Aku kembali ketika malam datang, di tempat kediaman ku yang tidak terlalu ramai. Hanya sunyi yang menemani. Di tempat ini aku merasa semua akan baik-baik saja, aku akan berisitirahat sebelum akhirnya aku akan pergi Lisa.
Dan besok sepertinya aku akan mempersiapkan peralatan ku untuk melakukan perburuan bersama Felix.
Tikus tanah ... aku tidak pernah membayangkan jika aku akan bertemu sosok itu lagi selama hidupku. Monster yang hampir membuatku mati pertama kalinya. Jika di pikir, aku bisa saja mati hari itu jika Felix tidak datang. Entah berapa kali hidupku sudah di selamatkan oleh pria itu. Dan karenanya lah aku merasa saat ini aku berhutang Budi kepadanya.
Ketika aku sampai, aku bergegas ke kamar, duduk di tepi ranjang untuk sesaat sebelum akhirnya aku berbaring. Menatap langit-langit dan mengangkat telapak tanganku tepat di depan wajah, ini adalah kemungkinan terkecil yang pernah aku dapatkan dari segala kemungkinan yang ada. Aku tidak berpikir jika aku akan mendapatkan kebangkitan kedua dengan usahaku sendiri.
Level ku sendiri masih berada di level satu, kemampuan ku tidak berkembang. Namun melihat dari kedua ego yang ada pada diriku, mereka tentu memberikan kekuatan yang benar-benar hebat dan memberikan perlindungan kepadaku. Bahkan aku sendiri mampu mengimbangi kekuatan Felix yang membuat pria itu terkejut bukan kepalang.
Kegelapan dan cahaya. Dia tidak menyangka aku memiliki atribut yang berlawanan tapi saling mendukung satu sama lain, bahkan kekuatannya pun tidak bisa diremehkan begitu saja.
"Aku masih tidak percaya ...."
[Apa yang kau tidak percayai?]
Aku menggeleng pelan. "Aku masih tidak percaya. Setidaknya aku memiliki kalian be dia sekarang ini."
(Bukankah itu bagus?)
"Tentu saja, aku bahkan bersyukur ketika aku mendapatkan kekuatan ini."
[Dan berterima kasihlah karena kami kau bisa bertambah kuat.]
Aku menggenggam tangan kananku, rasanya masih sulit untuk dipercaya, tapi inilah kenyataannya. Aku mendapatkan kekuatan, dan seharusnya aku mengembangkan kekuatan ini. Karena pada kenyataannya, masih ada begitu banyak monster kuat di luaran sana.
"Aku memikirkan sesuatu."
(Apa itu?)
[Mungkin dia akan mengajak kita berburu lagi malam ini.]
Mendengar tebakan Augus aku hanya tersenyum, dia seolah memahami apa yang ada di dalam kepalaku.
[Kau lihat bagaimana senyum menjijikan itu?]
(Apakah kau yakin?) Tanya Jess pelan. (bukankah kita baru saja mengeluarkan banyak tenaga sebelumnya?)
[Percuma saja, dia tidak akan puas sebelum kita bisa benar-benar bertambah kuat, karena tujuan yang ada di kepalanya saat ini sangat sulit untuk ditebak?]
"Jadi bagaimana menurut kalian?"
(Aku tidak masalah untuk itu. Namun setidaknya beristirahatlah sejenak ketika kau benar-benar lelah.)
"Aku sudah beristirahat kau tahu, sekarang saatnya kita berolahraga dan menghabiskan sedikit kesenangan kita."
[Terserah kau saja. Aku tidak ingin terlalu menentang.]
"Baiklah, sudah di putuskan, kita akan ke hutan goblin malam ini. Setidaknya goblin tidak terlalu berbahaya untuk kita?"
Setelahnya aku beranjak, bagiku goblin saja sudah cukup untuk memberikan sedikit pelatihan dan juga menambahkan sedikit keterampilan bagi Augus dan menaikkan level Jess. Dan untukku, aku tidak perlu kehilangan banyak stamina untuk itu.
