malam sepi yang begitu kentara, dengan dinginnya angin malam yang masuk sampai kedalam kamar besar nan megah ini benar benar dirasakan kedua insan ini. Keduanya masih saling berpelukan, melawan dinginnya udara dengan hangatnya api cinta yang mereka ciptakan. "Dad.. Akhir akhir ini kamu banyak fikiran banget kayaknya" suara dari sang istri berhasil membuyarkan semua lamunan-lamunan yang sean miliki. Dirinya sedikit membenarkan posisi sebelum kembali membuka suara. dengan sangat lembut sebelah tangannya ia gunakan untuk membelai rambut selena. "Ya.. Sedang terjadi kekacauan di kantorku." jawab sean masih dengan mimik tenangnya. "Kekacauan?" tanya selena dengan kekagetannya. Dirinya melepas pelukan sean kemudian terduduk tegap disamping sean. Sean terkekeh geli melihat selena, ia mem

