Laki-laki itu benar-benar menggambarkan sesosok manusia yang mewakili simbol kekerasan. Ia memiliki postur yang tinggi dan besar. Bahkan Surya Kelana yang memiliki bentuk tubuh tegap, terlihat seperti manusia lemah dibanding lelaki yang tengah berteriak dengan penuh kemarahan itu. "Siapa yang tadi berkata dusta? Dengar, aku adalah bagian dari orang pertama yang datang kesini. Dan aku sudah bersaksi di depan aparat kepolisian bahwa api tersebut memang bersumber dari dalam toko setelah beberapa orang melakukan penjarahan," dengan angker, lelaki itu kembali berkata lantang. Seketika ... orang-orang yang tadinya bersemangat untuk memberi kesaksian, tiba-tiba saja menjadi bungkam dan terlihat lesu. Setelah kumpulan masa itu terdiam tanpa berani bicara, laki-laki menyeramkan dalam balutan cel