Walau aku berharap sedikit banyak untuk bisa bertemu dengan raja hobgoblin lagi, setidaknya itu akan memberikan sedikit sensasi kekuatan yang luar biasa, dan sangat langka untuk didapatkan.
Untuk telinga aku tidak yakin apa yang akan didapat oleh para suster di panti. Namun s tidaknya itu akan memberikan banyak mereka biaya untuk bertahan karena harga dari telinga itu benar-benar mahal. Aku berharap mereka masih sanggup bertahan walau dunia sudah semakin tak berpihak kepada mereka yang lemah.
"Sebaiknya apa yang aku bawa kali ini?"
Aku memeriksa barang bawaanku setelahnya, tapi ketika melihat semua barang yang aku bawa. Sepertinya aku tidak memerlukan pedang dan senjata lain, karena sekarang aku bisa menggunakannya semua senjata yang aku inginkan tanpa kesulitan lagi.
Namun, walau demikian, aku juga sedikit membawa bekal dan juga peralatan yang dibutuhkan untuk malam ini. Dan jangan lupakan topeng tengkorak yang aku dapatkan sebelumnya, itu akan sangat berguna ketika aku berburu, aku harus bisa menyembunyikan identitas ku untuk kepentingan ku sendiri.
"Baiklah sepertinya sudah cukup!"
Aku merasa puas dengan apa yang aku gunakan kali ini. Walau barang bawaanku tidak terlalu banyak setidaknya ini sudah cukup.
Baiklah sebaiknya aku berangkat sekarang, itu akan lebih baik dari pada malam semakin larut. Karena perjalanan menuju tempat perburuan akan memakan cukup banyak waktu.
Setelah menyimpan semua dalam ruang penyimpanan, aku segera beranjak, tidak lupa dengan topeng yang sudah aku kenakan.
Lembah goblin adalah tempat yang tidak terlalu jauh, tapi cukup memilikinya penjagaan yang ketat di pintu masuknya, dan beruntungnya aku sudah bergabung dengan flame red dragon yang mana itu membuatku mendapatkan akses masuk ke Raid manapun yang diizinkan oleh serikat.
===
Suasana tempat ini sana seperti sebelum-sebelumnya, tempat yang tidak terlalu menyenangkan, karena aroma yang ada di sekitar tempat ini benar-benar menusuk dan membuat sedikit tidak nyaman.
Dan jangan lupakan orang-orang yang memiliki level rendah sepertiku, ada beberapa orang yang menghabiskan waktu mereka untuk memulai dari awal, mencoba untuk bekerja keras agar bisa meningkatkan kemampuan yang mereka miliki agar lebih baik lagi. Atau sekedar meningkatkan pengalaman bertarung melawan monster yang sesungguhnya.
Mereka tentu membutuhkan semangat tinggi agar bisa berkembang dan agar tidak tertinggal. Karena pada kenyataannya, dunia saat ini membutuhkan orang-orang yang berguna agar bisa terus bertahan. Dan ketika kau tertinggal maka jangan harap ada yang akan peduli dengan mu.
Aku menghentikan langkah saat melihat satu goblin menghalangi jalanku, dia terlihat biasa saja dengan kondisi yang sama seperti yang lain. Monster lemah tidak akan memberikan tekanan apapun kepadaku. Itulah yang aku tahu. Jadi untuk bisa bergerak melawan mereka, aku tidak perlu sungkan lagi.
Kali ini aku memilih Jess, dia segera berubah menjadi pedang panjang berwarna putih yang sangat kontras dengan warna kondisi gelap seperti sekarang ini. Aura yang terpancar tentu saja membuat goblin di hadapanku bergetar, dia berusaha untuk mundur dan menjauh. Namun tidak semudah itu. Aku sendiri sudah menunggu hal ini terjadi.
