FIFTY SIX

2864 Kata

Airell hanya memperhatikan dari kejauhan sosok Fazio yang sedang menyandarkan punggung pada sebatang pohon sambil memejamkan mata. Napas pemuda itu tampak naik turun dengan cepat, terlihat jelas sedang menahan sakit pada luka di pinggangnya yang masih meneteskan darah. Luka gigitan beruang buas itu terlihat cukup parah dan dalam, menembus hingga daging segar Fazio sedikit terlihat karena kain pakaian di bagian luka itu telah terkoyak. Airell menatap iba saat menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, darah Fazio terus menetes hingga menggenang di tanah. Dia ingin melakukan sesuatu untuk menolong Fazio tapi dia tahu persis pemuda arogan itu akan menolaknya. Tapi jika ditilik dari kedua mata Fazio yang sedang terpejam erat, Airell menerka pemuda itu pasti sedang tertidur. Baginya ini adal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN