bc

HASRAT IBLIS JELITA

book_age18+
1
IKUTI
1K
BACA
time-travel
shifter
boss
gangster
heir/heiress
blue collar
bxg
brilliant
campus
magical world
superpower
rebirth/reborn
friends with benefits
surrender
like
intro-logo
Uraian

Warning !!!Persiapkan mental anda saat membaca karya ini.Naura, seorang wanita cantik dengan indra keenam, selalu bisa melihat hal-hal yang tersembunyi dari mata manusia biasa. Sejak kecil, dia sudah akrab dengan dunia gaib, mendengar bisikan samar, melihat bayangan yang bergerak di antara kegelapan, dan merasakan kehadiran makhluk yang tak kasat mata. Namun, hidupnya berubah drastis ketika dia bertemu dengan Rindra, seorang pria tampan yang menyimpan rahasia kelam.Rindra bukan manusia biasa. Ada sesuatu dalam dirinya yang menarik Naura, bukan hanya karena pesonanya yang memikat, tetapi juga aura misterius yang menyelimutinya. Tanpa mereka sadari, pertemuan mereka adalah bagian dari takdir yang telah dituliskan sejak berabad-abad lalu. Mereka adalah bidak dalam permainan Dewi Kegelapan, sesosok entitas purba yang haus akan jiwa dan cinta yang tulus.Saat Naura mulai mengalami mimpi-mimpi aneh tentang seorang wanita bergaun hitam dengan mata seperti api, Rindra pun dihantui oleh bayangan masa lalu yang perlahan kembali menguasainya. Hasrat gelap mulai tumbuh di antara mereka, sebuah dorongan yang bukan milik mereka sendiri. Semakin mereka melawan, semakin kuat daya tarik Dewi Kegelapan menguasai mereka, membuat batas antara cinta dan kehancuran semakin kabur.Dalam kegelapan malam yang semakin pekat, Naura harus memilih, menyelamatkan Rindra dari cengkeraman Dewi Kegelapan atau menyerah pada hasrat yang menggoda mereka ke dalam jurang tanpa akhir. Sementara itu, Rindra berjuang melawan sisi kelam yang perlahan membangkitkan monster di dalam dirinya.Mampukah mereka mengalahkan takdir yang telah dituliskan. Ataukah mereka akan menjadi korban selanjutnya dalam permainan Dewi Kegelapan yang tak berujung.

chap-preview
Pratinjau gratis
Masa Kecil Naura Yang Kelam
Bab 1: Masa Kecil Naura yang Kelam Naura tumbuh dalam penderitaan. Sejak usia lima tahun, dia harus hidup menumpang di rumah bibinya setelah kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan tragis. Namun, rumah itu bukanlah tempat yang nyaman baginya. Bibinya, seorang wanita dingin dan penuh ambisi, menganggapnya beban, sementara pamannya lebih sering diam, tenggelam dalam dunianya sendiri. Sejak kecil, Naura sudah menyadari bahwa dia berbeda. Dia bisa melihat dan merasakan hal-hal yang tak bisa dijelaskan. Kadang, saat duduk sendirian di sudut rumah, dia melihat sosok bayangan bergerak di balik jendela atau mendengar bisikan halus yang menggumamkan namanya. Namun, setiap kali dia mencoba menceritakan hal ini kepada bibinya, yang dia dapatkan hanyalah tamparan keras atau makian bahwa dia anak aneh yang suka mencari perhatian. Tak ada yang benar-benar menyayanginya di rumah itu. Dia hanya diberi makan sekadarnya, sering diminta membersihkan rumah, dan diperlakukan layaknya pembantu. Jika dia melakukan kesalahan sekecil apa pun, bibinya tak segan menghukumnya dengan mencubit atau mengurungnya di gudang yang gelap. Tapi Naura bertahan. Dia tahu, jika dia menangis atau melawan, penderitaannya hanya akan bertambah. Namun, yang paling mengerikan dari semua itu adalah kehadiran sosok perempuan bergaun hitam yang selalu muncul dalam mimpinya sejak kecil. Sosok itu berbisik kepadanya, menawarkan kenyamanan di saat dia merasa sendirian. "Kau tidak sendiri, Naura... Aku di sini..." Suara wanita terdengar seperti bisikan yang menggema dalam ruangan. Bisikan itu begitu lembut, tapi juga mengandung sesuatu yang dingin, sesuatu yang membuat bulu kuduknya berdiri. Suatu malam, ketika Naura berusia sepuluh tahun, pamannya tiba-tiba meninggal dalam tidur. Wajahnya membiru seakan dicekik sesuatu yang tak terlihat. Setelah itu, suasana rumah semakin mencekam. Bibinya, yang dulu galak, kini berubah menjadi wanita ketakutan yang selalu menyalakan lilin di setiap sudut rumah. Naura tahu, sesuatu telah berubah. Dia bisa merasakannya. Tapi dia tetap diam. Karena dia tahu, tidak ada yang akan mempercayainya. Lima belas tahun berlalu. Naura tumbuh menjadi wanita yang cantik, namun tatapannya selalu menyiratkan luka dari masa lalunya. Dia bekerja sebagai pelayan lepas di sebuah restoran dan lebih suka menghabiskan waktu sendirian daripada bergaul dengan orang lain. Hanya satu orang yang bisa membuatnya merasa nyaman. Nadia, sahabatnya sejak SMA. Suatu hari, Nadia mengajaknya menghadiri acara seni di sebuah gedung tua di pusat kota. Meski awalnya enggan, Naura akhirnya setuju. Di sanalah dia bertemu dengan Rindra. Pria itu berdiri di sudut ruangan, mengenakan kemeja hitam dan jaket kulit, matanya tajam dan penuh misteri. Ada sesuatu dalam dirinya yang membuat Naura sulit mengalihkan pandangan. Ketika tatapan mereka bertemu, waktu seakan berhenti. "Naura ?" Suaranya dalam, menggema di dalam benaknya seolah dia telah mendengarnya sebelumnya. Naura mengernyit sembari menatap pria itu. "Kita pernah bertemu !?" Tanya Naura. Rindra tersenyum tipis, tapi ada kesedihan di matanya. "Mungkin di kehidupan yang lain." Kalimat itu membuat jantung Naura berdetak lebih cepat. Ada sesuatu yang familiar tentang pria ini, tapi dia tidak bisa menjelaskannya. Sejak malam itu, hidup Naura mulai berubah. Rindra muncul dalam mimpinya, berdiri di samping sosok perempuan bergaun hitam yang selama ini menghantuinya. "Waktunya hampir tiba." Bisik suara itu. Dan Naura tahu, dia telah memasuki permainan yang jauh lebih besar dari yang bisa dia bayangkan. Semakin sering Naura bertemu Rindra, semakin banyak hal aneh yang terjadi di sekelilingnya. Bayangan hitam mulai mengikuti mereka, pintu berderit sendiri di malam hari, dan suara bisikan semakin jelas di telinganya. "Ada yang salah dengan kita." Kata Naura suatu malam ketika mereka berjalan di taman kota yang sepi. "Sejak aku bertemu kamu, semuanya terasa... berbeda." Ucap Naura pelan. Rindra menghela napas panjang. "Karena memang ada sesuatu di antara kita. Sebuah kutukan dan aku takut kau akan terseret ke dalamnya." Kata Rindra. Naura menatapnya lekat-lekat. "Kutukan apa !?" Tanyanya dengan alis tertaut. Rindra terdiam sejenak, lalu mengangkat tangannya. Naura melihat guratan hitam di pergelangan tangannya, berbentuk seperti simbol kuno. "Ini tanda milik Dewi Kegelapan." katanya lirih. "Aku telah menjadi bagiannya sejak lama dan sekarang, dia menginginkanmu juga." Ucap Rindra sembari memutar tubuhnya membelakangi Naura. Naura tak bisa tidur malam itu. Mimpi-mimpinya semakin jelas, sosok perempuan bergaun hitam bukan hanya membisikkan kata-kata, tetapi juga mulai menyentuhnya, mengelilinginya dengan energi yang aneh, membuatnya merasa lemah dan sekaligus menginginkan sesuatu yang lebih. Di sisi lain, Rindra berjuang melawan pengaruh yang perlahan menguasainya. Dia tahu, jika dia menyerah, Dewi Kegelapan akan mengambil alih sepenuhnya dan yang paling dia takutkan adalah kehilangan kendali di dekat Naura. Namun, semakin mereka berusaha menjauh, semakin kuat daya tarik di antara mereka. Naura mulai merasakan hasrat yang tak bisa dia jelaskan setiap kali berada di dekat Rindra. Sentuhannya membakar, tatapannya membuatnya terhanyut dalam dunia yang berbeda. Hingga pada suatu malam, ketika mereka terperangkap dalam badai di sebuah vila tua di tepi hutan, semuanya mencapai puncaknya. "Kita harus pergi dari sini." Naura berbisik, tapi tubuhnya terasa berat. Rindra menatapnya dengan mata gelap yang mulai dipenuhi energi asing. "Sudah terlambat." Ucap Rindra pelan. Pintu vila terbuka sendiri, dan sosok bergaun hitam itu berdiri di sana, tersenyum puas. "Hasrat kalian adalah milikku." Bisiknya. Dalam sekejap, Naura dan Rindra terjebak dalam pusaran energi kegelapan, di mana batas antara cinta, gairah, dan kehancuran mulai merasuk. Bulir-bulir keringat nampak membasahi dahi dan mulai mengucur hingga keleher Rindra, begitu pula dengan Naura sesekali dia mengusap tengkuknya yang mulai basah oleh keringat. Sesekali matanya mengerjap menahan gairah yang selama hidupnya baru ia rasakan. "Rasa ini seperti menuntunku... ingin memeluk Rindra... Tapi apakah ini pantas kulakukan, aku masih memiliki harga diri." Bisik Naura dalam hati seraya menyilangkan pahanya. "Naura jauh... jauh jangan mendekat, lawan hasrat yang kau rasakan !!?" Ucap Rindra sembari menjulurjan tangannya saat Naura ingin mendekatinya. Sorot mata Naura sangat berharap pada Rindra. "Tapi, Rindra rasa ini sangat menyiksaku... dorongan untuk bersamamu semakin...!!?" Ucap Naura terputus seketika tubuhnya melorot namun tangannya perlahan melepaskan satu persatu kancing bajunya. "Bagus Naura... lakukan... lakukan seperti itu. Raih hasratmu... lakukan seperti itu..." Bisik bayangan hitam yang berdiri di sudut ruangan. Rindra yang juga berusaha melawan pengaruh kekuatan wanita bergaun hitam itu, melorotkan tubuhnya ke lantai menahan gejolak dalam dirinya. "Hentikan, jangan kau lakukan Naura !!?" Teriak Rindra. Sementara Naura yang mulai melepaskan bajunya, hanya menyisakan penutup dua gunung kembarnya yang basah oleh keringat.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
41.0K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Setelah Tujuh Belas Tahun Dibuang CEO

read
1.2K
bc

TETANGGA SOK KAYA

read
52.2K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.9K
bc

TERNODA

read
198.9K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.9K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook