“Kita nggak ngobrol di luar rumah aja?” Sadina menghentikan langkah Sajaka. Cowok itu mengernyit, “Kenapa?” Sambil memainkan ujung tali tas gendongnya, Sadina mendongak. Bola mata bulatnya tepat menatap netra Sajaka dengan lucu. Jelas sekali Sadina sedang berusaha membujuknya. “Kenapa?” tanya Sajaka makin heran sebab Sadina tidak kunjung bicara. “Kemungkinan hari ini Kak Haradisa datang lagi, kan? Biasanya jam pulang sekolah gini, dia udah duduk di ruang tamu atau bantuin Tante Selin masak di dapur. Aku lagi nggak mau pulang cepet.” Sadina meringis. “Kirain apa. Senyamannya kamu aja kita mau ngobrol dimana juga. Kamu mau di mana?” Mereka lanjut berjalan ke tempat parkir. Hari ini mereka pulang bersama. Selin tidak menjemput Sadina karena permintaan Sajaka send

