Merindukan Bunda

1014 Kata

Detik demi detik bergulir, sudah hampir dua puluh jam Varo bertarung melawan demam yang menjangkit tubuh mungilnya. Bu Miranda mulai panik, takut jika penyakit itu terus berlanjut akan berdampak buruk bagi syaraf cucunya. Beliau berjalan mondar-mandir, usai mengganti pengompres instan yang menempel di kening jagoan kecil itu. "Biar kuperiksa suhu tubuhnya lagi, Ma," ucap Racka dengan wajah cemas. Racka mengambil termometer digital multi fungsi, lalu meletakkan peralatan medis rumahan itu di lipatan ketiak putranya. Ayah dan nenek Varo itu menanti hasil pengukuran dengan was-was. Setelah terdengar bunyi indikator, Racka menyambar benda itu dengan cepat. "Astaga, empat puluh derajat celsius!" pekik Racka tanpa sadar. Bu Miranda yang mendengar hal itu bergegas melongok tampilan layar term

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN