Prank.... Suara derap langkah kaki terdengar sampai akhirnya pintu terbuka lebar. Lisa sadar, Randi pasti panik setelah melihat semuanya. "Astagfirullahaladzim, Lisa!" Lisa hanya bisa diam, ia duduk sambil menyembunyikan wajahnya. Lisa memeluk lututnya, disebelahnya terdapat meja kerja. Randi bisa melihat kalau diatasnya terdapat laptop yang masih menyala, memperlihatkan tampilan sebuah video yang sudah di pause sampai akhir. Randi menghela napasnya, ia ikut berjongkok. "Dia nggak salah.. Dia.. " Hiks, "Dia.. Ya ampun, ternyata selama ini dia.. dia. Bukan dia pembunuh Kakakku, tapi Kak Lala sendiri yang bunuh diri jatuh dari atas ketinggian... " Randi bingung harus bersikap bagaimana. Sebenarnya ia sudah melihat video itu kemarin setelah Danish memberikan kartu memori eksternal p

