bc

Cinta Satu Malam sang Aktris

book_age18+
601
IKUTI
2.9K
BACA
office/work place
like
intro-logo
Uraian

"Mau kemana, Tampan? Kamu sudah berjanji akan memuaskan aku. Jangan kabur kamu, ya." "Baiklah, kamu yang memaksaku, Sweety." Stella tidak tahan dengan minuman beralkohol, tetapi dia tetap menyesapnya setelah kalah dalam permainan. Menurut para sahabatnya, sedikit alkohol tidak akan membuat mabuk.Kecerobohan Stella membuat dia berakhir di atas ranjang Erlan, CEO tempatnya bekerja di dunia entertainment. Demi menjaga nama baik, keduanya sepakat bersandiwara dengan menjalin hubungan kekasih dan mengumumkannya kepada media. Stella tidak sadar hubungan asmaranya dengan Erlan mendatangkan kemarahan dari seseorang hingga membuatnya harus kehilangan ketenangan hidup yang selama ini dijalani.

chap-preview
Pratinjau gratis
Part 1. Apa Yang Terjadi Semalam?
"Kenapa badanku rasanya sakit sekali? Au … ada apa ini? Kenapa rasa sakitnya sampai ke bagian intim badanku? Apa yang terjadi semalam?" keluh seorang wanita bernama Auristella Daisy Esther sembari memegang kepalanya yang berdenyut. Wanita yang berprofesi sebagai aktris itu tampak terkejut saat mendapati dirinya terbangun dalam keadaan tanpa sehelai pakaian pun. "Aku … kenapa aku seperti ini? Ke mana bajuku?" Saat akan bergerak, Stella lupa kalau bagian intim tubuhnya masih terasa sakit hingga dia pun tampak mengerang kesakitan. Bukan hanya merasakan itu, Stella juga merasa jika seluruh tubuhnya benar-benar letih seperti telah melakukan hal yang sangat melelahkan semalam. "Sebenarnya di mana ini? Yang aku ingat semalam itu aku masih sama teman-temanku. Terus, ke mana mereka semua? Kenapa aku bisa ada di kamar ini?" Saat wanita cantik itu menoleh ke samping, Stella dibuat terkejut ketika melihat seorang pria tengah tertidur di ranjang yang sama dengannya dalam posisi membelakangi. Stella pun dapat memastikan kalau sosok yang dilihatnya saat ini adalah seorang pria. Dan, hanya dari melihat pria itu yang juga tanpa pakaian, sudah cukup menjelaskan apa yang telah terjadi pada dirinya semalam. "Siapa kamu?!" teriak Stella dengan sangat keras sampai teriakannya berhasil membangunkan pria itu. "Berisik! Mengganggu saja! Apa kamu tidak tahu kalau aku sedang istirahat, hah?!" kesal pria yang biasa dipanggil Erlan saat tidur nyenyaknya terganggu. Pria itu pun langsung bangun dari posisi tidurnya, lalu bergeser mendekati sebuah nakas yang ada di samping ranjang. Dia tampak mengambil sesuatu dan menandatanganinya, lalu menyodorkan secarik kertas itu pada Stella. "Nih, ambil! Isi sendiri sesuka hatimu dan cepat pergi dari sini! Anggap pertemuan kita tidak pernah terjadi!" perintah Erlan sembari memberikan selembar cek kosong. Stella hanya diam, menatap Erlan dengan mata yang mulai menajam. Darahnya terasa mendidih. Kedua tangannya sudah mengepal erat saat dia merasa harga dirinya direndahkan oleh pria itu. Rasanya, ingin sekali Stella melayangkan sebuah pukulan di wajah Erlan yang baru saja bangun tidur. Bagaimana amarahnya tidak tersulut, pria itu sudah mengambil mahkotanya dan sekarang memperlakukan dia layaknya seorang jalang. "Hei, kamu pikir aku jalang yang bisa kamu usir setelah kamu bayar dan kamu nikmati?! Ambil ini! Aku sudah punya uang yang jauh lebih banyak dari yang kamu berikan!" tolak Stella sembari melemparkan cek yang sudah dia remas ke wajah Erlan. Raut wajahnya tampak menampilkan kemarahan karena merasa direndahkan. Mendengar akan hal itu, Erlan pun mengerutkan keningnya karena heran melihat sikap Stella. Bukankah biasanya wanita akan senang mendapatkan uang dengan nominal yang mereka tentukan sendiri? Pikirnya mengingat beberapa wanita yang dia temui dan selalu seperti itu. "Itu upah untuk apa yang kita lakukan semalam, ambillah! Lagi pula kamu pantas mendapatkannya karena kamu pintar melayaniku semalam. Jadi, aku memberikan apresiasi untuk itu." Erlan mengatakan itu dengan santai. "Dasar b******n! Berani-beraninya kamu berkata seperti itu padaku!" Berang Stella berteriak marah sembari melemparkan bantal yang ada di sampingnya. "Apa kamu tidak tahu kalau aku aktris Hollywood yang sedang naik daun? Aku aktris papan atas yang sudah membintangi banyak film layar lebar dan sekarang reputasiku bisa hancur karenamu!" seru Stella dengan menggebu-gebu. Wajahnya tampak memerah menahan marah. Wanita itu sampai tidak tahu bagaimana melampiaskan amarahnya karena sudah dianggap sebagai jalang pelayan