Deo melempar berkas-berkas yang baru saja disodorkan Reana, membuat wanita itu bergerak mundur. Reana tidak mengerti, kenapa Deo begitu marah setelah membaca berkas-berkas itu. Bukankah itu hanya berkas yang berisi laporan hasil meeting kemarin sore? Di mana letak kesalahannya? "Apa Pak Deo tidak setuju dengan hasil meeting ini? Jika ya, maka saya akan menjadwalkan meeting ulang dengan mereka." Ucap Reana menatap Deo yang terlihat kesal itu. "Apa? Rapat ulang? Untuk apa?" Pertanyaan Deo membuat Reana bingung. Wanita itu tampak mengernyit. "Jadi, kenapa Pak Deo marah dengan melempar berkas-berkas itu?" Reana membungkuk, mengambil kertas - kertas yang berhamburan di lantai, menatanya kembali dan meletakkannya di meja Deo. Deo menegakkan tubuhnya, mengambil berkas itu dan membubuhk

