Jalanan beraspal yang mereka lewati terasa sangat lenggang. Walaupun, masih ramai beberapa kendaraan yang berlalu lalang tidak mampu mencairkan suasana di antara mantan sepasang kekasih itu. Racka dan Viona tidak mengucapkan sepatah kata pun selama perjalanan. Hening, yang terdengar hanyalah desiran angin yang tercipta melalui celah AC mobil. Lampu-lampu jalanan seakan menjadi saksi bisu kisah mereka. Saat seperti ini bagaikan sebuah misteri Illahi, tidak ada yang menyangka mereka akan berada dalam satu mobil bersama. Meskipun, tidak ada yang terjadi, masih terasa amat canggung. "Ka, mendiang istrimu sakit apa? Apa kamu mengetahui bahwa ia menuliskan sebuah surat?" tanya Viona tiba-tiba. Awal pembicaraan yang berat, Racka pun tidak mengerti apa yang wanita itu katakan. Sesekali lelaki i