ranjang. "Aktris … benarkah itu? Memang dari agency mana kamu berasal?" "BTA, Bara Talent Agency," jawab Stella penuh rasa bangga. "A … apa? Bara Talent Agency?" tanya Erlan gugup tidak percaya atas apa yang didengarnya. "Iya, kenapa? Kenapa kamu bisa sekaget itu?" ketus Stella. "Apa kamu tidak tahu siapa aku?" tanya Erlan ragu-ragu. Stella hanya diam sembari menatap Erlan dengan memicing. Wanita itu coba mengingat, walau seberapa keras pun dia berpikir, tetap saja dia memang tidak mengenal siapa pria yang kini berada satu kamar dengannya. "Aku Erlan, CEO Bara Talent Agency." Erlan memberi tahu identitasnya. "s**t! Padahal, selama ini aku selalu menghindar untuk terlibat dengan aktris mana pun di perusahaanku sendiri karena tidak mau ada rumor miring yang tersebar. Aku juga melakukan itu untuk membuat nama BTA tetap bersih tidak seperti agency lain, tapi sekarang justru aku terlibat skandal dengan aktris di bawah naungan perusahaanku sendiri. Bodohnya aku, kenapa aku bisa ceroboh begini?" keluh Erlan dalam hati. Pria itu tampak memijit pelipisnya yang terasa berdenyut. Kini dia pusing mencari cara agar mereka bisa keluar dari hotel itu. "Lalu, di mana ponselku? Apa kamu mengambilnya?" tuduh Stella saat dia mencari ponselnya dan tidak menemukan benda itu di mana pun. "Hei, untuk apa aku mengambil ponselmu? Benda itu tidak berguna untukku!" tampik Erlan dengan ketus. Stella menepuk keningnya sendiri setelah berusaha mengingat kejadian sebelum dia berakhir di kamar itu. "Bukannya aku membawa ponsel itu saat ke toilet ya?" tanya Stella dalam hati. Namun, harus terhenti mendengar Erlan menjawab pertanyaannya. "Sepertinya ponselmu terjatuh saat kita berciuman di lorong. Aku masih melihat benda itu di tanganmu saat kamu keluar dari toilet." Mendengar ucapan Erlan, Stella pun jadi teringat jika memang benar yang dikatakan pria itu. Sekarang dia harus pusing sendiri karena berada di kamar asing itu tanpa ada sedikit pun barang miliknya yang terbawa. "Ponselku jatuh, tasku juga tertinggal di bar, dan semalam aku malah bercinta dengan CEO di perusahaan tempatku bekerja. Oh Tuhan, kenapa hidup ini tidak adil untukku?" gerutu Stella dalam hati. Di sini tambahin nerima telepon dari asisten pribadinya. Ponsel Erlan yang berada di atas nakas bergetar. Terlihat nama Hugo, asisten pribadinya di layar. Setelah menggeser tombol hijau, sambungan mereka terhubung. "Selamat pagi, Tuan." "Ada apa?" ketus Erlan yang mood-nya memang sedang berantakan. "Media sosia sedang heboh karena foto Anda masuk ke dalam hotel sembari menggendong seorang wanita. Menurut informasi yang saya dapat, sekarang banyak media sedang menunggu Anda di lobi hotel. Jangan sampai mereka memergoki Anda dan nanti itu bisa menjadi skandal yang dapat merusak reputasi Anda," terang Hugo membuat Erlan terkejut. Sembari memijat pelipisnya, Erlan mulai berpikir. Memutar otaknya guna menemukan cara untuk menghindari skandal sesuai yang disampaikan asisten pribadinya. "Tenang saja, aku tidak mungkin merusak nama baik BTA dengan skandalku." Setelah mengatakan itu, Erlan pun memutus sambungan telepon secara sepihak tanpa menunggu jawaban dari Hugo. Pria itu melirik Stella dengan sinis. Dari tatapannya, Erlan seperti menyalahkan Stella atas situasi saat ini. "Sekarang kamu harus memikirkan cara untuk bisa keluar dari kamar ini karena aku tidak ingin nama baikku rusak di depan media!" "Aku tidak bisa memikirkannya. Kamu saja yang pikirkan itu! Aku sudah terlalu pusing berada dalam situasi ini dengan pria menyebalkan sepertimu. Ingat, cara apa pun itu, jangan sampai merusak nama baikku juga! Aku sedang ada di puncak karir dan aku tidak ingin karena kejadian ini, karir gemilangku jadi hancur!" cetus Stella memalingkan wajahnya. Erlan yang sejak tadi tengah berpikir, kini mulai menyeringai. Senyum tipis itu menandakan bahwa dia seperti sudah menemukan sebuah cara untuk bisa membuat mereka lolos dari ancaman skandal. "Kita akan keluar dari sini dan mengumumkan bahwa kita berdua adalah sepasang kekasih di depan media!"

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.8K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

TERNODA

read
199.0K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.1K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.0K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
64.7K
bc

My Secret Little Wife

read
132.2K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook