Bagian 21. Jangan Pernah Letih Mencintaiku

1896 Kata

Aku tak akan pernah letih mencintaimu. Seperti detik yang tak pernah letih berdetak. Selalu bergulir mengitari masa, dan pada akhirnya akan kembali pada tempat semula. Padamu! *** Senyumku terkembang ketika melihat bayangan diri di cermin. Hari ini fitting baju pengantin. Ada empat baju yang akan kami kenakan di hari bahagia nanti. Satu baju untuk akad, dan tiga baju untuk resepsi. Pada saat akad, baju yang kugunakan berupa kebaya panjang berwarna putih. Sedangkan Mas Kusuma akan mengenakan Jas hitam. Saat resepsi, baju yang dipilih berupa pakaian khas melayu, jawa, dan kebaya panjang hijau untuk dipadankan dengan PDU 1 Mas Kusuma. “Cantik,” komentarnya ketika kucoba setiap baju. “Kamu suka? Kalau gak suka, kita coba yang lain,” lanjutnya. “Aku suka, Mas,” jawabku cepat, “terima kas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN