Matahari menyingsing menerobos tirai jendela kamar hotel. Entah sampai jam berapa Rafael mengajak Zahira bercinta di atas ranjang king size ini. Yang jelas tubuh Zahira saat ini lemas tak berdaya. Zahira membuka mata dengan berat. Ia terdiam, merasakan tangan Rafael melingkari pinggangnya. Hembusan nafas teratur Rafael menyapu tengkuknya. Zahira melirik jam weker di atas nakas samping tempat tidur. Waktu menunjukkan pukul enam pagi. Zahira terdiam sejenak, mengulum bibirnya sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Rafael. Namun ia tersentak karena tiba-tiba Rafael mengeratkan pelukannya. "Selamat pagi," bisik Rafael. Bulu kuduk Zahira tiba-tiba meremang saat Rafael memeluknya erat. Zahira baru saja menyadari jika dirinya dan Rafael tidak memakai sehelai benangpun di balik selimut

