Dongeon tower 45
Pertarungan terus berlanjut, dan kali ini sudah terlihat siapa yang memimpin pertarungan. Alea sudah b rada diatasi angin. Felix memberikan dukungan dan juga Brain, mereka bekerja sama untuk tidak memberikan kesempatan untuk manusia timur beregenerasi.
Bahkan ketika kesempatan itu datang. Alea segera melompat tinggi-tinggi dan mengayunkan Augus tepat di leher manusia tikus hingga kepala monster itu terpenggal.
Melihat kesempatan yang ada. Loki langsung menyerap jiwa kuat itu hingga membuat Alea hampir meledak menerima begitu banyak energi yang sangat kuat.
"Ugh!" Alea tersungkur di atas tanah, dia berlutut saat jiwa yang datang begitu kuat dan terus bertambah kuat.
Jiwa ini sangat berbeda dengan jiwa yang dia dapatkan sebelum-sebelumnya.
"Hei, apa yang terjadi!" Felix yang semasa langsung menghampiri Alea, di menyentuh punggung pria itu hanya saja tangannya seolah terbakar karena suhu tubuh Alea yang begitu panas.
"Tubuhmu, apa yang terjadi pada mu."
Alea berusaha mengangkat tangannya. "Tidak masalah. Aku bisa mengatasinya."
Hanya saja jiwa itu terus bertambah kuat selama Loki masih berusaha menghisap seluruh jiwa manusia tikus di sana. Jiwa yang mulai menyatu di dalam tubuh Alea membuat dirinya tidak bisa mengendalikan diri. Dia memilih untuk duduk bersila dan merasakan rasa sakit ysng dia dapat selama proses penyerapan di sana, ini akan memakan waktu yang sangat lama dan dia tidak bisa tergesa-gesa untuk menyerap seluruh jiwa itu.
Semua membutuhkan proses, dan Alea sudah terbiasa dengan rasa sakit yang sering dia rasakan sebelumnya.
Aura hitam mulai bocor dan memancar keluar dari tubuhnya. James yang melihat jika itu berbahaya mulai memasang pertahanan mutlak di sekitar tubuh Alea. Setelahnya Brain dan Felix memilih untuk waspada akan bahaya yang mungkin saja datang setiap saat.
Mereka bekerja sama sembari menunggu Alea selesai dengan kondisinya saat ini.
Di sisi lain. Loki hampir berhasil melahap jiwa manusiawi tikus di sana, proses yang di hadapi tidak mudah. Semakin kuat manusia tikus, maka akan semakin sulit untuk melahapnya. Loki mendapatkan perlawanan berkali-kali, tapi karena dia memiliki Alea yang menyokong kekuatan dari jauh membuat lini berhasil melahap jiwa itu dengan perlahan.
Hingga ketika Loki selesai. Aura yang bocor dari tubuh Alea semakin kuat dan terasa begitu berbahayanya. James menambah pertahanannya. Ini akan sedikit berbahaya.
Di sisi lain. Alea yang sudah mendapatkan seluruh jiwa yang ada mulai fokus untuk memurnikan jiwa itu.
Dia menarik kembali Loki setelah selesai melahap seluruh jiwa, Loki akan sangat berguna untuk membantu dirinya memurnikan jiwa itu dan mengendalikannya. Mereka berdua mulai fokus untuk memurnikan jiwa terkuat yang pernah dia dapatkan sebelum-sebelumnya.
Berusaha dengan sekust tenaga hingga tak lama setelahnya Alea bisa menguasai jiwa itu. Aura yang bocor mulai bisa ditarik kembali ke dalam tubuhnya dan itu benar-benar berhasil.
Keterampilan Loki Diaktifkan.
Endurance +9590, Physical Strength +8720, Magic +11910, Spirit +9510, Agility +7110 akan diterapkan pada statistik saat ini.
Siapa yang menyangka jika kekuatan dari manusia tua itu benar-benar kuat. Bahkan statistik yang Alea dapatkan sangat tinggi.
Sistem : Persyaratan terpenuhi, Loki akan baik tingkat ke tingkat berikutnya.
Sistem : Proses akan segera di laksanakan. Seluruh keterampilan Loki akan naik seiring kenaikan tingkat.
Alea tidak menyangka jika jiwa murni tadi membuat Loki berkembang jauh dan dia mendapat peningkatan yang sama dengan Augus, bukankah ini sebuah hak yang menakjubkan. Ketika dia berpikir dirinya akan mati di tempat ini, siapa yang menyangka jika dia akan mendapatkan kekuatan sebesar ini.
Proses kenaikan tingkat Loki tidak berlangsung lama, karena setelah beberapa saat cahaya hitam mulai bersinar dan meredup setelahnya. Alea bisa menebak jika sekarang Loki akan berkembang sangat jauh.
Sistem : proses kenaikan telah selesai. Persyaratan di penuhi.
Keterampilan : Loki si Keserakahan kini memiliki wujud dan bisa melakukan p*********n. Pelahap dan kerakusan baik ke tingkat selanjutnya. Penggunaan tidak akan merasakan sakit untuk kedua kalinya.
Alea benar-benar beruntung kali ini. Dia seperti mendapat keberuntungan yang beruntun.
Dan tidak sampai di sana saja. Saat kebahagiaan mulai membuncah, ada satu kabar gembira yang datang kepadanya.
Keserakahan Loki diaktifkan.
Jiwa yang terserap 1
Manusia Tikus tanah tahap lima
level 75
Keterampilan : cakar kegelapan, sihir kegelapan. Ruang dan waktu, Teleportasi, ilusi
Tersisa 125/299
Alea tercengang saat melihat apa yang dia dapatkan, sebuah bayangan dengan level 75, dan keterampilan yang sangat lengkap. Dan lagi apa-apaan total jumlah pasukan bayangan yang bisa dia simpan. Bukankah itu naik dengan drastis? Bukankah ini sama saja dengan kecurangan yang nyata. Dia bahkan bisa bertarung hanya dengan mengandalkan manusia tikus bayangan. Yang mana itu akan sangat berguna di masa depan.
Alea selesai, kini dia bisa berdiri dan melihat itu James langsung menarik keterampilannya.
"Hei! Apa yang sebenarnya terjadi!" Felix langsung berlari menghampiri Alea, dia begitu penasaran dengan apa yang sudah dilakukan Alea karena tiba-tiba saja Alea bertambah begitu kuat sekarang.
"Em ... Bagaimana mengatakannya..." Ale menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal, jujur saja dia masih enggan untuk menceritakan keterampilannya yang sekarang. Itu lebih terkesan curang dan aneh. Bahkan akan banyak orang yang menganggap jika itu mengerikan.
"Katakan!"
"Baiklah baiklah." Alea menghela napas pelan lalu mulai menceritakan semuanya, dari awal sampai bagaimana dia mendapat mata hitam miliknya. Di sela cerita, Alea memilih untuk menutup kembali matanya dengan penutup persediaan yang sengaja dia bawa dan dia simpan di ruang penyimpanan.
Mendengar semua cerita Alea Felix dan yang lain benar-benar terkejut, selain mengetahui fakta bahwa Alea saat ini benar-benar bertambah kuat. Mereka juga tidak menyangka jika untuk mencapai titik itu dibutuhkan proses yang sangat sulit.
"Jadi sekarang, aku bisa bertarung hanya dengan menggunakan pasukan bayangan yang sudah aku kumpulkan selama ini."
"Berapa banyak pasukan bayangan yang kau miliki sekarang MX
"Entahlah, sepertinya lebih dari 100 pasukan."
"Kau yakin?"
"Hem. Sejauh ini aku sudah mengumpulkan semuanya. Walau dari sekian banyak pasukan bayangan yang mungkin akan berguna hanya beberapa saja."
"Tapi tetap saja. Mereka tentu akan sangat berguna nantinya." Ucap Brain yang menyela secara tiba-tiba.
Sedangkan Felix masih diam dan memikirkan sesuatu untuk kedepannya, dia berpikir jika dirinya harus melindungi Alea apapun yang terjadi karena dunia ini tidak sebaik seperti apa yang diperlihatkan, ada sisi gelap yang bisa saja membahayakan Alea di masa depan, dan saat itu datang. Felix akan terus bertambah kuat dan terus bertambah kuat untuk melindungi Alea dari ancaman dan segala bahaya yang datang.
Di saat berada di tengah-tengah perbincangan, tiba-tiba cahaya putih muncul dari belakang tubuh Alea, tepat di tengah-tengah aula perpustakaan yang mana itu adalah sebuah kotak besar yang menjadi hadiah bagi orang-orang yang berhasil menyelesaikan penjara bawah tanah ini.
(Al! Alea! Apa kau mendengar ku!)
"Huh? Dari mana saja kau Jess!"
(Akhirnya aku bisa berkomunikasi dengan mu lagi.)
[Sialan! Manusia tikus itu benar-benar membuatku tak bisa berkomunikasi dengan mu bodoh!]
"Hey tenanglah. Kenapa kau tiba-tiba mengamuk seperti ini."
[Salahkan manusia tikus itu, dia benar-benar membuatku tersiksa!]
[Da kau! Apa apaan kau ini, kenapa begitu ceroboh saat menggunakan aku!]
"Huh? Apakah kamu terluka?"
[Jangan pura-pura bodoh sialan, lihat bagaimana bentuk tubuhku setelah ini! Aku tidak mau tahu. Setelah pulang kau harus membersihkan tubuhku!]
"Baiklah baiklah, aku minta maaf dan aku berjanji akan membersihkan tubuh mu ketika pulang nanti."
"Al!"
"Huh?" Alea segera menoleh saat Felix memanggil dirinya. "Ada apa?!"
"Di sini!"
Alea yang penasaran segera datang untuk mendekat.
"Ada apa?" Alea mendekati dan sedikit terkejut saat melihat apa yang ada di hadapannya sekarang. Dia tidak menyangka jika itu adalah sebuah kunci dan beberapa hadiah lainnya.
Tapi sayangnya, semua hadiah itu tidak berarti untuk Alea. Selain dia pengguna ego, benda-benda itu terlihat tidak akan berguna untuk dirinya.
Sistem : kunci terbang bos lantai di dapatkan. Mencatat nama-nama yang masuk ke dalam daftar perburuan.
Mereka satu persatu mendapat notifikasi pencapaian yang di dapat. Yang mana pengumuman itu akan dipajang di jendela pengumuman, dan sekali lagi. Alea berniat untuk tidak mencantumkan namanya, tapi sayangnya jali ini dia tidak bisa melewati hal itu.
"Huh! Kenapa aku harus mencantumkan nama di tempat ini!" Keluh Alea malas
"Kenapa ada masalah?" Tanya Brain tiba-tiba.
"Aku benci namaku tercantum di dalam papan pengumuman."
"Bukankah itu baik?"
"Baik kau bilang? Aku hanya akan mendapat orang-orang penjilat yang berusaha mendekati ku setelah mereka tahu aku mendapatkan akses bersama kalian. Dan itu sangat membosankan;"
"Huh, kau ini, kenapa tidak menggunakan nama samaran." Ucap Felix memberikan usul.
Dan seketika Alea mengingat satu nama yang akan berguna. "Lich."
"Aku akan menggunakan nama Lich."
"Kau yakin?"
"Tentu saja. Nama itu akan semakin besar bersama dengan rumor yang terus beredar, dan dengan ini akan terbukti jika Lich bukanlah seekor monster."
"Terserah kau saja jika memang itu sudah menjadi keputusan mu. Setidaknya itu akan lebih baik dari pada ada begitu banyak orang yang datang dan membahayakan dirimu nantinya."
Alea mengangguk dan setelahnya dia memutuskan untuk menggunakan nama Lich sebagai identitasnya. Dan ketika melakukan perburuan boss lantai ini. Maka Alea akan menggunakan nama samaran itu.
Sistem : nama sudah diputuskan, empat nama yang memiliki pengaruh untuk berhadapan dengan bos lantai sudah di tetapkan.