Dengan sangat mudah aku berlari ke arahnya, kecepatan yang aku dapatkan ketika aku menggunakan bonus dari egoku sangatlah luar biasa, ini setara dengan pemburu kelas atas sekalipun, dan pengalaman yang aku miliki pun bukanlah sesuatu yang mudah untuk didapatkan.
Pengalaman ini membuatku sedikit memahami dan mengerti pergerakan tiap musuh yang aku hadapi, dan goblin adalah tipikal monster yang akan mudah untuk melarikan diri ketika sadar lawan yang dia hadapi lebih kuat darinya, dan untuk itu, ada sedikit pergerakan uang memperlihatkan bagaimana cara dia berlari tadi.
Satu goblin tentu tidak akan cukup untuk latihan malam ini. Untuk itu aku berjalan menuju ke pusat goblin yang ada di tengah hutan.
"Mereka terasa begitu lemah." Aku bergumam di sepanjang perjalanan.
[Bukan mereka yang melemah, tapi kau yang terus bertambah kuat.]
"Aku?" Aku bertanya sebentar. "Jangan bergurau, kau pikir sudah level berapa sekarang aku? Aku masih berada di level satu yang mana membunuh high orc saja aku kesulitan."
[Tapi bukan dengan goblin bukan?]
"Tetap saja, rasanya terlalu mudah setiap kali aku membunuh goblin."
"Aku butuh sesuatu yang lebih baik lagi untuk meningkatkan kemampuan ku sekarang."
(Kenapa kita tidak ke penjara bawah tanah? Selain mendapatkan monster yang baru, kau juga bisa melihat secara langsung bagaimana tikus tanah yang akan kau hadapi nanti.)
[Menurutku itu ide yang cukup bagus.)
Penjara bawah tanah. Aku hanya sekali masuk ke dalam sana ketika aku berada di lantai ini. Ruangan yang sangat tidak ramah untuk seorang pemburu. Selain di dalam sana memiliki monster yang belum diketahui, di sana juga merupakan tempat yang tidak cocok untuk berburu malam sebelum tidur.
"Sepertinya lain kali saja. Aku masih belum siap menghadapi berbagai adrenalin yang memicu detak jantungku."
[Kau lemah.]
"Tidak masalah. Aku hanya ingin berburu malam dan meningkatkan beberapa persen saja keterampilan kalian sebelum perjalanan lusa, dan sebelum itu, sepertinya aku akan bersenang-senang dengan desa goblin dulu."
Aku berdiri menatap desa goblin yang memiliki penduduk cukup banyak di hadapanku.
Populasi mereka memang cukup cepat berkembang, seperti halnya manusia, mereka adalah makhluk penghuni yang konon sudah dipersiapkan untuk perburuan para manusia agar bisa bertahan di dalam menara, selain memberikan drop item atau senjata yang bagus, mereka juga terkadang memberikan drop makanan dan juga uang yang mana menjadi nilai tukar di dalam menara. Dan ada begitu banyak hal yang bisa didapatkan dari monster yang ada.
"Sepertinya kita akan bersenang-senang." Aku tersenyum kecil karenanya, dan setelahnya aku segera merubah Augus dan juga Jess menjadi pedang panjang. Dan setelahnya aku langsung melesat, menghabisi para penjaga yang tengah berjaga di depan gerbang. Mereka adalah mangsa yang sangat mudah.
Bahkan tidak perlu memakan waktu lebih dari 5 menit tiga goblin sudah tumbang di hadapanku.
Aku berdiri menatap dengan kedua pedang yang ku seret sebelum akhirnya berjalan masuk lebih dalam dan membunuh banyak goblin yang berusaha menyerangku. Ini sama seperti sebuah p*********n yang tidak mendapatkan sebuah perlawanan, mereka terkesan lemah dan itu akan membuatku mudah untuk mendapatkan sebuah hasil dari lokasi tempat aku berdiri.
[Kau benar-benar sadis.]
"Bukankah kau menikmatinya, ku pikir kau yang terlihat begitu banyak makan hari ini."
[Aku lamar!] Balas Augus dengan dengkusan kesal, dia selalu saja seperti itu, dan tidak heran kenapa di bisa bersikap mudah lapar saat dalam formasi seperti sekarang ini. Akan ada banyak hal yang membuat dirinya tidak bisa bersenang-senang ketika dalam sebuah pertarungan, yang harus dia lakukan hanyalah mengalahkan dan memakan.
Untuk itu dia bisa terus bertumbuh dan menjadi kuat.
"Lebih baik kita bersihkan sisanya dan segera kembali."
Aku mengedarkan pandanganku untuk melihat sekeliling, setidaknya pasukan goblin sudah aku bersihkan. Dan untuk sisanya aku tidak ingin menghabisi mereka semua, karena bagaimanapun juga aku tidak pernah membunuh monster kecil.
Aku segera mengumpulkan beberapa item drop dan beberapa bahan yang aku dapatkan dari para goblin sebelum akhirnya aku keluar. Sepertinya malam ini sudah cukup untuk menyegarkan tubuh dan membereskan sisa perburuan. Tinggal kembali dan beristirahat. Ini akan memakan sedikit waktu ketika aku beristirahat.
===
Hari berikutnya datang, aku mulai terbiasa dengan serikat milik Flexi ketika aku bergabung. Mereka pun menyambutku dengan ramah. Aku bersikap seperti biasa, di siang hari Aku menghabiskan waktu untuk berburu bersama dengan anggota flame red dragon lainnya, dan Pada malam hari aku menjalani kehidupan ganda untuk berburu goblin untuk mengambil jiwa mereka saat menggunakan keterampilan keserakahan milik Augus, itu akan berguna untuk menempa keterampilan ku secara perlahan-lahan, walau tidak terlalu efektif, tapi berburu malam hari seorang diri adalah hal yang bagus. Karena akan sangat berbahaya berburu sesuatu yang berbahaya di malam hari.
Bahkan karena seringnya aku berburu goblin di malam hari. Ada beberapa orang yang memberiku sebuah julukan sebagai monster goblin, atau Lich yang melayani arwah goblin hingga membuat populasi goblin menurun dengan pesat.
Aku sendiri tidak pernah memikirkan hal itu sebelumnya, aku hanya berpikir bagaimana aku menjadi kuat sebelum aku bergabung bersama Flexi di Raid membasmi tikus tanah untuk mendapatkan kunci bos lantai ini. Dan aku harap apa yang aku lakukan selama ini akan sangat berguna nantinya.
Juga, Aku cemas tentang kelompok Rafal. Mereka adalah kelompok yang di kabarkan memburu para pemburu di malam hari untuk keuntungan mereka sendiri. Namun sayangnya ketika aku berusaha memantau mereka. Apa yang di kerjakan mereka belum terlalu jelas, dan pergerakan mereka sangat teratur, itulah yang membuat aku kesulitan untuk bisa menyelidiki mereka.
Aku hanya tidak ingin mereka bertindak di luar nalar dan kondisi mereka. Contohnya saja, mereka adalah kelompok yang selalu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan bagi kelompok mereka sendiri. Dan tak jarang mereka merampok para pemburu lemah, bahkan para orang-orang yang tidak memilikinya keterampilan sedikitpun, contohnya saja seperti anak-anak yang ada di dalam panti. Itu akan sangat merugikan memang.
Untuk itu aku secara diam-diam mengumpulkan informasi tentang merka agar aku bisa memastikan secara langsung apa yang sebenarnya terjadi belakangan ini.
Sayangnya, sekeras apapun Aku telah mengintai berkali-kali di toko-toko mewah di mana Aku telah menyaksikannya. Namun, mereka belum menunjukkan penampilan mereka di toko. Kemungkinan besar mereka selalu berganti tempat berkumpul. Tapi kenapa? Aku tidak tahu alasan mereka seiring berjalannya waktu.