembali. Rasa lelah setelah perburuan membuat ku merasakan letih yang luar biasa. Hingga lagi-lagi aku tersentak saat suara pintu diketuk dari dalam, hal itu membuatku terbangun untuk kedua kalinya hari ini. Aku mendengkus kasar dan ingin rasanya aku segera kembali ke kediaman ku agar aku bisa beristirahat dengan tenang. Seorang pria datang dan memberitahu jika saat ini Felix tengah di tunggu oleh orang penting dari negaranya, aku sendiri tidak tahu akan hal itu. Dan setelah itu Felix pergi untuk menemui utusan negara yang ingin membahas masalah gerbang bos, jadi dia segera keluar. Dia benar-benar akan menghabiskan banyak waktu. Sedangkan aku memilih untuk kembali ke kediaman ku. Pun dengan James yang akhirnya mengikuti ku pergi dari gedung serikat. Selain masalah sudah selesai. Dan keputusan sudah disepakati walau aku tidak tahu keputusan apa itu, setidaknya aku bisa bernapas lega sekarang. == Sangat bertolak belakang dengan apa yang sedang aku lakukan sekarang. Jika mereka tengah sibuk mengurus berbagai hal untuk keperluan uang akan datang. Aku malah memilih untuk berisitirahat malam ini, aku tidak berburu seperti biasanya karena rasa lelah yang mendera, jadi aku memutuskan untuk tidur. padahal langit malam ini sangat cerah tanpa awan sama sekali. Terserah pada mereka, aku hanya ingin berisitirahat malam ini dan mengumpulkan tenaga untuk hari besok. Setidaknya aku berharap besok adalah hari yang cerah dan aku bisa menghabiskan waktu untuk sekedar bersenang-senang, atau setidaknya aku bisa mencari material yang cocok. Karena aku juga ingin membersihkan Augus dan juga Jess. Janji adalah hutang. Jadi dengan tubuh letih aku kembali ke kediaman ku, aku memutuskan untuk masuk ke dalam kamar dan seger beristirahat. Aku akan menepati janji ku pada Augus besok, jadi malam ini adalah milikku. === Pagi menjelang. aku terbangun ketika mendengar suara piring dan gelas yang beradu pelan. Hal itu membuat aku membuka mata secara perlahan lalu melihat bahwasanya bayangan manusia tikus tengah sibuk menyiapkan sesuatu entah untuk apa. Aku yang terkejut langsung mengambil Augus dan merubahnya menjadi bentuk pedang. Aku tidak ingin hal ini termasuk dalam pemberontakan dan membuat ku dalam masalah besar. "Loki!" {Saya tuan.} "Apa yang terjadi di tempat ini." Aku segera mengambil langkah untuk mundur. Jika dia menyerang maka aku tidak akan segan-segan untuk menghancurkannya. {Tidak ada, tidak ada yang terjadi di tempat ini tuan, semua berjalan sebagaimana mestinya.} "Lalu, kenapa bayangan manusia tikus keluar! Dia mengejutkan ku?" {Tidak ada yang salah, aku hanya mencoba skill baruku, dan ternyata aku bisa mengendalikan pasukan bayangan untuk mengerjakan sesuatu yang sama seperti ini. Setidaknya itu bisa mengurangi beban mu tuan.} Apakah ini lelucon? Loki membuat pasukan bayangan yang seharusnya diperuntukkan untuk bertarung malah digunakan untuk sesuatu yang tidak berguna seperti ini? Aku segera menyimpan Augus kembali dan melihat secara perlahan. Dan apa yang dikatakan Loki benar adanya, bayangan manusia tikus itu menyiapkan beberapa sarapan dan teh untuk pagi ini. Aku tidak tahu itu ide siapa, tapi aku memutuskan untuk duduk di sofa untuk memperhatikan bayangan manusia tikus mengerjakan semuanya. Oh ya, untuk informasi saja, aku tinggal di sebuah apartemen yang tidak memiliki sekat di dalamnya, dan itu membuat ruangan ini menjadi satu, tempat tidur yang hanya di tutup gorden. Dan ruang tamu yang langsung terhubung dengan dapur. Oh ayolah jangan menghina ku. Aku memang semiskin itu, bahkan untuk bertahan hidup saja aku harus bekerja serabutan. Namun sekarang sepertinya aku tidak terlalu peduli dengan hal semacam ini. Aku memang memiliki banyak uang sekarang, tapi aku tidak sekalipun memikirkan untuk mengganti tempat tinggal ku, aku merasa semua ini masih bisa digunakan. Dan aku lebih memilih untuk menyumbangkan uang ku ke panti asuhan, mereka lebih membutuhkan dari pada aku. Tak lama setelah itu, bayangan tikus selesai mengerjakan tugas dari Loki. Dia datang dan membawa nampan berisi sarapanku. Aku segera menariknya setelah mengucapkan terima kasih dan setelah itu aku melahap makanan tanpa berpikir panjang. Hari ini aku berencana untuk datang ke sebuah acara pelelangan, dan aku pikir aku akan mendapat material uang bagus untuk Augus dan juga Jess. Dan ngomong-ngomong, dua egoku sudah sejak kemarin jarang bersuara, aku sendiri tidak tahu apa yang menjadi masalah, tapi sepertinya mereka tengah berisitirahat, jadi aku memutuskan untuk mengabaikannya. Toh dengan tidak ada celoteh dari Augus membuatku bisa berisitirahat dengan tenang. Setelah menyelesaikan sarapanku aku segera keluar dan mengunci pintu. aku berjalan menyusuri lorong dan segera keluar dari losmen. Sepanjang perjalanan banyak pasang mata yang menatap aneh kearah ku. Mereka mungkin sedikit terganggu dengan penampilan ku yang hanya berkata satu. Dan hal itu aku abaikan begitu saja, tidak terlalu penting untukku mengurus mereka. Jika mereka tidak suka maka biarkan saja, aku hanya akan menjalani hariku sebagaimana mestinya. Dan aku tidak butuh perhatian mereka untuk diriku. Sepanjang perjalanan aku berusaha untuk memikirkan cara bagaimana agar aku bisa bertambah kuat. Setidaknya bagaimana cara agar aku bisa melampaui level yang aku miliki saat ini. Aku masih terjebak di level satu yang membuat orang-orang memandang rendah diriku. Menghela napas kasar. Sepertinya memang tidak ada harapan untukku, aku akan selamanya terjebak di level satu, dan ini akan mempersulit ku di masa depan. Aku tidak ingin memikirkan banyak hal, aku berusaha untuk tetap tenang dan bersikap sewajarnya saja. Toh aku masih memiliki tiga ego yang akan membantu ku dan memberiku dukungan secara langsung. Lalu tak lama setelah berjalan. Aku sampai di sebuah rumah pelelangan. Aku tahu ini akan sulit jadi aku segera masuk untuk melihat apakah ada material yang cocok untuk Augus atau Jess. Itu akan berguna ketika mereka mendapat sumber kekuatan yang baru. === Aku keluar dari rumah pelelangan, setelah dua jam terjebak dengan acara yang membosankan di dalam. Mereka hanya menjual benda-benda yang tidak penting dan sedikit merusak seleraku dalam mencari material, beruntung aku bisa menahan diri dan tidak melakukan kecerobohan untuk membeli barang-barang yang tidak berguna. Setelah muak. Aku memutuskan untuk keluar dari ruangan itu dan sekarang aku tidak tahu harus ke mana. Sepertinya aku akan berjalan-jalan untuk menghabiskan waktu. Atau sekedar menjalankan misi untuk membunuh kebosanan ku. Tapi ketika aku akan melakukan semua itu, aku teringat akan janji dengan Augus, jadi aku memutuskan untuk kembali dan membersihkan Augus. Karena sekali lagi. Janji adalah hutang, aku tidak bisa membiarkan Augus begitu saja. Dan juga Jess, setidaknya aku harus merawat mereka seperti rekanku sendiri. Ketika aku sampai aku segera mengeluarkan beberapa perlengkapan untuk mencuci Augus dan juga Jess. Maka setelah mereka ku ubah dalam bentuk senjata, aku segera Melakukan pekerjaan ku. Tidak ada yang spesial dengan hal itu. Aku hanya mencuci dengan air dan menggosoknya sedikit dengan kain sutra agar mereka merasa nyaman. Aku menghabiskan banyak waktu untuk melakukan perawatan pada Jess dan Augus, hingga ketika aku sadar malam sudah datang. Setelahnya aku memutuskan untuk berencana melakukan perburuan untuk sekedar menguji sejauh mana Loki berkembang. Akhirnya aku memutuskan untuk menyibukkan diri dengan berburu sampai tengah malam. Di sana aku mencoba untuk menggunakan seluruh kemampuan Loki. Dan apa yang aku dapatkan benar-benar membuatku puas. Setelah merasa lelah aku memutuskan untuk kembali dan mengunjungi sebuah bar. Di sana, Aku mendapat sebuah informasi yang tentu saja mengejutkan diriku. Informasi itu aku dapatkan dari seorang penjaga bar yang mengatakannya sambil meletakkan piring di konter di dekatnya. Untuk mengalahkan jika selama ini Lich masih berkeliaran, dan beberapa malam lalu. Tepatnya saat aku berburu. Ada beberapa orang yang melaporkan kasus itu hingga kabar itu menyebar dan membuat, putra kedua dari keluarga Burix, Hado si pemburu yang berada di barisan rank dikirim. Dan melihat kindinya, sepertinya perintah akan ada banyak pasukan yang juga dikirim untuk mengejarku. Hart pasti mengerti situasinya. Mungkin keluarga Burix sedang merencanakan sesuatu, jadi aku terus mendengarkan. Terlebih lagi, aku sangat penasaran dengan Hado. Aku meneguk bir sampai tetes terakhir, lalu berdiri dari tempat dudukku. === Tengah malam itu, aku tinggal di hutan hobgoblin untuk menunggu sampai Hado muncul. Tempatku berada adalah petak bunga yang dulunya sarang Raja Goblin. Tempat ini tampak seperti bagian hutan yang berlubang karena tidak ada pohon yang tumbuh di sini. Di tengah reruntuhan saat aku melawan Raja Goblin, ada sebuah pohon besar yang tumbang. Aku duduk di sana, dengan semua indra waspada. Hado pasti akan datang ke sini. Hanya untuk memastikan, aku telah meninggalkan beberapa mayat goblin yang mengarah ke tempat ini. Jika dia masih tidak dapat menemukanku, maka ketidakmampuan Hado sudah sangat membantu. Itu masih tergantung pada apakah Hado menerima rumor tentang kebiasaan Lich. Saat ini, Lich hanya menyerang goblin dan tidak pernah menyerang manusia. Jika Hado mempertimbangkan fakta ini, dia tidak akan berpikir bahwa mayat-mayat itu sebagai umpan untuk membawanya ke dalam jebakan. Aku hanya bisa mendengar suara dedaunan yang bergesekan dengan angin untuk saat ini, jadi aku tetap membuka telingaku. Kenapa dia belum muncul? Apakah cerita yang diceritakan oleh penjaga bar itu bohong? Sambil memikirkan itu, Aku mulai mendengar suara yang berbeda. Suara ranting diinjak. Dan banyak dari mereka. Secara bertahap mendekati tempat ku berada. Kemudian, langkah kaki berhenti tepat di luar petak bunga. Tidak bergerak satu inci pun dari tempat ku duduk, Aku mengirim Loki dan jangan bayangan tikus untuk mengamati ke sekeliling. Ada juga gerakan dari sisi lain. Mereka sudah mulai menyebar mengelilingi tempat ini. Setelah pengepungan selesai, baru mereka akan datang. Tetap