Felix - ketua serikat flame red dragon.
Brain - wakil ketua serikat flame red dragon.
James - Anggota serikat flame red dragon.
Lich - tidak diketahui.
Setelah itu maka pengumuman beredar sangat cepat dan keluar di seluruh penjuru lantai. Kabar heboh itu menjadi sangat ramai dan para ketua serikat lain mulai sibuk dan panik. Mereka tidak menyangka jika Flame red dragon akan menjadi orang yang berhasil menemukan kunci akses menuju gerbang bos lantai.
===
Kabar menyebar, pemburu yang saat ini tengah berburu pun mulai panik dan mulai meninggalkan misi mereka untuk kembali dan bertemu dengan ketua serikat terkuat itu. Mereka berpikir jika mereka harus mendapatkan akses untuk melawan bos lantai. Agar mereka bisa mendapatkan sedikit kontribusi agar mendapatkan kemudahan di lantai atas.
Serikat besar lainnya juga mulai berkumpul dan merencanakan untuk menggelar pertemuan yang akan membahas rencana p*********n bis terakhir.
Namun di sisi lain. Felix dan tiga rekannya masih berada di dalam lorong, mereka masih belum memutuskan untuk keluar apalagi pergi dari tempat itu.
Alasannya adalah Alea yang masih memilih untuk bertahan dan memeriksa beberapa buku yang ada di dalam perpustakaan, itu. Bagi Alea buku-buku itu akan sangat berguna nantinya, dan dia bisa menggunakan mereka untuk kepentingan yang lain.
Felix dan brain pun memutuskan untuk tinggal beberapa waktu dan memutuskan untuk mempelajari apa yang ada di dalam perpustakaan itu.
Mereka mulai melihat-lihat dan mencari buku yang menurut mereka sesuai.
Alea sendiri memutuskan untuk melihat rahasia yang ada di dalam penjara bawah tanah ini. Dua mulai membuka buku dan membaca satu persatu.
Perpustakaan ini mengoleksi begitu banyak buku. Yang mana tentu saja memiliki isi yang akan berguna nanrinya.
Alea mulai membaca satu persatu buku, dia sedikit memahami dengan semua yang ada. Dan setelah menemukan sebuah buku yang menyerupai buku catatan Alea segera membacanya.
Hanya saja tulisan di buku catatan itu berbeda dengan tulisan yang sering dia baca. Catatan itu menggunakan tulisan kuno yang tidak dimengerti oleh Alea
"Jess, apa kau mengerti dengan tulisan kuno?" Tanya Alea berusaha mendapatkan informasi dari Jess.
(Biar aku lihat.)
Alea segera memberikan buku itu kepada Jess, mengangkat buku tinggi-tinggi dan membiarkan Jess melihatnya.
(Sayangnya ini adalah tulisan kuno yang ditinggal beberapa ribu tahun yang lalu. Aku masih belum menguasai bahasa kuno ini, tapi jika kau membawanya, mungkin saja aku bisa mempelajarinya.)
Alea terdiam sesaat. Lalu setelahnya dia memutuskan untuk menyimpan buku itu. "Baiklah aku akan membawa buku ini."
Alea segera menyimpan buku itu dan memasukkannya ke dalam ruang penyimpanan.
Setelah itu Alea kembali mencari buku-buku yang menurutnya penting.
Hingga tak lama setelahnya dia melihat tiga buku dengan label yang sama.
Menatap ketiga label itu, perasaan ragu-ragu yang kuat muncul di benak Alea. Bahkan ketika dia meraih salah satunya, buku itu berisikan beberapa sihir yang cukup kuat. Hanya saja sihir itu terlihat berbahaya. Bahkan terlalu berbahaya untuk mempelajari sihir di dunia di mana kekuatan kegelapan dan kekuatan suci mendominasi segalanya dan buku ini adalah buku yang memberikan pengertian tentang arti kekuatan suci dan kegelapan. Mereka terlihat sepasang dan satu buku lagi Alea tidak terlalu mengerti.
