Nadira memejamkan matanya merasakan lembutnya bibir Rangga menyentuh bibirnya. Rangga mencoba menggerakkan kepalanya miring mencoba memperdalam ciumannya. Nadira mendorong d**a bidang Rangga agar menjauh darinya. Rangga melepas ciuman mereka membuat Nadira membuang muka menatap ke arah lain. Rangga terdiam menatap Nadira di hadapannya yang tampak kesal padanya. "Nadira," Nadira mengangkat tangannya menghentikan Rangga agar tidak bicara sepatah katapun. "Nadira, maafkan aku, aku tidak sadar, semua ini terjadi begitu saja!" ucap Rangga mencoba meraih tangan Nadira. "Jangan pegang!" ucap Nadira dengan nada datar, bercampur kesal. "Nadira!" rintih Rangga memohon pada Nadira. "Jangan temui aku lagi, hari ini cukup menjadi pertemuan terakhir kita, jangan ganggu-ganggu aku lagi!" Nadira memb

