Diperjalanan mereka saling diam-diaman dengan membuang pandangan ke arah lain. Lien melipat tangan di depan d**a. Bibirnya mengerucut sebal. Sementara Kaisar Chun melipat tangan di depan d**a dengan wajah datar. Masih terngiang jelas di kepalanya bagaimana Lien menatap Su Ho dengan tatapan terpesona. Untuk yang kedua kalinya Kaisar Chun merasa kesal dengan istrinya yang mudah terpesona dengan pria tampan. Pertama, ke Xiaruihan dan kedua ke Raja Su Ho. Memang wajahnya setidak menarik itu kah? Tapi, banyak kok wanita yang rela melemparkan tubuh kepadanya. Lamunannya buyar ketika mendengar Lien muntah-muntah. Dengan perasaan yang sangat cemas, Kaisar Chun mengurut tengkuk istrinya. Wajah datarnya sirna begitu saja. Kereta pun ikut terhenti mendengar Lien muntah-muntah. "Kau kenapa, Lie

