FIFTY SEVEN

2735 Kata

Fazio masih dalam posisi semula, menyandarkan punggungnya pada batang pohon sembari memejamkan mata. Napasnya sudah mulai kembali normal, tak lagi naik dan turun dengan cepat seperti sebelumnya. Darahnya juga sudah berhenti menetes keluar, sepertinya obat yang dibuatkan Airell memang sangat ampuh menghentikan pendarahannya. Ngomong-ngomong soal Airell, Fazio bisa melihat gadis itu sedang berusaha mendekatinya. Mungkin ingin memperbaiki hubungan mereka yang menjadi buruk karena kejadian malam itu. Fazio bukan tidak mengerti gadis itu sedang menunjukan penyesalan dan ingin kembali berbaikan dengannya, namun kali ini dia tak bisa memaafkannya semudah itu. Kesalahan Airell sudah melewati batas wajar menurutnya, gadis itu sudah keterlaluan dengan menghina orangtuanya. Fazio tak akan memaafkann

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN