“Maksudmu ini sudah diketahui sejak semalam saat kalian bertiga menghabiskan waktu bersama di atap?” tanya Gu Sheng Jun sedikit terkejut mengetahui Xuan Yi memiliki sifat yang ternyata lebih berani daripada dugaannya. Memang tidak menutup kemungkinan bahwa pemuda itu pasti menurun sikap dari ibunya yang memiliki jiwa bebas, meskipun darahnya mengalir kebangsawanan. Namun, hal tersebut tidak bisa dihindari sifar alaminya sebagai wanita yang bebas dan semau sendiri. “Kalau saja malam itu aku penasaran dan terus mendesak Chang Qi untuk melihatnya, mungkin kejadian seperti ini tidak akan terjadi. Kita bisa lebih berhati-hati lagi, Ayah,” gumam Xuan Yi menyalahkan dirinya sendiri. Sontak hal tersebut membuat Gu Sheng Jun menghela napas panjang. Kemudian, lelaki itu terlihat mengusap wajahnya

