23 : Kegelisahan (2)

667 Kata

Aku ingin mengumpati Reva saat ini juga ketika wanita itu mengatakan ingin pamit undur dari hadapan kami berdua. Ku lirik wanita yang bernama Niken itu tampak tersenyum senang karena kini tinggallah kami berdua. Aku ingin berlari mengejar kepergian Reva, ingin ku cegah Mak comblang itu dan kembali menyeretnya lagi untuk duduk di kursi yang kami tempati. Tapi, suara Niken menghalangi langkahku yang ingin mengejar Reva. "Kamu ingin kemana?" tanya Niken menatapku yang sudah berdiri dengan penuh tanda tanya. Aku melongos mendengar pertanyaan Niken, ingin menjawabnya jika aku hendak mengejar Reva. Aku menoleh ke arah pintu cafe dimana Reva sudah tak terlihat. Shitttt! Aku melangkahkan kakiku berjalan menyusul Reva, ku hiraukan teriakan Niken yang memanggil-manggil namaku. Tak mempedulikan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN