Bagian 22. PoV Kusuma

1589 Kata

Tidak mengapa jika nanti kita tidak punya waktu untuk selalu bersama, yang penting kita selalu punya banyak waktu untuk mengenang indahnya kebersamaan kita saat ini. *** Malam. Aku menatap wajahnya yang terlelap sambil tersenyum bahagia. Tak henti hati dan bibir ini mengucap syukur, akhirnya dia menjadi milikku utuh. Secara agama, kantor, dan negara. Jari tanganku mengusap lembut pipi squishy-nya. Dengkurannya terdengar halus menyapu telinga. Aku menyukai suaranya. Bagiku seperti irama yang mendamaikan. Dengkurannya seolah menyampaikan bahwa tidurnya benar-benar lelap dan aku merasa senang mengetahui hal itu. Dia terlihat benar-benar lelah setelah seharian melewati rangkaian pesta pernikahan kami. Meskipun tampak begitu lelah, rona bahagia jelas terpancar di wajahnya. Dia memang sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN