Ubur-Ubur Penyengat?

1015 Kata

Viona masih memalingkan wajah, menatap lampu-lampu jalanan yang berpendar. Bagaikan mata-mata yang mengawasi setiap pergerakan mereka berdua, sengaja wanita itu mengacuhkan rayuan Racka. Karena jantungnya seperti ingin melompat. Betapa rikuhnya, jika nanti lelaki itu bisa mendengarkan deguban yang seperti genderang. Sesekali Racka melirik pipi Viona yang tampak bersemu merah. Ia hanya menggeleng ringan sembari tersenyum. Ah, indahnya romansa malam ini. Masa-masa yang sempat hilang beberapa tahun silam. Walaupun, dirinya kini telah menjadi seorang ayah, cinta yang ada untuk wanita itu masihlah tetap membara. Perasaanya terhadap wanita itu masih sama dan tidak pernah berubah. "Vi, rumahmu sebelah mana?" tanya Racka tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya. Viona tersentak untuk menutupi ras

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN