Aku akan mengenang semua hari sejak bersamamu. Setelah kita bersama, semua hari adalah istimewa. Termasuk ketika nanti hanya ada aku sendiri menunggumu. Semua akan selalu kubawa, hingga masa datang memaksa untuk meninggalkannya. *** Mas Kusuma berdiri di depan pintu kamar dengan wajah sedikit heran saat melihatku masih duduk malas di tepi tempat tidur setelah berpakaian rapi. "Lho, kok, malah duduk lagi. Ayo berangkat," ucapnya. Hari dia mengajak untuk mengurus kartu penunjukkan istri prajurit. Sebenarnya ini bisa kuurus sendiri. Namun, Mas Kusuma tidak ingin aku repot bolak balik sendiri. Sebab, rumah kami cukup jauh dari batalyon. Kami tinggal di rumah pribadi, bukan di perumahan prajurit yang terletak di lingkungan batalyon. Kami hanya mengambil blanko. Perlu waktu beberapa lama

