Napas gadis itu tampak terengah-engah, entah sudah berapa lama dia berlatih di tempat sepi tersebut. Berlatih mempertajam kemampuan memanahnya setelah mengingat kejadian di hutan membuatnya semakin menyadari bahwa kekuatan yang dia miliki belum seberapa. Dia harus terus berlatih jika ingin semakin kuat. Tatapan gadis itu tertuju pada papan target yang digantung pada sebuah pohon, meski semua anak panahnya menancap tepat di lingkaran target, tetap saja dia merasa belum puas. Si gadis berniat kembali memasangkan anak panah pada busur, bersiap kembali melepaskan panahannya. “Kemampuan memanahmu sudah luar biasa, sudah cukup. Jangan terlalu memaksakan diri untuk berlatih. Kau juga membutuhkan waktu untuk istirahat.” Gadis itu yang tidak lain merupakan Airell, tersentak kaget begitu mendenga
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


