Hawa dingin begitu mencekam, menusuk hingga ke persendian Racka. Setelah mengetahui siapa sosok wanita yang disebut Varo. Tidak ada lagi percakapan antara Bu Miranda dengan putranya itu. Mereka hanyut ke dalam pemikiran masing-masing. Sedangkan sang dokter sibuk dengan peralatan medisnya. Ia menyuntikkan sesuatu ke tubuh Varo, anehnya malaikat kecil itu tidak mengerang atau pun merasa ketakutan dengan jarum suntik. Mungkin demam membuatnya tidak dapat merasakan apapun, kecuali rasa panas dan pegak di sekujur tubuh. "Permisi, Pak. Bisakah Anda mengurus data- data pasien sesuai prosedur yang berlaku?" tanya suster yang pertama kali ditemui Racka. "Putra Anda akan segera dipindahkan ke ruangan lain, agar lebih nyaman memulihkan kondisinya," jelas perawat itu dengan senyuman. Lelaki itu me