Alea tahu dia tidak bisa membuang terlalu banyak waktu di sini. Maka Alea memutuskan untuk segera mengambil buku itu dan menyimpannya, dia tidak akan membiarkan buku itu terjatuh pada orang yang salah dan membuat semuanya menjadi kacau. Terlebih penjara ini sudah bisa diakses oleh banyak orang yang nantinya akan datang untuk berburu.
"Kalian sudah selesai?" Felix yang sedari tadi tersenyum kini berdiri dengan tatapan bangga yang menyertainya. Dia bahkan sudah menyimpan barang buruan yang didapat setelah mengalahkan manusia tikus tadi.
"Aku sudah selesai, karena sebenarnya aku tidak memerlukan barang-barang dari tempat ini." Ucap James yang sedari tadi hanya duduk dan berisitirahat.
"Aku sendiri sudah mendapatkan apa yang aku perlukan sejak perjalanan tadi." Brain yang memang menyukai segala jenis racun tentu saja sudah mendapatkan apa yang dia butuhkan.
"Aku juga sudah selesai." Alea yang sudah mendapat buku sihir kuno juga menyudahi perburuannya kali ini. Sekarang sudah saatnya mereka untuk kembali ke luar sana dan menunjukkan diri akan keberhasilan yang didapatkan.
"Sekarang saatnya sibuk mengurus semua masalah yang akan datang. Aku yakin orang-orang pasti sudah memenuhi gedung serikat kita setelah kita kembali."
"Hah! Membayangkannya saja sudah membuatku muak." Keluh Brain yang merasa begitu lelah ketika membayangkan hal yang begitu merepotkan nantinya. "Bisakah kita meletakkan pekerjaan yang membosankan ini. Aku selalu saja muak jika harus berurusan dengan serikat lain yang hanya tahu merengek saja!"
"Berhentilah mengeluh, itu adalah tugasmu sebagai wakil."
Alea hanya terkekeh begitu melihat bagaimana raut dari Brain yang terlihat bosan di sana. Padahal dengan ini sudah jelas membuktikan jika kinerja mereka benar-benar bagus. Dan siapa yang akan menyangka jika mereka akan berhasil mendapatkan kunci yang sampai saat ini banyak orang tidak mengetahui rahasia itu.
Felix tiba-tiba datang dan merangkul Alea, dia tersenyum dan bangga. Bahkan dia sampai menepuk-nepuk pundak Alea karena rasa senang itu.
"Kau benar-benar berperan penting kali ini." Felix terkekeh pelan. "Terima kasih. Aku berjanji akan memberimu hadiah yang layak untuk semua orang yang ada tempat ini."
"Tidak perlu. Dengan membawa nama serikat kita menjadi yang pertama itu sudah menjadi penghargaan sendiri untukku."
"Tidak usah sungkan, katakan saja apa yang kau inginkan, aku akan memberikannya kepadamu ketika kita keluar dari tempat ini."
"Aku tidak membutuhkan apa-apa, aku hanya perlu melatih diri dan berusaha untuk mengendalikan kekuatan ...." Alea tersadar akan sesuatu hal sebelum akhirnya dia berhenti dan menatap Felix sejenak. "Ah permintaan, aku hanya ingin meminta satu hal kepada kalian. Tolong rahasiakan kekuatanku pada mereka, aku hanya tidak ingin menjadi pusat perhatian."
"Hahaha, tentu saja, masalah itu kau tenang saja, aku akan merahasiakan apa yang seharunya aku rahasiakan. Kau tenang saja untuk masalah itu."
"Terima kasih."
Felix mengangguk sebelum akhirnya dia menoleh menatap rekan yang lain. "Jadi, rahasia ini hanya ada diantara kita bertiga. Sebisa mungkin kalian merahasiakannya. Karena aku tidak ingin ada seseorang yang membocorkan kartu as kita pada orang lain." Ucap Felix dengan nada menggebu di sana.
"Tentu saja. Aku sendiri tidak ingin bermusuhan dengan Alea hanya karena aku membocorkan rahasianya." Balas James.
