Intel dari Polisi

1511 Kata

Hujan rintik-rintik mulai membasahi aspal jalanan kota yang kusam, menciptakan aroma tanah basah yang bercampur dengan bau bensin dari knalpot kendaraan yang padat. Marco memacu mobil peraknya membelah kemacetan, matanya terus melirik kaca spion untuk memastikan mobil hitam tanpa plat nomor milik unit Shadows masih membuntutinya di jarak yang aman. Setelah menerima Perintah Berat di meja makan pagi tadi, setiap detik terasa seperti detak bom waktu yang menempel di dadanya. Perasaan batinnya dipenuhi oleh kegelisahan yang tajam; ia harus mendapatkan data dari informan itu sebelum tangan-tangan dingin Don Vandeborg menjangkau leher sang tikus. Langit yang kelabu seolah mencerminkan suasana hatinya yang suram, penuh dengan kalkulasi maut yang harus ia jalankan demi melindungi Alea dan integri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN