AFTER SCHOOL BAB 106 Satu bulan berlalu, semenjak kematian wanita itu. Deo dan Reana terlihat mempersiapkan diri untuk bekerja pagi ini, sementara Hana sedang berusaha untuk menghabiskan sarapan paginya bersama pengasuh itu. Semenjak Reana membawa putrinya masuk ke dalam rumah mewah itu, ia jarang sekali meluangkan waktu untuk bermain dengan Hana, wanita itu hanya sesekali menyapa putrinya, bahkan terlihat seperti basa – basi belaka. Sementara Deo, justru tidak pernah menganggap anak itu ada. Toh, itu memang bukan putri kandungnya? Hana terdiam, menatap dua manusia dewasa yang enggan berbicara dengannya itu, mereka selalu sibuk dengan urusan pekerjaan dan kehidupan pribadi masing – masing. Bahkan untuk memanggil Deo dengan sebutan Ayahpun ia tak berani. “Ayo, sayang, kita berangka

