Sudah hampir satu jam Raina masih duduk diam didalam kamarnya yang sudah dihiasi berbagai pernak pernik . Bahkan ranjang yang ia duduki sekarang dihias secantik mungkin , ia menelan ludahnya sendiri membayangkan jika nanti malam akan tidur bersama Devan . Iya Devan . Bukan Billy . Raina merasa belum sanggup . Pandangannya lurus kearah kaca , memperhatikan dirinya yang kini dibalut gaun pernikahan berwarna peach yang kelihatan sangat cocok dengan warna kulitnya . Ditambah beberapa hiasan wajah yang tidak terlalu tebal agar memberi kesan natural . Beberapa kali perias bolak balik ke dalam kamarnya untuk memastikan penampilan Raina tetap baik , mungkin biar gak malu nanti didepan banyak orang . Billy ... Apa dia datang ? Itu yang justru Raina pikirkan . Bolehkan ia berharap jika Bi