"Baguslah, sekarang kita bisa benar-benar pergi dari tempat ini."
"Yosh! Aku ingin segera makan daging segar ketika aku keluar nanti." Ucap Brain penuh semangat.
"Hey. Jangan lupakan bir, apa jadinya sebuah pesta tanpa bir!" Ucap Felix. Dia memang menjadi satu-satunya yang menghubungkan segala sesuatu dengan bir.
"Bir! Ah, sepertinya aku akan menghindari alkohol untuk beberapa waktu ke depan." Balas James dengan lesu.
"Hey, ada apa? Bukankah selama ini kau selalu menyukai bir."
"Tidak ada, hanya saja kekasihku melarang ku untuk minum beberapa hari kedepan."
"Hoo apakah kalian akan berkencan?" Tanya Felix dengan lirikan mengejek di sana.
"Tidak ada. kami hanya berusaha menjaga kesehatan karena setiap hari kami harus menyelesaikan misi yang diberikan serikat."
"Hahaha, tenang saja, mulai hari ini dan selama satu Minggu ke depan aku akan membebas tugaskan kalian, karena bagaimanapun juga kalian harus benar-benar fit untuk melakukan p*********n ruang bos yang akan kita lakukan sebentar lagi."
"Huh. Entah kenapa aku merasa lega ketika kau mengatakan itu, Felix." Ucap Brain dengan suara lega yang di buat-buat.
"Tidak terkecuali untukmu. Kau akan sibuk setelah ini. Jadi bersiap-siaplah!"
"Apa! Kau benar-benar tidak adil sialan!"
===
Di sisi lantai tiga di mana kabar mulai beredar, seseorang yang tengah dalam perburuan kini menatap pengumuman sistem di hadapannya dengan marah. Dia benar-benar tidak menyangka jika pria api bodoh itu akan mendahuluinya.
Sialan, si badut bodoh itu benar-benar berada satu langkah di depan. Pria bertubuh besar yang merasa kesal itu langsung meremas tombak di tangannya dengan gigi bergemeletuk di sana.
"Tuan Benyamin?" Paw sang bawahan bertanya dengan hati-hati.
Di bawah bulan perak, wajah Benjamin tidak terlihat baik-baik saja. Terlihat jelas kemarahan yang tercetak di sana. Dia berkata dengan suara tinggi. “Sesuatu yang tidak terduga terjadi di. b******k! Mereka hanya seorang badut yang selalu berdebat. Orang-orang ini tidak berguna… kenapa mereka selalu berada satu langkah di depanku!
Karena kemarahan itu pria bertubuh besar itu langsung mengamuk dan membantai monster yang ada di hadapannya sekarang. Tanpa ampun benjamin meluluhlantahkan semua monster hanya dengan satu tombaknya saja.
"Aku tidak akan tinggal diam mulai sekarang. Dan jangan harap aku akan mengemis kepada mereka untuk mendapatkan belas kasihan. Jika mereka butuh maka mereka akan datang."
Bagi Benjamin, mereka hanyalah sekelompok pria bodoh, yang tidak tahu apa-apa selain bagaimana bertarung hanya dengan kekuatan fisik mereka. Jadi, tanpa memikirkan apakah penjaga itu sebenarnya lebih cocok, Benjamin akan memastikannya secara langsung. Apa yang bisa mereka lakukan tanpa dirinya nanti.
Perspektif Benjamin datang dari pengalaman masa lalunya.
Keluarga asalnya, keluarga Rafati, adalah salah satu keluarga terkuat di seluruh lantai. Keluarga Rafati dikenal karena menghasilkan pemburu yang hampir menggapai dewa. Sementara orang-orang bodoh harus belajar bagaimana mereka menjadi kuat. Sedangkan keturunan keluarga Rafati lahir dengan berkah dalam darah mereka.
Latihan yang disiplin dan juga bagaimana mempertahankan kejuatan membuat seluruh keturunan Rafati dikenal sebagai orang terkaya.
Dan Benjamin tidak akan terima ketika dirinya dipermalukan seperti ini