saja, Aku tidak akan pindah. Aku akan memberi serangan pertama. Yang perlu Aku lakukan, adalah tidak membiarkan Hado melarikan diri. Lich tidak menyadari kehadiran kita, ini adalah kesempatan kita…. Itu pasti yang dipikirkan Hado sekarang. Awalnya, pemburu seperti Hado dimaksudkan untuk menaklukkan monster yang memiliki tingkat bahaya tinggi. Namun dibandingkan dengan saudaranya Rafal, Hado yang belum pernah berhadapan dengan Monster kuat tentu minim pengalaman. Aku tidak sabar untuk melihat orang itu. Orang yang sering dibicarakan di banyak tempat dengan tubuh besar dan kekuatan yang maha dahsyatnya itu. Dengan menggunakan penaklukan Lich yang tampaknya mudah sebagai pengungkit, dia ingin berkontribusi sedikit pada serikat milik keluarganya, sehingga dia tidak akan dikirim ke ke tempat ini. Sebagai seorang orang yang terpilih, Hado tidak memiliki ambisi untuk menjadi lebih kuat. Orang itu, dia hanya ingin menggunakan posisinya sebagai pemburu rank untuk mendapatkan kekuatan dan status. Keluarga Burix sendiri adalah kumpulan dari orang-orang semacam itu {Tuan, mereka datang!} "Ya, Aku juga bisa melihatnya." Menurut apa yang dikatakan Loki, musuh sudah mulai bergerak. Dari belakang, dan sisi kanan, aku bisa mendengar tali busur ditarik. Karena dorongan dari keterampilan yang aku dapatkan dari loki, Aku bisa mendengar detail kecil dengan jelas. Aku melompat dari tempat semula setelah busur dilepaskan pada saat yang sama, dan berhasil menghindari dua anak panah. Pada manuver penghindaran tak terduga ku, orang-orang yang bersembunyi di hutan terkesiap. Aku bisa merasakan bahwa mereka terkejut karena pergerakan ku. Aku tersenyum menatap mereka. Segera saja ku menghunus augus saat aku mendarat kembali di tanah. "Bolehkah kita?" [Sedikit lagi, mari kita tunggu.] Jika Aku tidak bergerak, Hado pasti akan melakukannya. Bahkan jika serangan busur jarak jauh tidak efektif, mereka masih memiliki keuntungan satu lawan banyak, jadi mereka akhirnya akan memasuki petak bunga. Hado sangat menyukai metode mengalahkan jumlah musuh ini. Tidak mungkin dia akan menahan godaan ini. Di sana, seperti yang ku pikir dia telah muncul. Seiring dengan Hado lapis baja perak, mereka berjumlah 15 orang. Itu kelompok yang agak besar. Mungkin, itu adalah tentara terpilih yang dipekerjakan keluarga Burix. Masing-masing dari mereka mencabut pedang mereka, dengan senyum jelek terpampang di wajah mereka. Melihat itu, Aku sengaja menunjukkan tampilan yang sedikit bermasalah. Hado kemudian yakin bahwa mereka berada dalam posisi yang menguntungkan. "Hado, orang ini sepertinya adalah lich yang dikabarkan……dia monster itu. Penampilannya sesuai dengan informasi kami. Tapi meski begitu, kita sudah mengepungnya." "Kamu benar. Kami berbeda dari orang-orang yang memburu goblin demi uang. Kami adalah orang-orang terpilih. Aku adalah Hunter yang dipilih oleh dewa. Lebih kuat dari siapapun! Iblis mana yang tidak takut dengan kehadiranku? Lihat, bahkan lich seperti dirinya menggoyangkan kakinya!" "Itu benar. Tidak ada yang bisa melakukan itu pada Lich hanya dengan tatapan kecuali pemburu Burix" "Hahaha, itu wajar saja" Mereka benar-benar haus akan pujian. Bahkan hanya dengan jilatan kecil saja Hado sudah hampir melayang jauh. Cih! Dia benar-benar manusia rendah yang haus akan pujian.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN