Nadira menyiapkan pekerjaannya sambil menunggu Rangga selesai andi. Jam sudah menunjukkan pukul 09.00, Nadira sudah siap membersihkan ruang utama dan dapur. Ia memilih untuk mengelap beberapa furniture sambil menunggu Rangga keluar dari kamarnya. Rangga keluar dari kamarnya dengan setelan santai lalu mendekati Nadira. Nadira sudah tahu jika Rangga mendekatinya karena wangi parfum pria itu membuat Nadira tidak bisa berhenti menghirupnya. Wangi maskulin parfum mahal memang membuat Nadira terhanyut sesaat meskipun ia tidak melihat ke arah pria itu. "Nadira, ayo?" ajak Rangga membuat Nadira menoleh menatap ke arah pria itu. "Aku kan sudah bilang tidak mau belanja bersama kamu." ucap Nadira di hadapan Rangga dengan jarak cukup jauh. Rangga menatap Nadira lalu duduk di sofa miliknya. "Kenapa

