Mendengar deru mesin mobil Viona, Reivan dan Sisil yang masih terjaga menghambur keluar. Ya, mereka berdua sedang asik menonton pertandingan bola. Sungguh kebiasan yang tidak patut ditiru, pantas saja mereka sering terlambat masuk kerja. Beruntungnya atasan Sisil menaruh hati padanya jika tidak, mungkin sudah sejak lama ia akan dimutasi atau bahkan beralih ke perusahaan lain. Racka melangkah turun terlebih dahulu, kemudian ia membukakan pintu mobil untuk Viona. Bagaikan adegan dalam film cinderella, begitulah perumpamaan yang tepat untuk mengambarkan betapa romantisnya ayah satu anak itu. "Astaga, Dad dan Sisil belum tidur," beo Viona sembari menutup mulut dengan telapak tangan. Reivan dan Sisil yang melihat kehadiran mereka berdua saling beradu pandang, kemudian bersamaan menghendikkan

