"apa kalian sudah mengetahui keberadaanya saat ini?" Suara kelam yang begitu kentara melingkupi seluruh ruang temaram berlatarkan ukiran-ukiran jati di dalamnya. Awan malam yang begitu gelap seolah-olah ikut mengintimidasi dua orang yang sedang berhadapan dengan bos besarnya, mereka seperti di himpit oleh jarak dan keterbatasan waktu. "Sudah sir" "Kami juga telah mengantongi titik kelemahan lawan" suara tegas namun masih patuh terdengar begitu lantang. Mampu membucahkan gema tawa pada pria yang berada di balik meja kerjanya itu, sekaligus mengguncang tubuh dan juga kursinya. Tawanya masih tumpah ruah berhamburan dari bibir kriputnya yang sudah dimakan usia itu, diiringi dengan deheman yang terdengar mengakhiri tawanya. "Bagus, aku menyukai kalian yang cepat tangkas. Besok juga

