“Ayah, di mana Ibu?” tanya seorang pemuda melepaskan sebuah kain berisikan banyak pakaian, lalu ia meletakkan benda tersebut di atas meja tidak jauh dari sang ayah. Seorang lelaki dewasa dengan guratan keriput mulai memenuhi wajahnya itu tampak lelah menandakan sudah semalam suntuk membuka mata demi menjaga wanita yang tak kunjung bangun dari tidur panjangnya. “Kau mencarinya jangan di sini, Jun’er. Karena Ibumu sedang berada di dapur,” jawab Gu Heng menatap anak bungsunya dengan kerutan bingung. “Di mana Jia’er?” “Kakakku sedang berlatih perang, Ayah,” jawab Gu Sheng Jun mendudukkan diri di dekat meja kamar. “Jadi, kau kembali seorang diri?” tanya Gu Heng tidak yakin. “Tentu saja aku sendirian. Memangnya bersama siapa lagi aku akan kembali? Xiao Pingjing jelas tidak akan mau mengikut

