“Lu baik-baik aja, kan?” Kevin diliputi kekhawatiran. Sekesal-kesalnya ia pada Sajaka atau Tris pasti akan mudah memaafkan. Sudah lama Kevin memaafkan perbuatan Sajaka dengan tidak mau ikut campur. Namun Sajaka masih menganggap ia masih marah. “Ka? Sajaka, lo kenapa—“ Perkataan Kevin tak tuntas sebab Sajaka lebih dulu melengos meninggalkan ruangan. Kevin mencoba mengejar sahabatnya sampai teras rumah. Sajaka melesat cepat keluar dari halaman rumah itu. “Ada apa lari-lari?” Tris ikut panik melihat kedua sahabatnya saling mengejar. Pikirnya mereka bertengkar hebat. “Lu dari mana aja, Onta!” Kevin menjitak kening Tris sampai berbunyi. Keluhan Tris hanya masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Yang menguasai kekhawatirannya adalah Sajaka pergi dalam keadaan tidak baik-baik saja

