Part 18

812 Kata

Kala bulan sudah menggantikan kerja matahari, gadis cantik itu segera keluar dari kediamannya dengan hati-hati. Melewati prajurit yang sedang berjaga dengan sangat mudah tanpa membuat mereka curiga sama sekali. Senyuman miring muncul di bibir merahnya ketika sudah keluar dari dalam istana. Dengan hanya mengandalkan cahaya bulan purnama, ia terus melangkah, menyusuri jalan yang sudah mulai sepi. Dia tak tahu mau kemana karena dia hanya mengikuti kemana kakinya melangkah. Tenang saja, Lien tidak akan lupa jalan pulang sebab setiap tempat yang dilewatinya terekam jelas di otaknya. Gadis itu membuka penutup kepalanya, membiarkan angin malam menerbangkan rambut indahnya. Tiba-tiba alunan merdu seruling terdengar, membuat langkahnya terhenti dengan mata yang terpejam. Dari dulu, ia sangat suka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN