Dea memotong sayuran yang telah Ia cuci dengan lihai tangannya bergerak kesana kemari, sedang Lilik sibuk mengaduk tumisan agar tidak gosong. Hari ini sawah yang Kakek garap sedang mengerjakan beberapa orang kampung jadi harus memasak banyak makanan. Adam sedang sibuk dengan butiran-butiran air di kamar mandi entah ritual apa yang ia lakukan sampai memakan waktu lama. Dea membiarkan suara gebyuran air yang sepertinya cukup banyak terkuras oleh Adam. Ya Tuhan manusia satu itu! Untung ganteng eh untung sayang. "Nanti ikut ke sawah ya bawain makanan ringan sekalian!" Perintah Lilik yang di balas anggukan cucunya. Lilik bahagia begitu melihat Dea yang tidak lagi sering melamun, semenjak Adam pulang Dea terlihat segar dan juga lingkaran hitam di wajahnya hilang. "Ya bisa ambilin handuk ngg

