Zahira tersenyum mengingat kalung liontin yang Rafael berikan sebagai tanda terima kasih sudah menemani membeli kado ulang tahun adik bungsunya. Dan sekarang ia diberikan sebuah cincin berlian bertabur swarovski sebagai hadiah karena mau menjadi kekasihnya. Zahira memandangi cincin itu. Tak menyangka jari manisnya sangat cocok memakai cincin. Sebelumnya Zahira tak pernah memakai perhiasan apapun. "Kau suka?" tanya Rafael menatap Zahira dengan tatapan sayang. Zahira mengangguk pelan. "Cantik sekali," puji Zahira. Rafael tersenyum kemudian melajukan mobilnya dengan santai. Mereka baru saja keluar dari hotel. Saat ini Rafael sedang mengantar Zahira pulang ke apartemen. "Apa yang ingin kau katakan pada Iren nanti jika semalam tidak pulang ke apartemen?" tanya Rafael. Zahira terlalu bahagi

