Andre meletakkan kotak makanan itu ke hadapan Cindy. Gadis itu terlihat baru saja duduk setelah melayani beberapa pelanggan. "Maaf, kakak lama. Kamu pasti belum makan siang, kan?" Cindy mengangguk, gadis itu membuka kotak di hadapannya setelah mengucapkan terimakasih, namun sepertinya kalimat itu hanya ke luar dari bibirnya tanpa sebuah ekspresi. Andre menghela napas, tanpa bertanyapun ia sudah tahu apa yang dirasakan gadis mungil itu. Andre mengambil gelas, menuang air dingin dan memberikannya kepada Cindy, "Setidaknya, ini akan mendinginkan hatimu." Gadis itu tidak menjawab, ia hanya diam sembari mengunyah makanannya. Ia terus saja menunduk, seolah enggan menatap Andre. "Tadi, dia bilang sedang penat, jadi dia memutuskan berjalan-jalan sebentar dan mampir ke sini. Kami hanya

