AFTER SCHOOL BAB 107 Deo memandang Reana dengan tatapan tajam, lelaki itu terlihat mencurigai sesuatu. Reana mengambil air dan meneguknya hingga hampir habis. Namun Deo tak sesabar itu untuk mendengar jawaban dari istrinya. Deo meraih lengan Reana kasar, dan mata mereka beradu dengan tanda tanya besar. “Deo, kau menyakitiku.” Ucap Reana, berusaha melepaskan diri dari cengkeraman Deo. “Katakan, apa yang ia lakukan di sini, Reana? Bukankah dia laki – laki yang bertengkar denganmu di lobi waktu itu?” Mata Deo berkilat, menunjukkan kemarahan yang begitu besar di hatinya. “Tidak ada hal yang harus kukatakan padamu, Deo. Kami hanya berbicara soal pekerjaan. Tolong berhenti berteriak padaku!” “Pekerjaan? Pekerjaan apa yang mengharuskan dia datang ke mari. Urusan pekerjaanmu hanya berkait

