Racka masih saja bergeming, ia mengernyitkan alis memandang sekelilingnya. Mengamati satu per satu gesture tubuh keluarga Corlyn. Sorot mata seluruh mereka tampak berbinar. Pertanda bahwa apa yang ia dengar bukan suatu kesalahan. Mengapa jadi seperti ini? Situasi ini kian pelik, semuanya telah berubah menjadi seratus delapan puluh derajat! Di saat ia kembali menaruh harapan pada cinta yang dianggapnya sejati. Wanita itu menjatuhkannya ke dalam jurang kekecewaan. Samar-samar Racka mendengar percakapan tamu undangan yang berada tepat di samping kanan. Ia menajamkan pendengaran, berusaha menangkap dengan jelas perbincangan kedua lelaki tersebut. "Aku tidak menyangka, pemilik perusahaan baru ini juga bagian dari keluarga konglomerat itu," ucap seorang lelaki yang memakai jas berwarna bi

