Fazio tak sanggup lagi terus merayap dalam wujud ular karena luka di pinggang serta di punggungnya semakin terasa perih dan nyeri. Darahnya juga terus menetes yang mana artinya percuma saja dia terus berlari karena keberadaannya akan ditemukan jika ayahnya mengikuti jejak darahnya di tanah meski secepat apa pun Fazio mencoba melarikan diri. Fazio lalu berubah ke wujud manusianya, dia berjalan sempoyongan mendekati sebuah pohon besar berdaun lebat yang tumbuh menjulang tinggi di depannya. Dia lalu memanjat pohon itu dengan perlahan tentu sebelumnya dia memastikan sosok ayahnya yang dia yakini sedang mengejarnya, tak melihat dirinya memanjat pohon tersebut. Setibanya di dahan pohon, Fazio duduk bersandar pada batang pohon yang cukup besar. Dia memetik daun yang tumbuh di dekatnya lalu meng

