Kaisar Chun dan Lien tersenyum miring dibalik cadar yang mereka pakai melihat orang suruhan mereka datang dengan seorang wanita yang mulutnya disumpal. Wanita itu tampak meronta-ronta, padahal usahanya akan sia-sia saja karena terlalu lemah. "Ikat dia di kursi!" perintah Kaisar Chun dengan suara beratnya. Orang suruhannya langsung mengikuti perintah tersebut tanpa banyak tanya. "Bayaranmu." Lien melemparkan sekantong koin emas ke arah orang itu. Yang langsung diterima dengan senang hati dan berlalu pergi tanpa mengucapkan terimakasih karena hubungan mereka hanya sebatas kerjasama dan uang. Lien langsung mendekati wanita yang tak lain Pi Lou itu dengan tatapan remeh. Membuka sumpalan di mulut wanita yang menyebabkan sahabatnya celaka dengan kasar. Pi Lou tampak mengambil nafas rakus-

