Reigan bersama semua muridnya tengah berkumpul di depan hutan yang akan dijadikan ajang untuk mereka berlatih mempertahankan hidup di tempat yang penuh bahaya. Fazio dan Airell berdiri di antara orang-orang itu. Mereka berdiri berdampingan sebagai rekan satu kelompok meski sejak kejadian malam itu mereka tak pernah bertegur sapa. Fazio yang menghindari bahkan dia tak pernah datang lagi untuk berlatih bersama Airell. Sedangkan Airell selalu ingin meminta maaf namun terlalu gengsi untuk mengeluarkan suara karena menurutnya kejadian itu bisa terjadi juga tidak sepenuhnya salah dirinya. Fazio yang paling bersalah karena berniat bertindak tak senonoh padanya sehingga spontan Airell mengatakan kata-kata hinaan itu. “Seperti yang aku katakan pada kalian, di dalam hutan banyak makhluk buas karena

